Press "Enter" to skip to content

Zanzibar Opera Siarkan Single Perdana

Menerka warna musik dari band-band anyar Bandung tuh nggak segampang dulu yah. Sekarang mah denger yang baru-baru aja kayak musti bikin integral dulu, ieu turunan dari genre apa ya. Walaupun sebetulnya, nggak musti kayak gitu juga. Denger mah denger aja. Kalau kebetulan papasan sama personil band tersebut, baru deh tanya, “genre band maneh teh naon, sih?” Hahaha klasik. Pertanyaan standar.

Sempat menghilang belakangan ini, Bandung kembali memunculkan kelompok musik yang bermain di pusaran progressive psikedelik-rock. Kuintet yang berformasikan Dekol (drum), Sendy (bass), Gavin (gitar), Akbar (synthsizer), dan Shakti (vokal, gitar) ini menamai diri sebagai Zanzibar Opera. Diliat dari komuk-komuknya, kayaknya Gavin ini dulu maen di Sadashiva ya? Hahaha. Oh iya, kalau search di YouTube, jangan sangka mereka tuh yang ini ya. Beda, itu mah kelompok gambus islami hahahahahahaha.

Menandai kemunculan perdananya, Zanzibar melempar sebuah single naniks bertajuk Cuan. Tentu, tanpa saya kasih tau pun kalian paham makna “cuan” ini apa. Dikutip melalui siaran pers, mereka memaknai Cuan sebagai bentuk keresahan terhadap para “pembaca peluang ulung” di kehidupan sehari-hari.

Diproduseri oleh Alan Davison (Red Studio) yang juga merupakan personil Lamebrain, single ini sudah bisa didengarkan melalui beberapa platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Apple Music, Bandcamp, dan YouTube, per awal Juni ini. Untuk proses mixing-mastering dikerjakan Adhit Android. Sebuah jaminan mantap dong. Sementara untuk artwork bagian-bagian tubuh digarap oleh Gilang Hadi.

Sambil menunggu panggung terdekat mereka, ada baiknya kita mengisi waktu dengan cara putar musiknya. Kalau bisa lewat YouTube, biar habis kuota internet. Nanti beli pulsa lagi ke Yuni Cell. Gampang kan?

____________________________________

Twitter: @zanzibaropera1

Instagram: instagram.com/zanzibaropera_

Comments are closed.