Press "Enter" to skip to content

The Animal That Therefore I Am dan Katastrov Rilis Split EP Bertajuk “Svbaltern”

Sebuah berita segar hadir dari skena hardcore punk lokal. Dua unit asal Bandung, The Animal That Therefore I Am dan Katastrov, baru saja merilis split EP bertajuk Svbaltern. Kabar yang sudah tersiar terbatas melalui linimasa media sosial mereka ini menjadi rilisan sarat muatan; menjadi sebentuk perlawanan terhadap situasi sosial-politik yang terus berkecamuk di negeri ini. Badass!

Sebagai newcomer, The Animal That Therefore I Am yang digawangi oleh Catur (vokal), Sansan (gitar), Dedi (bas), dan Uti (drum) cukup menarik perhatian. Dua track perkenalannya, Langit Mencatat Kitab Darah dan Anti-oedipus/Bagaimana Kami Tak Lagi Menghasrati Represi, menyuguhkan hardcore punk penuh intensi, chaos nan filosofis.

Tampaknya, itu pula yang menjadikan porsi mereka lebih banyak pada Svbaltern. Ada tiga nomor yang termaktub; Kami Tak Bicara dengan Bahasa Surga, The Subaltern Is What Resists Symbolization Absolutely, dan Anti-oedipus/Bagaimana Kami Tak Lagi Menghasrati Represi sebagai kojo.

Sementara Katastrov hadir dengan track familiar. Memasukkan dua amunisi, Surga Imajiner dan Manusia, keduanya tercatat merupakan materi yang terdapat dalam rilisan Kultus EP (2017). Tentu saja, keduanya dianggap mampu menjadi refleksi yang relevan dengan realitas sosial-politik yang ada. Dalam pemaknaan lainnya, ini menjadi alasan bagi kita untuk kembali mendengarkan karya apokalips milik Roma Maleakhi (vokal), Arif (gitar), dan Satria (drum) yang rasanya akan tetap relevan hingga kapan pun, karena para bigot masih saja “membunuh dan melukai.”

Svbaltern Split EP dirilis dalam format digital serta fisik berupa kaset dan CD, yang dibagikan secara gratis. Sebentuk kontribusi The Animal That Therefore I Am dan Katastrov terhadap akar rumput serta gerakan sosial-politik, karena bagi mereka, “musik bukanlah mesin perubahan sosial, tetapi hanya sebagai media ekspresi yang mencerminkan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.” Respect badag.

Melalui siaran pers, mereka juga menjelaskan terkait penamaan “Subaltern” yang mengacu pada masyarakat yang secara sosial, politik, dan geografis terletak di luar struktur kekuasaan hegemonik koloni dan tanah air kolonial. Suguhan artwork yang menggugah merupakan hasil karya dari Satria Gustian. Kalian sudah bisa mendengarkan Svbaltern melalui laman yang mereka buatkan khusus di platform Bandcamp dan Soundcloud. Sekarang!


Instagram: The Animal That Therefore I Am | Katastrov

Soundcloud: Svbaltern Split EP