Press "Enter" to skip to content

Skastra Mengajak Kita Lebih Peka Lewat Single Teranyar “More Time for Love”

Masih di tahun 2020 part 2 yang saya yakin kamu kamu ingin kehidupan kembali biasa. Datang ke kelas  dengan sebatang rokok di mulut sambil lulumpatan bisi udah absen, menjemput pacar, tidak takut untuk ciuman tanpa curiga bahwa pacar kamu OTG dan keindahan normal lainnya. Ya, semua carut marut dalam kondisi seperti sekarang ini. Seperti tulisan saya kali ini, maklum udah lama ga di suruh Pandu nulis berita pun artikel. Hehehehehehe.

Walaupun begitu, tidak sanggup rasanya melihat inbox redaksi.roi penuh, gatel dibukain tapi takut kalo udah diread teh terus ga diapa-apain. Pengen bales stiker tapi ini bukan whatsapp. Anyway, inbox demi inbox akhirnya dibuka dan benar saja. Banyak karya-karya yang mesti di apresiasi, jadi referensi baru dan wawasan yang bisa kamu sombongkan di skena. Salah satunya, satu nomor segar dari unit Ska asal depok, Skastra.

Satu Januari disaat semua setengah sadar akan tahun baru, Skastra mengirim press release yang enakeun banget dibacanya. Gini atuh, teu ngariweuhkeun penulis (peace). Sepuluh detik sampai satu menit memutar lagu ini membuat kamu ingin mendengarkannya sampai selesai. Easy listening, santai, harmonisasi instrumen yang enak untuk dinikmati terutama di situasi sepoi-sepoi selepas kamu mengerjakan deadline. Ska melow melankolis yang relate dengan kondisi saat ini juga kedalaman makna yang disuguhkan secara riang.

Menganalisa  press release yang diterima roi, sepertinya tanggal satu Januari dipilih karena representasi single More Time for Love yang ingin menyampaikan bahwasannya kita butuh waktu untuk mencintai, apapun itu. Kepada diri sendiri dengan meluangkan waktu, orang lain maupun hal hal yang melibatkan kasih. Kesibukan udah merenggut waktu manusia untuk menikmati dan mencintai banyak hal, karena melibatkan perasaan mah butuh waktu lah ya.

Dipunggawai oleh Alduri Asfirna (vokal), Ibrahim Rahman (drum), Rasmana Raga (bass), Adi Ahdiat (gitar), Fazrin Mustakin (gitar), Hanung T. Wibawa (keyboard), Faris Sutowijoyo (trombone), dan Taufiq Alkatiri (trumpet) dan tidak ada rencana untuk menambah tiga orang untuk menjadi klub bola. (tidak lucu) Skastra sudah berjalan lima tahun dengan mazhab ska bertempo sedang yang akan membuat kamu bergoyang. Setidaknya kaki kamu otomatis bergerak sesuai tempo semilir yang disajikan, sudah dibuktikan.

Setelah tahun lalu semua bidang beradaptasi dan berjuang menghadapi situasi pandemi, More Time for Love adalah sebuah refleksi dan semangat baru persemhagan Skastra untuk menjalani hari-hari kedepan. Semoga kita maju terus, tidak lupa berhenti sejenak, peka sedikit sama kehidupan diri sendiridan mengutip judul lagu seorang metalhead besutan Sun Eaten Coven, Evaluasi.

 


instagram.com/skastra

Comments are closed.