Press "Enter" to skip to content

“Tumaritis”, Single Teranyar dari Max Havelaar

Bandung (masih) aja diguyur hujan. Enak, sih, kalau disuguhin bala-bala sama kopi hitam nan nikmat. Naon lah. Yaudah, daripada kamu kedinginan, sini bakal saya kasih satu berita yang cukup menarik untuk disimak. Jadi, pada hari Rabu (6/1), band asal Jakarta, Max Havelaar, baru aja ngerilis single teranyar mereka yang berjudul Tumaritis. Nah, single ini tuh katanya menjadi pengenalan pertama dari debut album mereka yang kabarnya, sih, bakal hadir di permulaan Februari 2016. Wah, mantap jiwa kan? Kalem, kalian belum tau Max Havelaar? Keterlaluan.

Pasti pikiran kalian langsung terkoneksi kalau Max Havelaar itu merupakan novel karya Multatuli, ya? Haha. Sama saya juga kayak gitu. Well, bukan Max Havelaar yang itu, lho. Jadi, band yang mengusung genre experimental rock ini dibentuk pada tahun 2010 yang beranggotakan orang-orang kenamaan, seperti Dedidude (vokal, gitar), Muhammad Asranur (keyboard, piano), David Q. Lantang (gitar), Teddy Satrio (bass), dan Timur Segara (drum). Menurut saya, sih, perkembangan mereka nggak begitu signifikan. Yoa, semenjak merilis single Suara Kita Suara Tuhan tahun 2012 silam, nggak jauh dari sana, band ini kayak tenggelam di makan sama bumi. Entah barudak-nya yang sibuk entah apa lah.

Nggak mau kalah sama band-band lain, di lagu Tumaritis, Max Havelaar juga mengajak beberapa musisi yang sangat berpengaruh di belantika permusikan. Edan bahasanya euy. Iya, mereka ngajakin Akbar “Efek Rumah Kaca“, Ria Septiani “AreYouAlone“, dan lagu ini di-mixing oleh Ario Hendrawan, di-mastering oleh Indra Q. Selain itu, artwork-nya juga dikerjain sama salah satu seniman asal Bandung, yaitu Rere.

Btw, lagu Tumaritis ini berdurasi 6 menit 57 detik. Lama, ya? Wajar. Hehe. Lagu ini bisa dibilang easy listening. Dimulai dari hentakan drum yang simple, riffriff gitar yang nggak terlalu ribet kayak band-band experimental biasanya, dan Dedidude yang tetap dengan khas falsetto-nya. Selain itu, seketika saya dibuat speechless sama suara lenggam dari Ria Septiani dan nada elektro yang begitu ekspresif. Whoa mantap!

Menurut siaran pers, lirik lagu Tumaritis berasal dari tentang pernyataan dan kegundahan tentang bagaimana konsep perikehidupan yang sering kita terima, seringkali berseberangan dengan kondisi yang kita hadapi. Tumaritis adalah tempat idaman di mana semua kebaikan (juga keburukan) hidup berdampingan secara harmonis. Tumaritis adalah tempat di mana kita bisa hidup ideal, berdampingan satu sama lain tanpa pernah merasa takut akan perasaan untuk ditindas. Intinya, Tumaritis adalah sebuah harapan. Waduh, sangat bijak sekali, ya, mas-masnya.

Yaudah kalau kamu makin penasaran, mendingan langsung simak aja lagunya, ya. Mangga mamam.

Twitter : @MaxHavelaarID

Website : suaraxmaxhavelaar.com

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *