Press "Enter" to skip to content

Taruk Segera Kemas “Sumpal” dalam Format Kaset

Dari sekian banyak band baru di Bandung yang memainkan musik kencang, Taruk masuk dalam radar kami, dan tentunya kami rekomendasikan untuk kamu-kamu para pengendara motor. Gimana nggak, musik hardcore punk yang mereka namai sebagai hate n’ roll ini sangat cocok menuntunmu melabas jalanan selepas lampu hijau menyala. Ngeng, imbauan bapak-ibu dari Area Traffic Control System Dishub Kota Bandung teredam distorsi Taruk yang memenuhi seisi headset usang dengan polet kotoran kuping yang mengering.

Kali pertama muncul akhir tahun lalu, Karel (vokal), Bobby Agung Prasetyo (gitar), dan Matin Mahran (drum) kini telah utuh sebagai kelompok musik setelah rilisnya mini album mereka bertajuk Sumpal, yang rilis Februari 2019 lalu. Namun sayang, para pemilik harta berlebih serta kolektor rilisan nggak menemukan album fisik Sumpal di gelaran Record Store Day tahun ini. Jadi weh uang mereka pada dipake buat beli pisang naget dan geprek bensu. Teu ketang.

Tapi, Taruk tau kalian butuh kabar baik. Dalam waktu dekat, Sumpal akan tersedia dalam format kaset c-18, dirilis melalui Sound Vision. Bilang apa? Alhamdulillah. Empat nomor segar mereka; “(Introduksi) Katarsis“, “Berapi-api“, “Pesta Durga, Kegelapan Adalah Surga Terahir“, serta “218” yang menampilkan Doddy Hamson (Komunal), akan berbentuk fisik sejumlah hanya 100 kopi. Bukan robusta, bukan arabika. Hehe udah ah jangan bercanda terus.

Sejak perilisannya, Sumpal bisa didengarkan melalui platform musik digital macam Bandcamp dan Spotify. Mini album ini bercerita tentang fase kehidupan seorang petarung di dunia paralel, digarap di Teargas Lab Bandung dengan bantuan Irsyad Ali. Sembari menunggu kapan pastinya paket kaset Sumpal dipasarkan, ada baiknya kalian pesan dulu kaus merchandise mereka. Masih seger tuh.

Oh ya, kami juga mau ngingetin perkataan Matin yang dikutip melalui siaran pers; “Kami membuat EP ini untuk mewakili orang-orang yang merasa dirinya tertindas oleh rutinitas sehari-hari. Cocok pula bagi para bejat, penjahat dan lain-lain yang mulutnya pantas disumpal sebelum berbicara panjang lebar dengan penuh omong kosong.” Waduh. Ayo ah jaga ucapan.

___________________________________________

Twitter: @taruklebam

Instagram: instagram.com/taruklebam

Bandcamp: taruklebam.bandcamp.com

Foto: Adib Rizkiyansyah & dok. Sound Vision

 

Comments are closed.