Press "Enter" to skip to content

“TalkAtive Vol. 3”, Gelaran Ringan yang Bergizi

Menghabiskan waktu di bulan Ramadan memang nggak oke kalau cuma dipake tidur doang, warga kreatif harusnya juga melakukan hal-hal yang bermanfaat. Cie gitu. Teu ketang, terserah kamu itu mah. Kalau kamu milih diem-diem aja di rumah, karena alasannya nggak ada acara di Bandung, mungkin kamu nggak tau, kalau Jum’at (17/6) kemarin ada kegiatan TALKATIVE vol.3 dengan tema Creative Music Workshop.

Nggak tanggung-tanggung, sih, kegiatan yang diinisiasi oleh Project Vade bersama Go Ahead People ini langsung mendatangkan Arian 13 (Seringai), Haikal (Sigmun), dan Angkuy (Bottlesmoker) sebagai pemberi tausiah, eits bukan, didatangkan sebagai narasumber yang boleh ditanya-tanya sama yang mereka-mereka yang hadir. Karena datang telat, si kami melewatkan beberapa hal di awal kegiatan, beruntung pas sampai di Kopi Tijd! Café, sharing sesi pertama baru saja akan dimulai.

Jadi, sesi sharing dibagi menjadi dua, di sesi awal ada Haikal dan Angkuy yang berbagi tips dan trik dalam melakukan Home Recording. Keduanya, sih, lebih memaparkan pengalaman saat melakukan home recording, dari mulai sharing soal peralatan dan software, kendala saat melakukan home recording, dan kelebihan serta kekurangannya. “Kalau mau dapet hasil rekaman yang kualitasnya maksimal, nggak ada salahnya kalau invest peralatan yang oke juga. Selain memang berpengaruh ke kualitas, biar awet juga, sih,” ujar Haikal di sesi tanya jawab. Selain itu, Angkuy juga sempat menjelaskan beberapa detail lain, seperti detail proses penyebaran karya, etika menyebarkan karya lewat media, interaksi dengan pendengar, ah pokoknya mah banyak, catetan saya aja penuh. Nanti fotocopy weh kalau mau.

Setelah jeda buat buka puasa dan persiapan ini-itu, sesi sharing kedua pun dimulai dengan Arian13 sebagai pemberi tausiah. Di sesi kedua, Papap Arian berbagi mengenai Band’s Image dan Merchandising. Diselingi guyon-guyon seperti stand-up comedian, Arian13 membedah image band luar dan lokal, baik itu dari fashion, penggunaan logo band, sampai ke menentukan sikap dalam bermusik. “Sebetulnya fashion itu nggak terlalu berpengaruh, yang penting, sih, musiknya,” ujar Arian. Beuh, sadesssss.

Setelah memberi ini-itu mengenai Band’s Image, Arian13 juga sharing mengenai proses merchandising dari Seringai. Papap Arian bercerita bagaimana proses penentuan logo Seringai, proses distribusi merchandise-nya, sampai sedikit berbagi itung-itungan mengenai jualan merch. “Sebetulnya merchandise bisa juga menjadi bahan advertise untuk band itu sendiri, biar orang teh banyak yang penasaran. Jadi, kalau kita manggung dan main bagus, bisa menimbulkan ketertarikan buat orang tersebut membeli merchandise kita,” tambah Arian.

Di kegiatan TALKATIVE vol. 3 ini, selain ada sesi sharing, juga mejeng beberapa instalasi karya dari finalis GoAhead Challenge 2014-2015, Doodle Art Indonesia, dan karya fotografi dari VNRCHY. Tentunya apresiasi patut dihaturkan kepada Project Vade karena telah kembali mengadakan kegiatan TalkAtive vol.3. Selain tanpa pungutan biaya dan bisa ngantongin oleh-oleh CD Mixtape, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memberi “gizi” dan edukasi lebih kepada mereka yang baru saja menentukan langkahnya dalam berkarya, atau bahkan menambah semangat warga kreatif untuk terus ngulik-ngulik kemampuan dalam bermyuszik. Josh pisan, sih. Enak.

Pokoknya, sampai ketemu lagi di TalkAtive volume-volume selanjutnya, semoga makin hau che!

Comments are closed.