Press "Enter" to skip to content

The Stocker Menyinggung Ibu Kota lewat EP DansApokalips

Jujur, saya nggak terlalu sering main ke Jakarta. Tapi banyak denger dari orang, kok, banyak banget dan kayaknya mudah pisan buat dijadiin suatu inspirasi tentang keresahan-keresahan yang dihadapi orang-orang. Semrawut jigana teh nya. Kayak band punk rock yang kebetulan mau saya bahas, nih. Udah pada tau The Stocker, kan? Emang kenapa mereka?

Dua bulan lalu, Jaws Reaksi (vokal, gitar), Edwin (bass), dan Wikskiw (drum) lewat label musik cadas Playloud Records, baru aja ngerilis ulang DansApokalips EP dalam bentuk CD, yang di tahun sebelumnya udah pernah dirilis juga dengan format kaset pita. Berisi 6 lagu penuh, kayak yang udah saya kasih tau di paragraf sebelumnya, mini album ini banyak nyeritain tentang keresahan Jaws selaku penulis lirik di mini album ini yang bersinggungan dengan ke-hectic-an Kota Jakarta.

“Jakarta udah mulai runtuh. Semuanya udah runtuh, runtuhnya sistem, runtuhnya ruang publik, keadaan semrawut. Dari sisi personal saya, pekerjaan nggak sesuai dengan harapan. Begitu banyaknya problematika di kota ini, dari bangun pagi sampai tidur lagi. Ya sudah, semuanya dituangkan ke dalam lirik. Paling nggak dari semua kegilaan ini, saya bisa berdansa di tengah reruntuhan,” sebut Jaws, dalam wawancaranya bersama Rolling Stone Indonesia.

Jaws nyeritain tentang dirinya yang punya suasana sendiri bagi dia nikmatin semua ketidaknyamanan sistem, ruang publik, dan problematika yang lainnya. Gelo ieu jero sebenerna euy. Semua itu terangkum dalam Kenyataan Bagai Belati, Dilema Simalakama, Afraid, Hidup Dalam Teror Waktu, Menunggu Mati, Bangsat Permanen, yang memberikan materi seger EP DansApokalips. Buat kalian yang penasaran mah langsung aja cek ke medsos mereka, yah!

___________________________________________

Twitter : @thestockerband

Instagram: @thestockerofficial

Comments are closed.