Press "Enter" to skip to content

“UpRoar”: Ketika Rock Lokal Tak Sekadar Mengiringi Rock Prancis

Apa yang harus kamu lakukan kalau nemu libur panjang seperti tanggal 5-8 Mei ini? Tetep di Bandung! Karena Bandung udah sangat lengkap mencukupi kebutuhan hura-hura kamu. Sewa PS4 aja udah di mana-mana di Bandung mah, tenang. Tapi khusus Jumat (6/5) kemarin, asupan hura-hura warga kreatif dicukupkan oleh gelaran rock yang melibatkan pihak-pihak yang emang kerjaannya bikin acara mantap. Diinisiasi oleh IFI Bandung yang berkolaborasi dengan FFWD Records dan 3HUNDRED, gelaran bertajuk UpRoar menghadirkan Ko Ko Mo, band rock asal Prancis, yang berkunjung ke Bandung dalam rangka memeriahkan Festival Printemps Français 2016.

Tanpa membaca tulisan ini juga harusnya kamu udah yakin acaranya bakal keren. Siapa yang nggak tau IFI Bandung. Kamu-kamu yang doyan musik pasti pernah mampir ke Auditoriumnya, karena banyak dilangsungkan konser band-band papan atas seperti Leicester City. FFWD Records, yang menaungi band-band berkualitas yang rilisan maupun merchandise-nya banyak dicari sama kamu. Dan 3Hundred yang selalu bikin penonton puas, seperti yang mereka buktiin antara lain di konser “Détournement” The SIGIT dan konser Black Rebel Motorcycle Club. Tapi saya tetep bakal lanjut nulis hasil liputan.

Acara mulai jam setengah 8 malem, tapi saya makan malem dulu di warung Bu Bayu. Begitu sampai IFI, sedih. Ternyata saya ngelewatin penampilan Tré. Semoga nanti nemu video mereka di Youtube. Nggak lama setelah saya ngobrol sama temen, The Pilsner kebagian giliran menghajar panggung. Saya yakin, penonton yang dateng bisa ngerasain penampilan gahar dari trio lokal Bandung ini, selain merhatiin rambut drummernya yang dicat pink. Didukung sound mantap, The Pilsner mampu memanaskan suasana venue yang pada awalnya masih malu untuk bergerak bebas. Puncaknya tentu di lagu terakhir, Smoke Beer & Rock, yang mampu memancing sorak penonton. Ada yang meneriakkan rasa puas, ada yang teriak “cai, cai, cai”, yang saya tau itu pasti guyonan barudak. Kitu weh.

IMG_5212

Nggak butuh waktu lama sampai akhirnya Ko Ko Mo bersiap merapatkan barisan penonton. Duo bule Prancis ini mampu membius penonton dengan trek-trek segar milik mereka. Duh, lupa lagu apa aja, pokoknya Stole My Soul dibawain. Beberapa kali terjadi stage dive, diiringi gerakan enak masing-masing penonton. Teriakan “wewawo” memaksa mereka untuk melakukan encore. Jujur, Ko Ko Mo adalah band asal Prancis kedua yang saya suka, setelah Pendentif. Beruntung bisa dateng.

Entah karena nggak mau main kemaleman atau apa, Ko Ko Mo bukan penampil terakhir, karena masih ada Lizzie. K20 (drummer) juga sempat menyinggung dan memuji Lizzie. Seneng banget ya kalau band Bandung dipuji tuh. Suka tiba-tiba inget Ridwan Kamil.

Lizzie didaulat menjadi penampil terakhir. Diduga lebih berbahaya, barisan depan dibiarkan terbuka, kalau-kalau terjadi moshing. Emang, sih, ada, tapi nggak sering. Malah jadinya kayak yang lowong gitu sedih. Suara vokal yang serak mantap membuat penonton semakin pengen liar seperti kera sakti. Oh ya, Lizzie juga membawakan lagu yang nanti bakal masuk EP mereka. Lupa judulnya, tanyain aja ke Izma via whatsapp.

IMG_5465

Dead River jadi nomor pamungkas di UpRoar. Selain karena lagu ini emang enakeun parah, di lagu ini Lizzie tampil bareng Ko Ko Mo. Wanjrit! Seru. Gitar Warren nggak nyolok, jadinya pakai gitar Izma, sementara Izma pakai gitar Ican. Jadi Ican kepaksa nonton di pinggir. Di drum, Azar main selang-seling sama K20 yang semenjak beres main jobdesc-nya videoin. Warren adu skill gitar sama Izma, nampak seperti Nakula dan Sadewa kalau liat rambutnya. Lah, kasian Econ belum dibahas. Econ ketauan manggung cuma pakai kaos kaki. Selepas lagu itu, penonton langsung bubaran cepet banget. Nya geus peuting oge, sih.

Senang sekali. Band-band Bandung nggak sekadar mengiringi Ko Ko Mo, tapi juga menyambut dengan penampilan yang juga sukses memuaskan penonton. Dan lagi, Auditorium IFI kembali memberi kesan manis, khususnya buat saya pribadi. Sekadar informasi, Festival Printemps Français 2016 di Bandung masih berlangsung sampai 3 Juni. Cek jadwal lengkapnya di sini, atau pantengin medsos ROI aja. Merci beaucoup, Ko Ko Mo, dan semua pihak yang saya sebutin di atas, termasuk Bu Bayu.

Comments are closed.