Press "Enter" to skip to content

Menunggu Dibukanya Wahana Baru Bernama “Teras Cikapundung”

Mendengar¬†Teras Cikapundung udah dibuka akhir tahun kemarin (31/12), ada keinginan buat liat teras baru di tahun yang baru. Jumat (8/1), saya mau nyobain lenyeh-lenyeh di teras pinggir sungai ini. Sesampainya di teras (yang padahal mah dikasih nama taman aja biar seragam sama yang udah ada), ternyata jalan masuknya masih dirantai. Ada tulisan larangan masuk, sama simbol strip perboden. Abis nanya-nanya ke mamang parkir yang dipanggil “Jang” sama mamang parkir lainnya, dan katanya, “Tamannya masih direnov, A. Pembukaannya nanti tanggal 21”. Meskipun, taman ini, eh, teras ini masih direnovasi dan belum diizinkannya pengunjung untuk ngaso di dalem, udah banyak orang yang penasaran sama teras yang berada tepat di belokan sungai Cikapundung ini.

Kalau ngomongin pembangunan teras ini, sih, di luar ekspektasi saya yang terbiasa ngeliat taman-taman kota yang bertema. Teras ini nggak semuanya teras. Di seberang sungai, setelah melewati jembatan merah yang klasik, baru kita bisa ngaso di teras. Sedangkan, saat kita memasuki area Teras Cikapundung, kita akan melewati area bukit-bukit mini kayak bukit Teletubies, dan bakal banyak tempat duduk yang menarik buat nongkrong-nongkrong. Abis itu ada gagambaran yang kata saya, sih, tentang gambaran sungai. Background-nya biru, sih. Abis itu ada lampu-lampu menarik dengan benteng bata merah yang kayaknya kita diajak ngeliat gagahnya Gajah Mada.

Terakhir, kita nyebrang sungai dengan cantik, nggak perlu becek-becekan, lewat jembatan beralas kayu bertiang besi berwarna merah. Yuk, jaga teras baru ini, jangan dirusak, jangan injek rumput yang ditanem sama mamang-mamang, biar semua orang Bandung bisa sama-sama menikmati satu wahana baru gagasan Kang Emil ini.

 

Teras Cibeunying, 8 Januari 2016.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *