Press "Enter" to skip to content

Tips Liputan Event yang Baik ala ROI!

Sebagai media alternatif, tentu kami punya tanggung jawab untuk mengamalkan prinsip maupun kode etik jurnalistik. Sama halnya seperti media arus utama. Berat juga ya. Padahal bagi media seperti kami, kebebasan dalam menyebarluaskan berita menjadi alasan kami masih bertahan di tengah ‘problematika’ selama ini. Hehehehe.

Tapi, bukan tanpa alasan kami berdiri di atas taglineruang alternatif kamu“. Kami menyiasatinya dengan kerja kreatif ala ROI! dan penguatan melalui taglinejikalau kamu tidak suka, sukailah.” Ya gimana kami dong mau gimana juga, toh, kamu nggak ikut urunan buat bayar domain dan hosting website, kan? Hahahaha. Buat yang pengen tau (walaupun kamu pasti nggak pengen tau) tentang bagaimana cara kami meliput, mengulas, serta mengemas acara, kami kasih tau sedikit deh. Siapa tau di antara kamu-kamu ada yang lagi atau pengen jadi reporter, ini bisa jadi rEfErEnSi LiPuTaN nYaNtEi. Toh, bukan rahasia pabrik juga. Yaudah simak, Oye-Oye Tips Diakhirpekan!


1. Membaur dalam Kerumunan Pengunjung

Hal yang utama dari pergi liputan event adalah, jangan ketauan kalau kamu dari media. Kamuflase! Biar kalau ada bocoran dari panitia acara, kamu bakal terus denger aja gitu tanpa ketauan. Kalau ketauan kan bisa aja mereka minta “aduh jangan diceritain ya hal ini mah, bagus-bagusin aja acaranya.” Hehehe pernah. Tunjukkan ID Card media saat registrasi dan momen tertentu. Selain itu, ya simpen. Sombong amat diliat-liatin. Biar orang-orang tau kalau kamu anak media, hah?!

2. Catat Poin-Poin Penting

Kita mah sering lupa kalau nggak nenggak cerebrovit dulu. Makanya harus punya catatan. Bisa, sih, lewat handphone. Tapi, kenapa nggak coba membumi aja? Hahahahaha. Misalnya tulis catatannya di kertas pelapis rokok, atau media kertas lainnya sambil pinjem alat tulis ke pengunjung lainnya. Ini bukan soal siap-nggak siap, tapi ya memanfaatkan apa yang ada di venue. Pekerja kreatif, kan?

3. Pacu Kreativitas dengan Menenggak Minuman!

Apa nggak kesel bekerja terus tanpa merasa rileks? Minum dong. Tapi jangan yang dosa. Kopi seduh murah kok cuma kisaran 3-4 ribu dalam kemasan plastik gelas. Itu mah udah kultur. Alasan lainnya kamu perlu sambil minum adalah agar nggak bau baham ketika harus tiba-tiba mewawancarai narasumber atau pas sing along bareng fans garis keras. Bisa terbayang dong hoream-nya mencium bau baham, hihihi.

4. Tetap Aktual

Media harus mengabarkan secepat mungkin kejadian-kejadian menarik di lapangan. Orang-orang butuh itu. Jadi, harus tetap update di kala sedang bertugas. Kalau di ROI! penyebaran berita ini dibatasi untuk Instastories, biar nggak nyampah. Siasati aja dengan sebar berita lewat Twitter. Bisa, kan? Ya bisa dan boleh kalau kata Markom kami. Dasar Markom ROI! goblog.

5. Istirahat yang Cukup

Batasi diri. Jangan sampai kondisi tubuhmu dipaksakan tekor hanya untuk urusan duniawi. Hidup kamu bukan cuma buat memediaan, boss. Istirahat sejenak. Bersosialisasi boleh. Melamun sambil tiduran boleh. Sambil beli makanan juga boleh, kan nanti bisa ajuin reimburse ke si Markom goblog.

6. Bikin Artikelnya

Ya pasti sepulangnya dari acara dong ini mah. Kan kamu juga capek. Besoknya lah paling mulai nyicil bikin ulasan acara. Nah, di momen-momen kayak gini, nih, biasanya Markom goblog suka chat nanyain progres artikel. Kalau kesel, bales aja, “sia teu apal aing budak briges?!


Kurang lebih kayak gitu, sih, proses kerja kreatif ROI! saat meliput acara. Nggak berusaha dilebih-lebihkan, karena memang semuanya pernah terjadi di dalam redaksi. Namanya juga media alternatif. Ulah serius-serius teuing lah. Hahahahahaha.