Press "Enter" to skip to content

Sundancer Ajak Kita Menikmati Kesedihan Romansa Punk-Rock lewat “Firasat”

Pernah nggak, sih, kamu nggak sengaja menjatuhkan gelas kaca hingga pecah lalu terlintas pikiran bakal ada musibah yang terjadi? Iya nggak apa-apa, kita diedukasi dari sinetron sejak dini emang kayak gitu kok. Tapi, pernah nggak?

Kalau nggak pernah, ini aja deh. Pernah denger  pamali nggak? Sesuatu yang kalau dilakuin bakalan ada sesuatu yang terjadi? Kalau nggak juga, pernah nggak, nggak ada yang terjadi tapi kamu merasakan saja sesuatu akan terjadi? Lalu apakah yang kita rasakan selalu akan terjadi? Seperti firasat buruk nggak ada lagi uang untuk parkir atau firasat kekasih hati yang selingkuh dengan akun alter Twitter? Atau firasat buruk akan permainan Dicky Firasat di laga-laga tertentu?

Mungkin bisa jadi benar. Terjadi seperti kisah yang termaktub dalam sebuah rilisan teranyar duo garage punk asal Lombok, Sundancer. Sukses menelurkan mini album Musim Bercinta (2018) dan single Pusaka Abadi (2019), nggak membuat Decky Jaguar dan Oom Robo berhenti serta menikmati eksistensi yang masih seumur jagung ini. Single Firasat menjadi pos selanjutnya dalam bagian perjalanan mini album yang bakal direncanakan rilis pada pertengahan tahun nanti. Semoga pas beres pandemik udah bisa hura-hura lagi ya kita. Masih setia berjalan bersama label rekaman asal Jakarta, Lamunai Records, walaupun proses rekaman, mixing, dan mastering dilakukan di FX Studio, Mataram.

Berbeda dengan suguhan musik ugal-ugalan yang biasa dibawakan Sundancer, Firasat menjadi lagu balada yang cocok banget kamu dengerin pas karantina gini, yakin deh. Apalagi sambil ditemenin kesendirian dan overthinking kalian mengenai kekasih yang hilang, lebok tah mang, hahaha. Nggak kok, nuansa nada dan instrumennya agak fun sedikit lah. Tapi sedihnya mah tetep, mang.

Dikutip dari siaran pers, lagu ini menceritakan mengenai seorang pria punk rocker yang sedang patah hati. Ia menyesal karena telah menyakiti wanita yang pernah menjadi kekasihnya, dan benarlah firasat lelaki punk rock itu akan sebuah perpisahan nggak terelakkan. Sad sad sad, merintih dan sesal pokoknya! Stingak banget ini lagu jadi backsound nongkrong kamu sama temen, empat sampai lima puluh enam orang. Eh itu mah lebih teuing kayak pelantikan atuh~ Nemenin kesedihan sambil minum racun, bakal nangis edan terus jackpot habis dipijetin leher belakangnya. Ustadz Somad can’t relate pokoknya.

Ini nyata ya, bukan sekadar firasat anymore. Single yang masih segar persembahan Sundancer ini sudah bisa kamu akses di laman digital favorit kamu. Ibarat mengumpulkan tugas, file sudah sampai kini tinggal kalian yang menikmati juga menilai sendiri suguhan balada kehidupan percintaan punk rock ini. Aaah sebentar! Firasatku mengatakan Fiersa Besari adalah virusnya.


Twitter : @SundancerWav

Instagram : instagram.com/sundancer.wav