Press "Enter" to skip to content

“Sonicfair 2015”, Paket Lengkap Menjelang Akhir Tahun

Eh, warga kreatif! Tahun 2015 akan segera berakhir, lho. Sisa satu bulan lagi, neh. Tapi keseruan di tahun ini seolah nggak akan berakhir gitu aja. Beneran ini mah. Sok, inget-inget lagi, mulai dari awal tahun hingga bulan November ini, banyak banget kegiatan menarik yang ada di Kota Bandung. Baik itu ragam acara musik, kegiatan-kegiatan kreatif dari komunitas, bahkan kegiatan festival tahunan yang dibuat warga. Ya nggak? Iyain aja lah, ya.

Termasuk di hari Minggu (29/11) kemarin, saya sempat bingung mau pergi kemana? Bingung karena harus memilih salah satu dari beberapa acara asoy yang akan dihelat. Tapi karena saya jarang pergi jauh dari rumah, akhirnya saya memilih untuk ke Cimahi, sekalian touring lah. Momotoran. Biar ditanyain mamah, terus disuruh pulang. Selain hasrat touring yang meningkat, alasan melipir ke Cimahi lainnya adalah karena di sana sedang dihelat acara Sonicfair: Rock and Metal Expo Festival yang digagas oleh Revision Live Ent.. Mamah saya, sih, nggak tau saya ke acara ini.

Dilihat dari line-up yang disuguhkan, rasanya acara ini memang bener-bener akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Mak-dar-it, saya melipir lah ke sana. Gitu. Pas sampai di Lapangan Disjas Baros, waktu menunjukkan pukul 5 sore. Saya telat banget. Saya malu, karena kita teh harus membudayakan malu jika telat. Naon, sih. Nah, sesampainya di venue ternyata sedang ada Mesin Tempur yang tampil dengan tembang-tembang andalan, seperti Si Ceker Hayam, Becak Tiguling, dan beberapa tembang hits lainnya. Mesin Tempur berhasil bikin penonton ketawa-ketiwi dengan ugal-ugalan dan sodaqoh ja’riyah khas mereka. Sampai-sampai mereka bagi-bagi buku tulis buat penonton, sebagai wujud kepedulian agar para metalhead tetep ngerjain pe-er.

Selain disuguhkan kurang lebih sekitar 20 band, di venue juga mejeng beberapa booth merchandise yang turut menyediakan pernak-pernik resmi dari band Abigail Williams, serta deretan brand lokal yang ikut men-support Sonicfair.

Mister Ken "Sorceron" Bergeron...
Mister Ken “Sorceron” Bergeron…

Lapangan Disjas Baros sore itu nggak terlalu heurin. Tapi meski begitu, ternyata yang dateng nggak cuma yang berasal dari Bandung dan sekitarnya aja, ada juga penonton dari luar Jawa Barat dan sampai sengaja bikin camp. Totalitas!

Oh iya, di seberang stage utama, ada juga booth dari Magnitude yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk tempat rehat, ikutan quiz, serta ada beberapa game yang bisa diikuti. Bener-bener kerasa suasana festivalnya. Selain nonton band, hati juga riang gembira karena bisa main-main manja. Ntap.

Di Sonicfair 2015, selain line-up diisi oleh band-band lokal yang sedang naik daun dan beberapa band lokal yang sudah ternama, terselip pula satu band asal U.S.A di acara semalam, adalah Abigail Williams yang menjadi featuring artist di Sonicfair edisi Bandung.

Ekspektasi akan sesuatu yang berbau luar negeri pasti tinggi, baik itu terhadap brand mau pun band. Dan nampaknya penonton yang hadir juga begitu, pasalnya, saat mister-mister dari Abigail Williams sedang check sound aja, penonton langsung berkerumun. Tapi ternyata penonton yang dateng teh nggak terlalu tau lagu-lagu dari band yang mengusung genre black metal tersebut. Namun, apapun musiknya barudak tetep hedbeng! Rispek banget, ceesku!

Selepas mister-mister dari Amrik tampil, penonton langsung dihajar lagi oleh The S.I.G.I.T yang langsung disambut dengan penuh antusias. Di lagu pembuka, Rekti tampil tanpa bermain gitar, dan terlihat ada Absar Lebeh yang ikut genjreng-genjreng sebagai additional. Kuartet hard rock ini sukses bikin penonton sing along dari awal hingga akhir lagu. Sebuah kemantapan pisan.

IMG_7822
Hairflip, modifikasi dari kickflip. Heu.

Dua band selanjutnya pun tampil nyoco! Eye Feel Six dan KOIL bikin penonton makin ngesang dan harus beli minum gara-gara haus. Nggak ada rasa kejaiman yang nampak dari para penonton. Penonton dengan enjoy-nya ber-moshing dan ber-kesang ria. Sempet rehat beberapa belas menit, akhirnya Revenge The Fate naik stage sebagai band penutup dari total 20 band yang tampil. Penonton yang masih bertahan bener-bener meluapkan sisa energinya bareng RTF yang begitu asoynya menutup rangkaian Sonicfair edisi Bandung, tapi digelar di Cimahi.

Dengan harga tiket yang terjangkau, dan disuguhi 20 band yang memang yahud, rasanya Sonicfair memang berhasil menjadi festival musik yang berbeda. Pokoknya mah ajang musik yang bikin wareg dan nggak bikin kram di kantong. Endeus pisan. Kita tunggu keseruan Sonicfair edisi Bandung di tahun yang akan datang. Semoga di Bale Endah. Cyaw!

Foto: Yakub P.W. Atmaja

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *