Press "Enter" to skip to content

Unjuk Karya Perdana di Pameran “Batur”

Terkadang suka terlintas pertanyaan pas lagi di pameran karya arsitek. Kenapa, sih, bisa keren? Dan kenapa, sih, dari gabus atau karton bahkan kayu korek api bisa menciptakan beragam maquette yang super duper gila kepikiran pisan detail-detail bangunannya? Si aku kalau liat gabus sangat berbakat bikin salju-saljuan dan ngebala kemudian diambek sama Ibu. Hehehe padahal seru.

Membahas karya arsitek, hari Kamis (24/3) kemarin ada pameran dasar perancangan bernama Batur (Basic Architecture) yang dipersembahkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Arsitek’15 Itenas yang bertempat di Gedung 17 Itenas. Aku sempet ngira ini pameran berbau sunda gitu, soalnya “batur” huhuhu, malah ngobrol sama panitianya pake uang-aing.

Sebelum mencapai si tempat pameran, harus melalui dulu lorong gelap. Belum ngeliat karya aja udah tercengang. Kenapa coba? Akang-teteh panitianya menyuguhkan mata ini dengan video mapping. Terus begitu masuk ke tempat pameran, sempat kebingungan juga teteh panitia ngasih kertas kecil kosong. APAKAH INI PEMILU??????? Naon ai aing.

Ternyata kertas tersebut bermaksud buat siapa pun yang dateng ke tempat pameran diharapkan melakukan voting untuk karya terbaik. Tujuan dari acara ini juga sebagai langkah perdana unjuk karya bagi mahasiswa dan mahasiswi jurusan Arsitek yang baru aja masuk ke Itenas. Karya yang ditampilkan juga beragam, ada gambar-gambar bangunan, maquette, dan foto-foto. Ada juga seminar mengenai bangunan arsitektur tentunya. Bergizi sekali acara ini.

Pameran ini diselenggarakan sampai hari Sabtu (26/3) kemarin. Closing ceremony-nya juga seru, menampilkan band-band tribute Tame Impala, Nirvana, The Beatles dan Oasis. Acara yang seru dan bergizi. Bisaan banget deh si batur bikin acaranya.

 

Teks : Dhea

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *