Press "Enter" to skip to content

The Martian (2015): “Penebusan Dosa” Ridley Scott (Part 1)

Tren film fiksi-ilmiah bertema luar angkasa nampaknya belum (dan nggak akan) berakhir. Kisah eksplorasi tata surya selalu menjadi topik yang seksi untuk diangkat ke layar lebar. Dalam kurun tiga tahun terakhir ada tiga film blockbuster fiksi-ilmiah bertema luar angkasa: Gravity (2013), Interstellar (2014), dan yang teranyar The Martian, karya Ridley Scott. Selain populer di kalangan moviegoers, film tema ini juga sering ikut bersaing dalam kompetisi penghargaan, khususnya Academy Awards (Oscar).

Pada gelaran Oscar ke-86, Gravity terdaftar dalam 10 nominasi, di mana mereka berhasil membawa pulang tujuh penghargaan, yaitu Best Director, Best Cinematography, Best Film Editing, Best Original Score, Best Sound EditingBest Sound Mixing, dan Best Visual Effects. Skor dari beberapa situs movie critics pun tinggi, Rotten Tomatoes memberikan 97% tomatometer, dan 96% metascore.

Sedangkan di Oscar ke-87, Interstellar, yang disutradarai Christopher Nolan nggak begitu banyak masuk nominasi. Dari lima nominasi, film yang diperankan Matthew McConaughey ini hanya memenangkan satu penghargaan, Best Visual Effects. Rating Interstellar pun nggak lebih baik dari Gravity, yaitu 71% tomatometer, 74% metascore.

Academy Award ke-88 memang baru akan diselenggarakan Februari 2016, namun The Martian sudah mendapat banyak respon positif semenjak rilis pada 2 Oktober 2015 lalu.  Hingga minggu kedua, tomatometer menunjukan angka 93% dan 81% metascore untuk film yang diperankan Matt Damon ini. The Martian juga memuncaki daftar pendapatan film Box Office di Amerika Serikat dengan meraup keuntungan kurang lebih 37 Juta US$. “Mencundangi” film Pan (Hugh Jackman) di posisi dua dan The Walk (Joseph Gordon-Levitt) di posisi tujuh (sumber: Forbes). Bagi warga kreatif yang belum nonton, data ini mungkin akan membuat kalian tambah penasaran, sukurin. Sebagus itukah The Martian?

Ridley Scott bukanlah sutradara kacangan, apalagi anak kemarin sore di dunia film (khususnya genre fiksi-ilmiah). Pria 77 tahun ini adalah mastermind di balik film Alien, Blade Runner, dan Prometheus. Jangan lupakan juga karyanya di genre lain seperti Gladiator, Black Hawk Down, Hannibal, American Gangster dan masih banyak lagi. Jika kita menjadikan penghargaan Oscar menjadi barometer kesuksesan Ridley Scott, maka Gladiator adalah yang terbaik. Dari 12 Nominasi, film ini berhasil menyabet 5 penghargaan di Academy Award ke-73.

Namun, Ridley Scott bukan dewa, dan nggak semua karyanya sempurna. Pada 2014, ia merilis film yang diinspirasi kisah Nabi Musa berjudul Exodus: Gods and Kings. Film yang diperankan Christian Bale ini sayangnya nggak mendapatkan kritik yang cukup baik.

Pasca Gladiator, ia telah membuahkan 11 film dan bisa dibilang hanya Black Hawk Down, American Gangster, dan Prometheus yang hampir menyamai prestasi Gladiator. Namun, dari ketiga film tersebut nggak ada yang berhasil menembus angka 90%, baik dari Rotten Tomatoes maupun Metacritics.

The Martian versi layar lebar … (bersambung ke Part 2)

Sing sabar…

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *