Press "Enter" to skip to content

Spectre (2015): Melihat Sisi Humanis James Bond

Sebenernya dari kecil aku teh pengen pisan jadi agen rahasia, tapi apa daya lah lasut. Yaudah weh nonton filmnya aja berhubung minggu lalu film mata-mata tersohor buatan Ian Fleming rilis. Yep, James Bond! Film James Bond yang disutradarai oleh Sam Mendes kali ini menceritakan Akang James yang mencoba memecahkan kasus yang nggak selesai di film sebelumnya, Skyfall.

Diceritakan Akang James harus menguak identitas organisasi gelap bernama Spectre di tengah kondisi MI6 yang disuruh buat nutup program double-o (00) sama pemerintah yang ternyata dipengaruhi oleh salah seorang anak buah Spectre. Di film ini juga mengaitkan masa lalu Akang James dengan apa yang terjadi sama yang dia alami selama jadi agen rahasia MI6. Euleuh ribet ya. Pokoknya kalau ngikutin film Bond, semua jadi terkait. Eis kade pakujut. Tapi tenang, bukan James Bond namanya kalau nggak bisa menyelesaikan misi dengan keren. Mobil keren yang bisa nyemburin knalpot api ada, jam tangan yang bisa meledak ada, nano chip yang ditaro dalem darah juga ada. Duh, lengkap. Pantesan Akang James ini selalu dikelilingi ciwey-ciwey cantik.

Berbeda dari film James Bond yang pernah aku tonton, Bond yang dimaenin sama Daniel Craig selalu punya kesan keren dan nggak banyak omong kayak di Quantum of Solance atau Skyfall. Tapi di Spectre kali ini lebih dibumbui dengan humor dan sisi humanis seorang agen top. Film ini bikin kita sadar kalau agen rahasia juga punya hati. Awalnya aku sempet mikir, “ah yaudah Madaline (Lea Seydoux) mah cuman jadi Bond Girl aja”. Eh taunya… Sssst ah, nggak mau kasih tau nanti spoiler.

Secara pribadi, karena emang suka banget sama film berbau mata-mata, boleh dibilang film ini cukup sukses mengangkat sisi humanis dari seorang agen rahasia yang kesannya nggak punya hati dan kejam karena punya licence to kill. Tapi film ini mampu nunjukin bahwa seorang agen juga punya rasa khawatir, sedih, senang, dan sayang sama orang di sekelilingnya. Tapi sayangnya, nih, ada kurangnya buat aku. Film kali ini kayak kurang greget dan kurang laki aja akang Bond-nya. Mungkin karena emang tujuan Spectre adalah menunjukkan soft spot dari James Bond. Tapi nggak apa-apa kok, Kang, aku masih suka… Eaaa jangan baper.

Kalau boleh ngasih spoiler dikit, adegan favorit aku mah pas di rumah Blofeld (Christoph Waltz) yang di Afrika. Bedeeeeuh pecah banget deh. Oh ya, denger-denger, nih, ya, ini bakalan jadi film terakhir Daniel Craig sebagai Bond, karena ya… Liat weh ending-nya. Hmm ah, jadi pengen cerita banyak cuman filmnya masih baru maen di bioskop. Sok atuh barudak, nongton film James Bond terbaru ameh bisa kongkow ngomongin kekerenan Akang James di film Spectre kali ini. Caw-keun!

________________________
Spectre

Sutradara: Sam Mendes

Skenario: John Logan, Neal Purvis, Robert Wade, Jez Butterworth, Ian Fleming

Music: Thomas Newman

Cast: Daniel Craig, Christoph Waltz, Lea Seydoux, Ralph Fiennes, Andrew Scott

Durasi: 2 jam 30 menit

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *