Press "Enter" to skip to content

Tamasya ke Taman Mimpi Bottlesmoker di “Hypnagogic Journey Concert”

Gimana, sih, perasaan kalian ketika band yang kalian idolakan semenjak lama menggelar konser? Pasti seneng banget dan excited tentunya. Nah, dengan bermodalkan dua perasaan tadi, saya berangkat ke gelaran konser Bottlesmoker yang bertajuk Hypnagogic Journey Concert, Kamis (13/11) lalu. Gelaran ini merupakan puncak dari program #HypnagogicJourney yang udah mereka laksanain sepanjang tahun 2014. Program #HypnagogicJourney yang dimaksud adalah serangkaian mini konser yang dipakai sebagai intro dari Hypnagogic Journey Concert ini.

Bertempat di Rooftop Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), acara yang rencananya bakalan dimulai sekitar jam 7 malem, harus molor dikarenakan hujan yang cukup deras dan lama. Kalau indoor, sih, saya yakin nggak bakalan molor, tapi da si venue-nya teh outdoor, jadi weh harus nungguin hujan nggak terlalu deras dulu. Hiks. Sekitar jam setengah sembilan malem acara akhirnya dibuka dengan voice-over yang sedikit menjelaskan tentang Hypnagogic Journey Concert.

Sedikit saya jelasin tentang set panggungnya, jadi di panggung utama itu ada semacam dome atau ubur-ubur (?) dari balon transparan dimana si penampil main di dalam balon tersebut. Terus di sampingnya ada screen dan di belakangnya ada dua balon besar berdiameter sekitar 5 meter gitu. Keren lah pokoknya mah.

Dibuka dengan lagu Phony dimana para manusia berbentuk kapsul (capsuleman) masuk ke set dan menari-nari mengikuti irama lagu seakan-akan bilang “selamat datang” buat para penonton yang udah hadir. Sehabis lagunya beres, akhirnya Angkuy dan Nobie naik panggung dengan jubah ala-ala Indian gitu dan langsung geber ngebawain satu lagu.

Capsuleman berbulu nan unyu.
Capsuleman berbulu nan unyu.

Kalau saya nggak salah hitung, ada sekitar 14 lagu yang mereka bawain malam kemarin, diantaranya Pixel Heart, Inconsolable Rooftop Club, Le Voyage, Roses, City Riding: Morning Tea, City Riding: Morning Coffee dan bejibun lagu ens lainnya. Selain lagu sendiri, lagu dari Depeche Mode berjudul Just Can’t Get Enough juga sempet dibawain, lho, dengan aransemen ala Bottlesmoker pastinya.

Bottlesmoker juga ngajak kolaborasi beberapa seniman dari berbagai multi-disiplin mulai dari seniman visual, body movement, seni instalasi dan pantomim. Ada juga Teman Sebangku dan juga kuartet Anak-Anak Kucing yang bikin lagu-lagu Bottlesmoker jadi terdengar beda banget. Di lagu Inconsolable Rooftop Club dan Roses, Teman Sebangku ngasih sentuhan permainan gitar akustik dan juga vokal yang manis. Ena.

Sedangkan di lagu City Riding: Morning Tea dan City Riding: Morning Coffee, di screen samping panggung ada semacam penampilan wayang orang dari Wanggi Hoed dan Permata A. Rahardja. Mereka merangkai gerakan dan nyuguhin sebuah cerita dengan merespon lagu yang dibawain sama Bottlesmoker. Sehabis itu, Angkuy dan Nobie mempersilahkan penonton buat nikmatin semacam dokumentasi pendek yang berisi video-video footage perjalanan mereka selama Tur ke luar negeri.

Kolaborasi Bottlesmoker sama Anak-Anak Kucing juga nggak boleh dilewatin. Sedikit info, Anak-Anak Kucing merupakan grup yang terdiri dari duo Tetangga Pak Gesang, Yuda dari Nada Fiksi dan Dimas dari Mr.Sonjaya. Dan hasil kolaborasi mereka keren pisan! Lagu Le Voyage terdengar jadi lebih manis pas ditambah dari senandung tanpa lirik dari Anak-Anak Kucing.

Di lagu ini juga para penonton dipersilahkan buat ikut berkontribusi di acara ini. Gimana caranya? Jadi, pada beberapa hari sebelumnya, Bottlesmoker udah ngasih tau buat download sebuah aplikasi bernama Stellar Concert App. Aplikasi tersebut merupakan buatan sebuah developer asal Bandung bernama Labtek Indie yang sudah memenangkan INAICTA di tahun 2013 dan 2014. Nah, pas dijalanin aplikasinya dan dikoneksikan dengan server, maka si aplikasi ini bakalan bikin layar smartphone kita kedap-kedip warna-warni ngikutin beat lagu. Edyaan, kvlt pisan!

Body Movement merespon lagu.
Body Movement merespon lagu.

Berjalan sekitar 1,5 jam, akhirnya Hypnagogic Journey Concert mencapai puncaknya. Membawakan lagu pamungkas berjudul Hypnagogic, Bottlesmoker berkolaborasi dengan semua kolaborator mulai dari pantomim, body movement, capsuleman dan Anak-Anak Kucing. Beberapa penonton juga sempet diundang ke atas panggung buat maenin instrumen pilihan mereka sendiri. Gokils!

Overall, saya puas bangeeet sama konsernya kemarin dan saya yakin para penonton lainnya juga sependapat sama saya. Konser tunggal kedua Bottlesmoker ini berjalan tanpa hambatan yang berarti, kecuali hujan. Visual yang disajikan sama Killafternoon bikin para penonton takjub dan serasa lagi tamasya ke taman mimpi. Setiap lagu yang dibawain juga bikin pikiran kita ngawang enak gitu. Para penontonnya juga nggak kalah keren, meskipun hujan, hal itu nggak bikin para penonton nyari tempat buat berteduh. Ada yang rela huhujanan, ada yang pake payung, bahkan ada juga yang naek ke atap gedung. Amazing banget pokoknya mah!

Oh iya, Hypnagogic Journey Concert ini juga dijadikan momentum sebagai pesta perilisan fisik album Hypnagogic, lho. Saya udah bingung pake kata-kata apalagi buat menggambarkan kekerenan konser kemarin malam. Sukses terus buat Bottlesmoker, ditunggu banget project-project berikutnya!

Foto : Ade Bambang