Press "Enter" to skip to content

U-La-La! Muchos Libre Sebarkan Single Baru!

Mendengar nama Muchos Libre tentu tidak asing lagi dong? Main terus di gigs kolektif maupun acara skala nasional menyebarkan canda dan gelak tawa melalui gimmick yang khas dan satanik. Muchos Libre adalah band surf rock slengean asal Bandung. Saya sempat mewawancarai mereka, awal tahun 2015, berbincang tentang kembalinya mereka selepas bubar. Simak di sini kalau penasaran. Kalau tidak, mari lanjut!

Muchos Libre baru saja melepas sebuah single berjudul U-La-La secara digital, Selasa (25/12) kemarin. Sebuah lagu lama yang masih lumayan segar, namun dikemas gress setelah kini mereka bernaung di bawah label rekaman Orange Cliff Records. Sejajar dengan Sigmun harusnya mampu membuat mereka lebih takabur. Perilisan ini hasil operan manis satu-dua antara Orange Cliff Records dan Stuc! Records.

Sebetulnya U-La-La (bersama single lainnya berjudul Rock Datang Bulan) sudah disebar secara terbatas sejak tahun 2014, melalui download code yang dibagikan di sebuah gigs kolektif, Saritilawah. Kala itu dua nomor ini menjadi demo selepas mini album perdana, Viva La Libre (2013). Keduanya juga masuk dalam CD demo Nada Penyulut Varises. Makanya, begitu U-La-La muncul di Spotify, sudah tak asing lagi di telinga~

Eh iya, Muchos Libre kini berformasikan Dally Anbar (vokal), Ardian Aziz (gitar), Iky Kunjay (gitar), Nizar Oktriyadi (bass), Hilman Hakimimasa (drum), plus Dilla Anbar (vokal) yang lagi ke Jepang. Sementara Nos Cikiwiw dan Adie Emo udah nggak. Meskipun lagu-lagu mereka baru sedikit, Muchos Libre adalah band kesayangan para pemuja rilisan fisik dan merchandise.

Viva La Libre dirilis lebih dari satu kali; versi rilis resmi (Sembako Menjadi CD), free download versi bubar, versi ongkos tourMelawan Manusia Udang“, dan versi rilisan Orange Cliff Records berupa cakram padat yang terlebih dulu dibuatkan kaset pada April 2018. Todos Los Hombres (2013), Keram Otot Telinga Beserta Isinya (2015), dan Kumpulan Suara Kenari Bird Grand Champion (2015) juga merupakan rilisan mereka dalam format kaset. Kemudian hadirlah Nada Penyulut Varises (2018). Deretan rilisan tersebut di luar merchandise seperti kaus dan kartu pos yang antik.

Lalu, munculnya U-La-La kali ini menandakan apa? Album dong. Kabarnya tahun 2019 menjadi agenda lahirnya album baru mereka. Akhirnya, setelah lima tahun penantian. U-La-La sendiri, seperti kata Dally, didedikasikan untuk kegoblogan Iki Kunjay dalam bermain gitar, kesederhanaan Nos dalam effort membuat lagu, serta kehancuran lirik dari singkayo kembar, Dally dan Dilla. Jadi, mari sambut kehancuran musik rock Indonesia.

Instagram: instagram.com/muchos_libre

Comments are closed.