Press "Enter" to skip to content

“Who Let The Birds Out?”: Ajang Bersenang-senang Para Anak Burung

Hari Sabtu (28/1) dan Minggu (29/1) kemarin adalah hari istimewa bagi para roster dari Kolibri Rekords, karena record label berlogo burung tersebut mengadakan acara showcase di Bandung dan Jakarta. Acara bertajuk Who Let The Birds Out? tersebut diadakan selain sebagai undangan buat bersenang-senang bersama, juga memperkenalkan dua roster terbaru mereka, yaitu Grrrl Gang dan Seahoarse.

Band yang main di acara ini ada Kaveh Kanes, Gizpel, Bedchamber, Low Pink, dan juga dua roster terbaru yang sebelumnya saya sebutkan. Buat chapter Bandung, hajatan ini diadakan di Spasial. Sebuah venue terasoy di Bandung saat ini yang bisa dipakai buat diskusi, sharing, nongkrong, dan juga bikin acara musik pastinya.

Dengan tiket seharga 50 ribu, penonton dimanjakan buat nonton para “anak burung kolibri” ini unjuk kebolehannya. Setelah saya intip rundown-nya, setiap band dikasih jatah satu jam buat sombong. Eh, manggung maksudnya. Bedeuh, wareg atuh itu mah. Set panggung yang tanpa panggung, dengan penonton yang mengelilingi penampilnya bikin suasana nontonnya tuh intim banget. Nggak ada jarak atau barikade kayak nonton pensi-pensi gitu. Enak lah pokoknya mah.

Acara yang awalnya mau dimulai jam 4 sore, ternyata baru bener-bener dimulai sekitar jam setengah 5 sore. Yaa nggak ngaret-ngaret banget lah. Who Let The Birds Out? ini dibuka oleh penampilan dari Grrrl Gang, dengan vokalisnya yang menggemaskan. Ah, aku padamu mbae. Dan terbukti hal itu bukan gimmick doang, doi main gitarnya asoy banget, dan suaranya juga ens. Suka pengen bilang, “bolehkah aku?” gitu jadinya teh.

Sebelum break maghrib, giliran Kaveh Kanes, buat bawain tembang-tembang di albumnya, Capital. Modern Times, Night Shift, Poacher, sampai Tiger In Your Tank nggak luput dibawain sama sekumpulan mas-mas berwajah Arabic ini. Setelah break maghrib, giliran Gizpel naik panggung. Mereka bermain dengan format barunya, full-band. Ketukan drum yang biasanya elektronik, kali ini diganti jadi drum analog dan terdengar lebih hidup dan nggak monoton. Terbaik sekali.

Bedchamber bermain tanpa bassist-nya pada malam itu yang berhalangan hadir gegara sakit. Walaupun cuma bertiga, mereka sukses bikin para penonton moshing, bahkan sampai bikin wall of death dengan setlist mereka yang ciamik pada malam itu. Pada beberapa lagunya juga mereka melakukan aransemen ulang sehingga jadi terdengar pop-punk-ish pengundang moshing.

Kemudian ada Seahoarse, roster baru lainnya dari Kolibri Rekords. Musik yang mereka bawakan ini menurut saya cukup berbeda dengan para seniornya, karena nuansa shoegaze-nya kerasa banget. Apalagi mereka sempat meng-cover salah satu lagu dari Melody Echo Chamber kemarin. Ini mah bisa dipastikan kalau mereka rilis sesuatu, saya pasti beli. Aslina.

Acara ditutup oleh penampilan dari Low Pink yang ngawang-ngawang enak. Acara showcase kemarin saya rasa sangat memuaskan para penonton, karena setiap band dikasih spare waktu selama satu jam buat mempresentasikan karya mereka. Kalau diitung-itung, per band itu ada kali bawain materi satu album mah. Wareg bosq.

Showcase semacam ini mungkin boleh banget diikuti sama record label lainnya. Sebagai ajang raramean, dan juga promosi dari record label dan roster-nya. Selamat buat Kolibri Rekords dan para anak burung yang showcase-nya berjalan dengan meriah nan lancar. Sukses terus, dan ditunggu rilisan dari roster barunya!

 

Foto: Adrian Nugroho

Comments are closed.