Press "Enter" to skip to content

Suguhan Berbagai Rasa oleh Frau di “Konser Tentang Rasa”

Thanks God It’s Friday! Haseek, udah masuk weekend lagi aja neeh. Seperti biasa, memasuki weekend, Bandung dipenuhi sama berbagai kegiatan mulai dari pameran, kegiatan sosial, sampai event musik. Karena saya anaknya nggak artsy dan nggak sosial-sosial banget, jadinya saya lebih milih buat nyari event musik. Hehe.

Pencarian saya itu berakhir ketika saya nemu sebuah e-flyer di Instagram yang diunggah oleh akun Liga Musik Nasional yang isinya Frau bakalan konser di Bandung. Antara seneng dan ngenes, sih. Iya, ngenes, soalnya saya mesti siap-siap buat liat berpuluh pasangan soswit-soswitan di konser itu. Tapi yaudahlah yaa, da mau gimana lagi.

Konser bertajuk Tentang Rasa tersebut diadakan di Auditorium IFI pada Jumat (22/5) sebagai salah satu rangkaian acara dari gelaran Printemps Français 2015. Nggak seperti acara musik lain yang biasanya ngaret, acara ini terbilang tepat waktu. Soalnya pas saya datang, padahal cuma telat 15 menit, tapi daerah sekitaran venue udah sepi. Salut.

Konser Tentang Rasa ini nggak diisi sama Frau doang, ada juga Deugalih yang dipercaya buat jadi pembuka acara ini. Membawakan lagu yang terinspirasi dari kisah teman-temannya di berbagai daerah, Deugalih tampil dengan sangat emosional. Keliatan banget dari lirik dan cara nyanyi do’i, emo banget lah. Pentolan dari grup Deugalih & Folks itu juga sempat menuturkan kalau bermain sepanggung sama Frau adalah salah satu harapannya yang jadi kenyataan.

Penampilan emosional dari Deugalih.
Penampilan emosional dari Deugalih.

Setelah jeda beberapa menit buat persiapan, akhirnya Frau naik panggung. Setlist-nya kali ini diisi oleh gabungan antara lagu-lagu yang ada di album Starlit Carousel, Happy Coda, beberapa lagu baru, dan ada juga lagu cover. Suasana nontonnya pun khidmat banget. Semua penonton dipersilakan duduk di kursi yang udah disediakan. Belum lagi, dengan tatanan lampu yang simple namun ciamik, makin enjoy aja nikmatin penampilan dari Mbak Leilani dan Oskar.

Hal yang unik dalam Konser Tentang Rasa ini adalah Frau selaku empunya konser pengen para penontonnya ngalamin sebuah pengalaman yang beda, yaitu dengan merangsang indera penciuman dan indera perasa. Gimana caranya? Buat merangsang indera penciuman, di tengah pertunjukan tetiba tercium bau melati yang sempat bikin penonton merinding; dan merangsang indera perasa dengan membagikan bermacam minuman yang dikemas dalam botol jamu. Antik!

“Kami ingin menyuguhkan pengalaman musikal yang berbeda dengan tidak hanya menyuguhkan (pertunjukan) secara auditif dan visual, tapi juga melalui indera perasa dan penciuman,” ujar dara cantik asal Jogja tersebut.

Duet sama Teh Rara Sekar myluv.
Duet sama Teh Rara Sekar myluv.

Oh iya, penonton juga diberi kertas bertulis “Kesan Tentang Rasa” yang diminta untuk diisi tentang bagaimana pengalamannya setelah menikmati konser tersebut. Hasilnya macem-macem, ada yang tulisan doang, ada juga yang menggambar karikatur. Cuanget.

Frau juga sempat berkolaborasi dengan Mas Erson yang memainkan terompet, serta Rara Sekar dari Banda Neira. Ah, enak pisan itu mah, syahdu~ Setelah sekitar 2 jam bernyanyi, akhirnya konser tersebut ditutup oleh lagu Melancholic Bitch, Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa. Etapi gegara penonton minta nambah, akhirnya Frau melakukan encore.

Pokoknya saya puas banget sama Konser Tentang Rasa kemarin. Emang bener Liga Musik Nasional mah nggak perlu diraguin dalam bikin pertunjukan musik, nggak pernah gagal. Sukses terus buat Liga Musik Nasional!

Foto : Talitha Yurdhika

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *