Press "Enter" to skip to content

Thumpacker, Mengenal Alam lewat “Offroad”

Sekarang ini, gampang banget deh nemuin mobil Jimny di jalanan. Mau yang mulus banget, sampai yang sangar banget nggak ada body-nya. Ternyata mereka itu punya komunitasnya masing-masing, lho. Ada yang untuk speed offroad atau mengadu kecepatan mobil, ada juga yang hanya untuk ajang silaturahmi dan berbagi ilmu.

Setelah atur jadwal, aku ketemu, nih, sama pendiri salah satu komunitas offroad di Bandung, yaitu Hirjan dan Honey dari Thumpacker. Awal mulanya, hobi yang sama bikin Hirjan, Honey dan 5 orang lainnya ngumpul. Di bulan juni tahun 2007, berdirilah Thumpacker diawali dengan Offroad bareng ke Sukawana. “Thumpacker itu sebenernya bukan bahasa Inggris, tapi bahasa Sunda yang di inggris-kan. Tumpak itu artinya naik, orang dulu mah sering mengidentikkan kata ‘tumpak’ dengan nyetir mobil. Dan ‘Er’ artinya pelaku, jadilah Thumpacker,” ujar Hirjan saat memulai perbincangan.

“Biasanya, satu bulan dua kali kita offroad, dan dalam setahun ikut dua event,” tambah Hirjan. Setiap mereka ngumpul, ternyata bukan cuma itu aja kegiatannya. Mereka juga udah banyak ngadain event, contohnya “Banjir Jimny” dan “Ulin Bareng”, acara kumpul bareng dengan komunitas lain, dan baksos ke daerah bencana. Mereka juga suka ikut kompetisi, antara lain juara umum 2 & 4 offroad West Java, juara umum 3 Tampomas Offroad, dan masih banyak lagi. Oh iya, mereka juga dapet penghargaan dari Polres Cimahi, lho.

Di Thumpacker, nggak ada istilah junior dan senior, mulai dari anak SMA sampai yang udah tua pun semuanya sama. Seleksi alamlah yang bikin mereka bertahan sampai sekarang, karena mereka ingin komunitas ini bukan untuk sesaat. Menurut mereka, Thumpacker adalah tempat untuk sharing, berbagi pengalaman, ilmu, kendala dan antisipasi untuk pembelajaran kedepannya. Dari offroad, mereka bakalan tau sifat asli masing-masing, dan banyak banget pembelajaran yang didapat dari offroad bareng, karena alam adalah guru terbaik. Edan teu, sih?

Bedanya mereka dengan komunitas lain, mobil mereka lebih rapi, klimis pake pomade hehe, pake AC, jok empuk dan intinya mengutamakan kenyamanan. “Sempet dulu, panitia event Offroad nanya, ‘ini serius mau ikutan? mobil mulus kitu, lebar’, ya, nanti kan kita benerin lagi kalau ada yang dekok,” cerita Hirjan.

Thumpacker sendiri udah ada sekitar 100 orang yang terdaftar sebagai anggota, tapi yang aktif ikut ngumpul sekitar 60 orang. Oh iya, tempat ngumpul mereka itu dulunya di Jalan Jakarta no.23. Tapi, sekarang udah pindah ke Jalan Terusan Jakarta no. 12. Buat kalian yang punya hobi sama, dan ingin ikut gabung mereka, dateng aja ke tempat mereka, dengan senang hati mereka terima. Atau yang nggak punya mobil dan ingin tau offroad itu kayak apa, dateng aja. Nanti kalian bakalan diajarin gimana caranya, dan diajakin ikut offroad bareng mereka. Ens banget.

 

Foto: Swijaya Fajar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *