Press "Enter" to skip to content

X-Men Apocalypse (2016): Menghadang Akhir Dunia

Indeks Prestasi Keren (IPK): 8/10

Halo warga kreatif! Udah pada nonton X-Men: Apocalypse belum? Kalau aku mah udah, sampai dua kali malah. Heuheu. Sombong. Yep, salah satu franchise film Marvel yang bukan dari Marvel Studios ini termasuk salah satu film superhero yang jarang diomongin sama orang. Mungkin kalah sama Avengers, Iron Man, dan Captain America. Meskipun kurang sorotan, film ini sebenernya keren.

Jadi, X-Men: Apocalypse itu ngambil timeline di era 80an, sebagai sekuel dari film X-Men sebelumya yaitu Days Of Future Past. Pusing nggak? Kalau pusing mah minum obat atuh. Nah, film yang sekarang itu nyeritain tentang si villain utama,  En Sabah Nur/Apocalypse (Oscar Isaac). Seorang mutan yang udah ada dari zaman Mesir kuno yang terkubur selama ribuan tahun dan kemudian nggak sengaja dibangkitkan. Setelah dia bangun dan melihat dunia, dia merasa dikhianati sama dunia yang sekarang. Dia ngerasa dialah yang harusnya menguasai dunia, karena di dunianya yang dulu, dia disembah sebagai Tuhan, nya gitu weh, sesat. Tujuan utama dia itu untuk “menyapu bersih” dunia terus bikin dunia baru lagi dari awal. Bikin kiamat ceritanya teh.

En Sabah Nur ini merupakan mutan yang sangat kuat karena dia punya lebih dari satu kekuatan mutan. Karena dia bisa pindah badan gitulah, pas pindah, kekuatan mutan yang punya badan diambil juga sekalian, jadi weh kekuatannya dia banyak. Berlipat ganda. Rakus. Mulai dari baca pikiran sampai ngendaliin pasir, serem pokoknya mah.  Nanti, dia bakal dilawan sama tim dari Charles Xavier/Professor X (James McAvoy). Selain tokoh lama yang muncul, kayak Raven/Mystique (Jennifer Lawrence) dan Hank McCoy/Beast (Nicholas Hoult) ada juga beberapa tokoh baru seperti Kurt Wagner/Nightcrawler (Kodi Smitt-McPhee), Elizabeth Braddock/Psylocke (Olivia Munn), Ororo Munroe/Storm (Alexandra Shipp, juga dua karakter ikonik Jean Grey (Sophie Turner) dan Scott Summers/Cyclops (Tye Sheridan).

Meskipun kemunculan beberapa tokoh lama yang agak bikin bosan dan bikin alur film mudah ditebak, film ini menurut aku cukup ringan dan mudah dimengerti meskipun nggak baca komiknya. Humornya juga nggak garing. Terus, ada konflik batin yang menarik juga di sini, karena Erik Lensherr/Magneto (Michael Fassbender), yang merupakan teman lama dari Professor X, malah berhasil direkrut sama En Sabah Nur buat jadi salah satu pasukannya. Terus juga kemunculan Peter Maximoff/Quicksilver (Evan Peters) yang ternyata….jeng jeng jeeeng rahasia ah, nanti spoiler dong.

Buat aku yang emang suka film-film Marvel, film ini merupakan salah satu film yang wajib ditonton. Meskipun 20th Century Fox gagal bikin reboot Fantastic Four tahun lalu, yaa, dengan film ini aku bisa lah maafin mereka. Hehehehe. Yang suka Marvel, wajib nonton, nih, jangan lupa, jangan pergi sebelum after credit muncul, ya!

Comments are closed.