Press "Enter" to skip to content

“Warm House”, Debut Album dari MarcoMarche Resmi Dirilis

Siapa bilang kalau bermusik itu mesti rame-rame? Ada banyak alternatif kalau kalian pengen bermusik dengan format sederhana. Kalau pengen simple banget, yaa, bisa dicoba solo. Kalau emang pemalu dan pengen ada yang nemenin, yaa, boleh lah berdua (duo). Menurut saya, ada beberapa kelebihan kalau bermusik dengan format duo, di antaranya kalau mau latihan atau briefing nggak mesti ribet nyocokin waktu karena cuma berdua, kalau lagi sharing juga nggak bakalan terlalu recok, de-el-el. Terbukti banyak band berformat duo yang sukses, contohnya Bottlesmoker, Teman Sebangku, Banda Neira dan Endah N Resha.

Nah, ada sebuah proyek musik asal Jakarta bernama MarcoMarche. Proyek musik ini masih terbilang baru, karena mereka baru terbentuk sejak pertengahan tahun 2013. Dan ternyata mereka berdua itu merupakan sepasang kekasih, lho, tapi bukan yang bercinta di luar angkasa. Hahaha. Mereka adalah sebagian kecil dari banyaknya pasangan yang produktif, iyalah daripada dipakai pacaran terus, mending dipakai bermusik juga. Asik, kan?

Beranggotakan Asterina Anggaraini dan Duta Pamungkas, mereka membawakan musik pop-folk dengan duet vokal pria-wanita. Tema lagu yang dibawakan, kebanyakan mengenai bagaimana mereka mengekspresikan kepositifan dan keserasian dalam hidup mereka. Pada Kamis (5/2) kemarin, MarcoMarche secara resmi merilis debut album yang diberi judul Warm House. Pada album debutnya tersebut, mereka mengajak kolaborasi beberapa teman seperjuangannya, yaitu drummer The Extra Large, Agape Christian, dan juga bassist dari Traya, Yusuf Darmawan.

Kalau kalian sebelumnya udah pernah denger single Senja dan Mentari, pasti udah kebayang sama gambaran lagu-lagu di album ini. Soalnya single tersebut merupakan salah satu dari dua lagu berbahasa Indonesia dari album Warm House. Sedangkan lagu-lagu yang mereka jagoin di album debutnya ini adalah A Song of Us dan Warm House, yang katanya, sih, siap menawarkan rasa hangat dan nyaman bagi para penggemar musik yang merindukan rumah. Ena.

“Kenyamanan terhadap seseorang atau sesuatu, entah itu suatu tempat, keluarga, sahabat, atau musik yang dianggap seperti rumah kita sendiri, rumah kediaman untuk jiwa,” ujar Asterina menceritakan lagu Warm House melalui siaran pers.

Nih, gambar sampul depan album Warm House yang asli.
Nih, gambar sampul depan album Warm House yang asli.

Bersamaan dengan rilisnya album Warm House ini, MarcoMarche juga merilis video klip perdana mereka, yaitu Senja dan Mentari. Video clip tersebut mengambil tema alam dan shooting-nya berlokasi di Gunung Pancar. Kebayanglah gimana suasana pegunungan yang digabung sama lagu mereka, pasti bakalan cokpis! Cocok pisan.

Buat warga kreatif yang pengen punya albumnya, buat yang pengen berbentuk fisik, kalian bisa beli di semua toko-toko musik yang ada di Indonesia, dan kalau yang pengen bentuk digital, bisa cari di iTunes atau media berbayar online lainnya. Cepetan beli sebelum keabisan, mumpung masih anget juga albumnya tuh. Sambil cek video klipnya biar makin yakin buat beli album mereka.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *