Press "Enter" to skip to content

“The Shift”, Transisi Nilai Jual Menuju Nilai Seni

Apa yang ada di benak kalian, warga kreatif, ketika mendengar “Pasar Senen”? Tempat belanja murah? Sudah pasti. Tapi, pada Jum’at (23/1) kemarin, saya mampir ke sebuah pameran, The Shift namanya. Bukan di Pasar Senen, tapi di Awanama Art Habitat, yang letaknya di Jalan Ampera Raya No. 19, Jakarta Selatan. Kenapa nyambungnya ke Pasar Senen? Udah deh, baca dulu aja sampai selesai.

Angga Wijaya, selaku kurator dan yang punya gelaran berkolaborasi dengan The Japan Foundation dan Awanama Art Habitat, serta mengajak tiga seniman kengkawan yang punya acara, Ardi Gunawan, Ismal Muntaha dan Yudha Kusuma Putera ke dalam The Shift. Ketiga seniman tersebut mencoba menggali potensi artistik dari sebuah komoditas yang ada di Pasar Senen, yang tentunya bagi orang awam hanya sebatas interaksi jual-beli baju bekas saja. Jenius, lah!

Jas spesial bekas perdana menteri Jepang. Asli!
Jas spesial bekas perdana menteri Jepang. Asli!

Di dalam pamerannya kita bisa menemukan hasil fotografi ala renaissance dan para modelnya sendiri ternyata para pedagang yang ada di Pasar Senen. Ada juga “puing-puing” bekas kebakaran Pasar Senen yang ditampilkan. Yang menarik perhatian saya, ada karya seni dari tumpukan baju bekas menyerupai jam pasir dan berujung ke dalam sebuah jas spesial. Pas ditanya kenapa bentuknya seperti itu, mas Rio menjawab, “Jadi, itu yang dimaksud The Shift. Sebuah transisi. Jam pasir itu mengingatkan prosesnya”. Mas Rio ini selaku director dari Awanama, guys. Eh lupa, sebelum ditampilin di Awanama, karya seninya sempet dipamerin juga di Pasar Senen.

Kok bisa, ya, bekas kebarakaran jadi karya seni?
Kok bisa ya, bekas kebarakaran jadi karya seni?

Dengan adanya pameran ini, diharapkan para pengunjung yang datang bisa mengeksplorasi sisi seni dari interaksi di kehidupan sehari-hari. Acaranya sudah berlangsung dari tanggal 22 Januari hingga 5 Februari 2015 nanti. Oh iya, di tumpukan baju jam pasir itu, ada tag kosong di setiap bajunya dan kalian juga bisa nulis apa aja, dan nantinya hasil tulisan yang terkumpul bakal dikirim lagi ke Jepang. Ongkirnya berapa, ya? Kalau kalian masih pengen mencari pameran unik lainnya, mampir aja ke kanal Awanama yang ada di bawah. Siapa tau ketemu saya. Bye!

 

Twitter : @AwanamaArt

Instagram : @awanamaart

Facebook : The Japan Foundation |Awanama Art Habitat

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *