Press "Enter" to skip to content

“The Last Guitar On Earth”, Ajang Eksistensi Pengrajin Gitar

Minggu (23/3), Black Horse Production dan On Kreasi menggelar sebuah acara “The Last Guitar On Earth”. Acara ini merupakan ajang silaturahmi para pengrajin gitar. Intinya, sih, acara ini dibikin untuk men-support para pengrajin gitar, khususnya DKG (Dapur Kreasi Gitar) yang tersebar di seluruh kota Bandung, supaya masyarakatnya lebih aware sama si pengrajin lokal.

Acara mestinya  mulai dari jam 13.30 WIB, tapi karena satu dan lain hal, jadi aja ngaret setengah jam, tapi adek nggak apa-apa bang, wes biasyaaaa. Acara dimulai dengan workshop yang dipandu oleh Kang Dadi Yeehaw (PHB), diisi dengan tutorial dalam pembuatan gitar roundback (body fiber) ukuran kecil yang punya ngaran  #MiraTarantula.

foto: Bondan
foto: Febryadi Bondan

Namanya juga tutorial, kita dikasih tau sama para ahlinya dari DKG dan Kundicraft gimana caranya bikin gitar. Prosesnya, dimulai dari milih bahan buat gitarnya, body-nya mau gimana ya terserah, asal jangan body Aura Kasih aja shay. Terus bracking sama neck-nya gimana. Sedangkan buat finishing gitar, beda lagi nih yang ngajarinnya. Untuk finishing kita diajarin sama Kang Iyang String Family. Acara workshop sendiri berlangsung selama kurang lebih satu jam setengah.

IMG_9472

Selain workshop, kita juga disuguhkan pameran dari DKG (Dapur Kreasi Gitar) yang ngasih liat beberapa kreasinya seperti contra bass, biola, gitar dari bamboo, juga gitar lainnya dengan berbagai bentuk, misalnya pistol (seriusan!). Selain dari DKG, ada juga dari Kundicraft yang menampilkan aksesoris dari limbah elektronik disulap jadi kalung, gantungan kunci, anting-giwang, frame foto, dan kreasi lainnya dengan harga yang terjangkau. Eh iya, panitia juga menyediakan tempat gunjrang-ganjreng loh, bisa sambil show off skill kita dengan sesama gitaris atau sesama pengunjung.

Sore itu langit cerah, angin sepoi-sepoi ditemani oleh penampilan duo akustik asal Jekardah, Saguaro. The Last Guitar On Earth ditutup oleh irama indah dari dua personil Saguaro, Cahyo Harimurti dan Maryam Supraba. Lagu-lagu yang disuguhkan pun cocok abis sama cuaca sore itu, nuansa banget. Acara ini bisa jadi pondasi awal untuk mengangkat industri gitar lokal supaya masyarakat lebih peduli dengan keberadaan para pengrajin.

IMG_9391

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *