Press "Enter" to skip to content

SYUBIDUPIDAPAP: DARI 8-BIT JADI “KECEWA”

Kenalin! Syubidappapa.. eehh.. Syubidupidapap. Aduh, susah nulis namanya. Nggak apa-apa, bukan masalah. Toh, nama-yang-susah-ditulis-dan-disebutin bukan jadi alasan bagi kami untuk nggak mewaspadai kuintet ini. Nama, sih, boleh susah, tapi materi lagunya, gampang banget buat dicerna. Kalau dulu, Sugar Pop (fanbase Syubidupidapap, RED) mengenal mereka dengan musik 8-bit, sekarang unsur-unsur nintendo itu lambat laun hilang. Ciee.. pendewasaan kali ya..

Mereka adalah Igi (vokal), Yunan (gitar), Salt (gitar/programmer), Eka (bass) dan Dicky (drum). Iya, beberapa di antaranya bukan nama baru di skena musik indie bandung. Salt dulu dikenal sebagai punggawa synth di unit pop punk Danger Ranger. Eka, dulu dengan gagah membetot bass di unit post hardcore Lovely Lolita. Kalau Dicky, bandnya banyak.. dulu di Never Give Up Nobita, sekarang saking maruknya, dia main drum juga di Rusa Militan, Titik Awal dan Tacky Trap. Yaudah, sih, suka-suka dia..

Belakangan, pergerakan mereka boleh juga. Doi-doi mulai jadi magnet acara-acara gig di Bandung. Paska bergabung dengan label rekaman MDN Music bareng Goodboy Badminton dan Rocket Rockers, mereka merilis single Kecewa, hasil kolaborasi dengan vokalis playboy, Aldy Danger Ranger, yang mulai familiar di radio-radio lokal. Konon, mereka sedang menyiapkan kejutan lewat debut albumnya.

Sebelum unit ini makin berbahaya, yok kita kenalan lebih jauh. Simak hasil bincang-bincang enak ROI dengan Syubidupidapap di basecamp mereka, Minggu (31/8)!

ROI : Kalian siapa?
Yunan: Syubidu itu isinya Faisal Ryan..

ROI : Anjir, itu mah di Google juga ada, kreatif dikit kali..

Dicky: Hahaha, Syubidupidapap adalah “Toko Game”.

Eka: Iya, kenapa kami sebut “Toko Game”, karena musik Syubidupidapap itu ada unsur-unsur yang mengingatkan kita pada game-game 90-an. Ya, seperti Mario Bross atau Sonic.

ROI: Bolehlah. Pernah nyadar nggak nama kalian itu susah disebut? Kepikiran buat ganti nama?

Eka: Wah, itu mah pasti, cuma fengshuinya udah bagus euy.. Biarin, lah, jadi gimmick “band yang susah namanya”

Igi: Kepikiran ganti nama jadi Andalus. Hahaha..

ROI: Teu.. Oke, wajar kalau kalian menyebut Syubidupidapap itu “Toko Game”, karena dulu kalian dikenal dengan musik 8bit-nya. Tapi sekarang kayaknya udah nggak deh, kenapa tuh?

Yunan: (Musik 8bit) nggak 100% ilang. Tapi, berkurang itu pasti. Karena kita pengen semua segment, dari muda sampai tua bisa denger musik kami. Menurut saya, sih, masih banyak orang yang nggak familiar dengan musk 8bit. Sekarang, udah aja cukup sebut genre kami Pop-Rock..

ROI: Sejak 2008 sampai 2012, kalian membawakan musik-musik 8-bit, sekarang tiba-tiba banting stir. Susah nggak keluar dari genre yang 4 tahun kalian usung itu?

Eka: Susah juga, saya pribadi malah sempet nggak mau pake drum, karena jadi kayak band kebanyakan, nggak ada ciri khasnya. Cuma waktu itu saya liat Dicky main sama Tacky Trap, anjir keren..

Dicky: hehe, makasih..

ROI: Tolong fokus kakak..

Yunan: Ya, dibilang sulit, ya, lumayan sulit. Tapi gini.. Kondisinya, dari nama band aja susah disebut hahaha. Gimana caranya ini band imejnya bisa kuat, ya, makanya harus punya materi (lagu) yang kuat. Walaupun harus agak kompromis dengan pasar.

ROI: Nah, Eka tadi sempet nyinggung kalau kalian awalnya ragu pake format full band karena takut sama dengan band kebanyakan. Terus apa, dong, yang akhirnya bikin kalian yakin dengan formasi sekarang?

Yunan: Gi, coba jawab..

Igi: Mmmh.. Nggak ngerti..

ROI: Euh..

Igi: Hahaha, yakin karena Syubidupidapap itu personelnya alay-alay..

Yunan: Hahaha, kami yakin karena jujur, saya sendiri baru percaya diri dengan materi (lagu) Syubidupidapap yang ada di album nanti. Grafiknya justru naik setelah Syubidupidapap hadir dengan format band.

ROI: Itu aja?

Dicky: Eh, kita jual vokalis juga kali. Dari kualitas vokal, dan fisik, Igi bisa, lah, masuk kriteria Bandung Geulis. Hahaha..

Igi: ….

ROI: Bisa.. Ngomongin soal albumnya.. Amicitia. Apaan, tuh?

Eka: (Amicitia) itu artinya Pertemanan dalam bahasa latin. Kenapa? Karena memang dari segi lirik banyak tema-tema tentang pertemanan. Plus, kami juga menghadirkan personel-personel band indie Bandung, yang juga teman-teman kami.

ROI: Wew, siapa aja? Semua lagu featuring-an? Kenapa? Nggak pede? hehehe

Eka: Enam dari tujuh lagu itu isinya kolaborasi, di antaranya ada Novan (Too Weak To Dance), Aldy (Danger Ranger), dan Aris (Hoolahoop). Awalnya nggak sengaja, sih, ngajak Novan aja di salah satu lagu. Tapi idenya Jibeh, akhirnya semua lagu kita kolaborasi, jadi gimmick. Konsep pertemanan gitu..

ROI: Jibeh itu siapa?

Eka: Nabinya Syubidupidapap, hahaha..

ROI: Oh.. Ada alasan khusus kenapa mereka yang dipilih untuk kolaborasi?

Eka: Ya, pertama alasan pertemanan. Kebetulan, kami tumbuh di skena musik yang sama. Umur juga nggak beda jauh. Alasan khusus, sih, misalnya kenapa Aldy (Danger Ranger) dipilih untuk lagu Kecewa, karena sosok playboy-nya cocok dengan isi lagu, hehehe.

ROI: Kalau secara musikalitas di album Amicitia nanti, banyak pengaruh dari band-band apa?

Eka: Saya, sih, musik-musik indie-rock, emo misalnya Lower Than Atlantis, Taking Back Sunday atau Deaf Havana.

Dicky: Crabcore, nggak deng.. ya, masih musik-musik pop punk. Misalnya Motion City Soundtrack.

Igi: Aku, sih, dangdut. Cici Paramida, atau Uut Permatasari.

Yunan: Saya mah dengerinnya Jikustik atau Ada Band. Saya lebih banyak ke lirik, sih, daripada aransemen.

ROI: Garis besar liriknya tentang apa, nih, Nan?

Yunan: Ya, 60% soal pertemanan, sih. Sisanya soal percintaan. Ada juga yang ditulis Aldy dan Salt.

ROI: Kabarnya kalian sedang menggarap video klip untuk single “Kecewa” yang dirilis beberapa waktu lalu. Bocoran dong, udah sejauh mana pengerjaannya?

Eka: Modelnya rahasia.. Yang pasti Aldy (Danger Ranger) juga terlibat. Konsepnya menyesuaikan dengan lagu. Isinya kan soal PHP (Pemberi Harapan Palsu, RED), cocok sama Aldy. Storyboardnya, sih, tinggal dimatengin, kebetulan kali ini kami bekerjasama dengan Treeflat Visual Works.

ROI: Ada adegan ranjang?

Eka: Ada! Tunggu aja, pokoknya Bandung Geulis, hehehe..

ROI: Oke, deh, gokil. Coba kasih satu alasan, kenapa saya harus beli album kalian nanti?

Dicky: Karena packaging-nya bagus, kaset Nintendo, collectable, lah.

Igi: Karena… ya, masa kalian nggak penasaran, sih?

Eka: Ya, dari segi musik juga bisa menggambarkan suasana hati, bisa jadi teman kalian sehari-hari.

Yunan: Plus, banyak kejutan!

ROI: Boleh. Patut di-waspadai lah, ya! Good luck!

Foto: dok. Syubidupidapap

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *