Press "Enter" to skip to content

SORGE: Komunitas Basis UNPAR yang Serba Ada

Di suatu siang yang cukup panas, aku janjian sama salah satu anak Universitas Katholik Parahyangan (Unpar). Dia bilang; “boleh, ketemuan aja di kafe Sorge, Co-op Space namanya.” Wuidih, pas banget neeeh panas gini enaknya minum kopi susu dingin yaudah weh datang. Sembari ngopi cantik, bincang-bincang tentang Sorge pun dibahas.

Siapa, sih, warga Unpar yang nggak kenal Sorge? Tukang ayam Sabana depan Omu aja hapal mereka. Ternyata, Sorge awalnya bukan sebuah unit atau komunitas, melainkan sebuah kumpulan hura-hura barudak Unpar yang suka bikin gig kecil-kecilan dan gogonjrengan di acara syukuran wisuda anggota Media Parahyangan (MP). Tapi seiring dengan berjalannya waktu, Sorge dirasa menjadi tanggung jawab, karena makin lama makin eksis dan punya banyak acara. “Untuk sekarang kita punya tiga pembagian, ada Sorge Records, Sorge Magazine, dan Sorge Cinema. Dulu sempet ada radionya tapi sekarang lagi vakum dulu,” jelas Econ, salah satu anggota yang ngurusin Sorge Magz.

interview sorge (3)

Karena anak-anak Sorge juga beberapa merupakan anggota MP yang doyan isu politik, bahasan isu di Sorge Magz seakan jadi perpaduan antara musik dan politik. “Karena kita tau, orang yang doyan musik ternyata ada juga yang doyan politik, dan sebaliknya, makanya kita pengennya cari jalan tengah buat dunia politik dan musik,” pungkas Econ dengan yakinnya.

Asyiknya lagi, Sorge yang terkenal suka bikin acara musik macam Sorge Gig ini juga sering ngadain bincang politik, lho! Mulai dari Curhat Politik dan Diskusi Tanding mereka adain di ruang diskusi, baik di Bandung maupun Jakarta. Tentunya ruang diskusi ini membahas musik dan seni yang dikaitkan dengan isu-isu politik. Bedeuh, sumpah keren nggak bohong. Walaupun punya ruang bincang politik, Sorge Gigs tetep jalan kok seperti gig Maitals Dizzy Class yang bakalan segera diadain di Spasial.

Kalau Sorge Gigs mah udah biasa kan ya. Nah Sorge ternyata juga punya pentolan band yang udah terkenal, yaitu Banda Neira dan Elemental Gaze, hasil dari Sorge Records. Denger-denger, sebenernya awal mula ngeluarin band ini ternyata bukan untuk profit, tapi buat modusin cewe! Jadi ada seorang anggota Sorge bikin lagu terus dijadiin album, ya gitu deh Econ nggak mau cerita, sih, bisi digebukin udah ngebocorin rahasia batur. Tapi justru karena modus itulah lahir Sorge Records dan akhirnya memunculkan dua band tadi untuk ikut meramaikan industri musik. Sebentar lagi Sorge Records bakalan selametan lagi, nih, atas band baru yang bakalan go public akhir taun ini. Sabar ya, belum boleh dibocorin kata tukang ayam Sabanu.

interview sorge (2)

Ngomongin soal promosi, nih, Sorge ternyata punya opini menarik soal iklan. Katanya, memang iklan dan publikasi itu bisa bikin sesuatu jadi terkenal, tapi Sorge sendiri nggak pernah memfokuskan diri buat naro iklan atau ngiklanin sesuatu. Apa karena segala sesuatu akan besar seiring dengan waktu, hahaha nggak tau atuh.

Lengkap banget ya kalau dipikir-pikir, Sorge punya label rekaman, acara, kumpul film, radio, sampai cafe! Buseeeeeeet, bentar lagi Sorge merambah ke dunia apa lagi ya? Tungguin aja deh gebrakan-gebrakan yang bakalan dibikin sama Sorge, yang pastinya bakalan edun pisan. Jangan lupa sarapan sama ayam Sabanu!
_____________________________________

Sorge

Web : sorgemagz.com

Twitter : @sorgemagz

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *