Press "Enter" to skip to content

Victim Blossom: Musisi Kamar yang Berusaha “Mekar”

Medio tahun 2012 lalu, Novan (Vokalis Too Weak To Dance) pernah menyombongkan lagu proyekan barunya ke saya. “Band maneh, nih?” tanya saya spontan. Ternyata bukan. Lagu –yang belakangan saya baru tau judulnya- Highbrow itu punya unit metalcore/post-hardcore asal Bandung. Dan ya, Novan hanya jadi vokal tamu.

Bukan bermaksud memandang sebelah mata, tapi ekspektasi saya sama band-band post hardcore Bandung memang nggak tinggi. Di scene ini (di Bandung) regenerasinya nggak begitu terasa. Menurut saya pribadi perkembangannya malah memang terkesan stagnan. Banyak, sih, band-band “baru” tipikal ini yang lahir, tapi dari segi kualitas, belum ada yang sedahsyat Divide, misalnya.

Oke, balik lagi ke lagu Highbrow. Kaget juga, ternyata ada band Bandung yang punya lagu post-hardocre-kekinian yang sekeren ini. Bisa jadi, karena dibantu karakter suara Novan yang kuat, makanya jadi keren. Tapi mari lupakan Novan, dari kualitas sound dan materi lagu, memang dasarnya udah keren. Samar-samar mengingatkan saya sama band nagri macam Woe, Is Me yang udah bubar itu, Hehe..

Usut punya usut, mereka adalah Mirza (vokal/scream), Ichsan (drum), Ozy (bass), Gema (vokal), Eka (gitar), dan Deny (gitar) yang menamakan dirinya Victim Blossom. Nama-nama itu adalah formasi ke-3 sejak berdiri tahun 2010. Dan siapa sangka, lagu Highbrow tadi direkam di kamar! Yoi, home recording.

“Kami justru lebih menyukai home recording, selain minimalisir dana dan waktu, susah bisa nemu sound yang kami pengen. Lebih gampang nguliknya kalau home recording. Kami juga bebas dan leluasa untuk berkesperimen,” kata Eka.

Bicara soal “eksperimen”, ternyata itu jadi ramuan rahasia sextet ini untuk menghasilkan lagu sekeren Highbrow. Ya, Victim Blossom bisa dibilang cerdik memanfaatkan alat-alat rekaman seadanya. “Yang kami tawarkan sejak awal adalah keberanian kami menawarkan sound effect yang nggak pernah dipake band lain yang satu genre, termasuk menggaet Novan yang punya karakter khas. Itu yang bikin kami pede walau cuma home recording,” lanjut Eka.

Lewat modal “keberanian bereksperimen” dan semangat DIY itu, mereka kini tengah menyiapkan debut album yang bakal dirilis dalam waktu dekat. Dua single : Highbrow dan Hangover (yang baru dirilis belum lama ini) barulah sebuah permulaan dari musisi kamar ini.

Gimmick-nya, nih, dua single yang disebutkan di awal juga jadi epilog album mereka nanti. Pasalnya, setiap lagu di album Victim Blossom nanti dihubungkan dengan satu garis besar cerita. “Ya, tentang fase kehidupan, pahit-manisnya jadi manusia. Kalau memperhatikan lirik Highbrow dan Hangover itu tuh nyambung. Dan bakal bersambung ke lagu-lagu baru nanti,” bocor Ozy yang bertanggung jawab di divisi lirik.

Well, buat kami, pergerakan musisi kamar ini patut ditunggu dan diwaspadai!

About The Band:
Facebook
Soundcloud
Twitter

 

 

foto: Rinan

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *