Press "Enter" to skip to content

Temennya Teteh Merilis Single tentang Konsep Menikah Murah

Semua orang senang bercerita, entah itu kepada sesamanya, atau pada sebuah benda. Caranya bisa melalui medium apa saja. Lewat layanan BNI call center juga bisa, kan hidup ini hanya main-main semata. Lewat musik? Bisa banget. Tanya aja sama Temennya Teteh. Memulai karier bercerita-melalui-musik sejak Agustus 2014, Temennya Teteh mengangkat isu remah-remah kehidupan ini, dengan pemilihan lirik yang sederhana dan dibuat renyah nan jenaka. Seperti yang coba mereka tunjukkan di single Himne KPR, soal kegelisahan manusia akan rumah tinggal yang ribet amat ya sekarang. Atau menyinggung para kawanan yang tiba-tiba Mendadak Politik. Ah, semua aja dibahas! Kalau soal cinta?

Umumnya kelompok bermusik nyentrik menjauhi tema cinta, yang nggak jauh dari bahagia dan sakit hati. Tapi, Temennya Teteh mengambil risiko image band-nya merosot tajam, dengan secara resmi merilis sebuah lagu cinta berjudul Realita, Cinta dan Biaya. Single baru ini resmi diperkenalkan kepada publik saat resepsi pernikahan temennya para personel Temennya Teteh, Sabtu (30/7) kemarin di Kemang, Jakarta Selatan. Single ini berkisah tentang keruwetan proses menikah, serta tingginya biaya yang musti dikeluarin.

“Yang fana adalah seragam panitia pernikahan, tagihan abadi,” kata Awe Mayer, melalui siaran pers. Realita, Cinta dan Biaya juga merupakan ajakan bagi pasangan yang akan menikah untuk membatalkan sewa gedung dan DP katering, dan mengalihkan pilihan pada nikah di KUA dan menggelar resepsi di rumah. “Penting untuk melihat esensi pernikahan sebagai kehidupan bersama ke depan, bukan sekadar pesta sehari. Kami berpikir ranjang jauh lebih penting daripada kursi pelaminan,” lanjut Awe menjelaskan konsep menikah versi Temennya Teteh.

Temennya Teteh merupakan kelompok bermusik berformat akustik asal Jakarta, diisi oleh Awe Mayer (vokal), Fajar Mercury (ukulele), dan Jodi Clapton (gitar). Khusus untuk Jodi, dia adalah personel baru, yang diresmikan berbarengan dengan single Realita, Cinta dan Biaya. Format trio akustikan ini mirip kayak kelompok bermusik asal Bandung, Pemandangan, kali ya. Gimmick doang? Bodo amat. Sesuai pengakuan mereka, “Dunia ini punya banyak pilihan. Dan bodohnya, kami memilih untuk terlihat bodoh.”

Kontak mereka untuk mengiringi musik jenaka di resepsi pernikahan kalian. Insya Allah bahagia.


_______________________________________

Twitter: @temennyateteh

Comments are closed.