Press "Enter" to skip to content

Wahana Berbahaya Bernama “Since Tomorrow #3”

Mixtape merupakan sebuah tren yang mencapai masa kejayaannya di sekitaran tahun 80-90an. Pada saat itu, mixtape dipergunakan sebagai sarana untuk merangkum lagu-lagu kesukaan ke dalam sebuah media kaset, atau bahkan bisa juga dipakai buat nyekil si dia. Seiring berkembangnya zaman, media yang digunakan untuk membuat mixtape pun ikut berevolusi, mulai merambah ke media CD, bahkan digital.

Uniknya, ada sebuah acara yang terinspirasi dari sebuah mixtape, acara tersebut adalah Since Tomorrow. Berawal dari sebuah keisengan membuat sebuah mixtape, hingga akhirnya band-band pengisi playlist-nya diajak buat manggung bareng. Kapikiran wae batur mah. Berawal pada tahun 2012 yang lalu, dan sempat vakum selama kurang lebih 3 tahun, akhirnya acara Since Tomorrow #3 digelar pada Sabtu (26/3) kemarin, bertempat di Maja House.

Pengisi acaranya pada kali ini memiliki satu kesamaan, yaitu merupakan band-band yang sarat distorsi. Mereka adalah The Fox and The Thieves, Sigmun, dan Kelompok Penerbang Roket. Dimulai sekitar jam 8 malam, acara dibuka oleh penampilan dari The Fox yang ternyata tampil dengan formasi baru.

Pas saya liat, saya agak kaget, soalnya mereka udah mulai main, tapi kok vokalisnya nggak keliatan aja. Eh ternyata, vokalis mereka yang dulu itu udah bukan lagi bagian dari The Fox lagi, dan formasi mereka sekarang itu yaa berlima. Awalnya saya agak pesimis sama penampilan mereka tanpa sang vokalis, tapi ternyata kekhawatiran itu nggak terbukti. Al, sang gitaris yang kini juga bertindak sebagai vokalis sukses membawakan tembang-tembang seperti Manipulators March, Foxes dan Deep Space Alligator secara sempurna. Enak.

Lalu berikutnya adalah penampilan dari band kesukaan aa-aa gondrong bermuka garang. Ya! Sigmun. Meski suara Haikal Azizi kurang maksimal pada malam itu, hal tersebut nggak jadi halangan para penonton buat menikmati penampilan mereka. Yaa dimaklum, sih, soalnya sehari sebelumnya Sigmun baru aja menyelesaikan konser tunggal mereka di Jakarta bertajuk Into The Inner Sanctum.

“Maaf yaa, suara saya lagi habis”, ujar sang vokalis.

Jujur, sebetulnya saya nggak begitu hapal lagu-lagu Sigmun, tapi saya tetep angguk-angguk asoy sok asik aja. Agar supaya. Toh saya masih bisa nikmatin musiknya walau nggak hapal liriknya. Hee. Sepanjang penampilan Sigmun ini, jujur saya sangat terganggu sama penonton depan-belakang-kanan-kiri saya yang ngerokok seenaknya. Padahal mah udah tau ruangannya teh sempit, penuh, pengap. Eh masih keukeuh weh cuek ngerokok. Kampret.

Di penghujung acara, trio heavy rock bernama Kelompok Penerbang Roket akhirnya naik panggung. Band yang ramai diperbincangkan sejak merilis album Teriakan Bocah dan album tribute untuk Panbers itu merupakan headline-nya pada malam itu. Penonton yang ada di posisi belakang langsung seseledek maju ke depan biar bisa ngeliat aa Coki. Tapi teteh-teteh yang udah standby di depan sejak awal malah jadi mundur ke belakang, gara-gara pengap atau mungkin aa di sebelahnya bau kesang. Kesian.

Nggak perlu nunggu lama, semenjak Intro menghentak, crowd yang asalnya adem ayem pun mendadak riuh dan saling tabrak sana-sini. Yak! Moshing dimulai! Saya yang biasanya ngehindarin crowd, pada malam itu maksain buat ikutan jingkrak-jingkrak walau cuma sedetik. Sebuah pencapaian yang luar biasa. Alhamdulillah.

Entah berapa lagu yang dibawain KPR kemarin, yang jelas koor masal selalu terdengar di sepanjang penampilan mereka. Mulai dari lagu Target Operasi, Dimana Merdeka, Cekipe, Djakarta City Sound, dan tembang asoy lainnya. Di lagu Haai punyanya Panbers, KPR ngajak Haikal Azizi buat menyumbangkan suara khasnya. Gas terus, padahal suaranya masih serak. Penampilan mereka pun ditutup dengan membawakan lagu Mati Muda yang merupakan single perdana mereka.

Puluhan aa-aa gondrong pun keluar venue dengan penuh keringat dan wajah sumringah. Sedangkan teteh-tetehnya kebanyakan pada standby di pintu luar buat nunggu aa Coki yang ganteng keluar dan foto bareng. Yha, girls will be girls. Secara keseluruhan acara ini berhasil menghangatkan suasana Bandung yang lagi rajin hujan ini, apalagi acaranya gratis. Terbaik pokoknya mah. Oh iya, di acara ini juga dibagikan CD mixtape dan juga kaos secara gratis dalam jumlah terbatas. Tapi sayang banget saya nggak nemuin booth buat ngambilnya. Jadi aja nggak dapet. Sad.

Hal yang disayangkan adalah kesadaran penonton yang kurang terlihat. Penonton yang merokok tidak bisa melihat situasi, udah mah venue-nya sempit, penuh nan pengap, minim oksigen, masih weh kepikiran buat ngerokok di tengah crowd. Pintar sekali~ Semoga gelaran Since Tomorrow ini akan kembali digelar buat edisi keempatnya dengan pengisi yang lebih edan dan venue yang lebih luas. Sukses terus!

Foto: Alfi Prakoso

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *