Press "Enter" to skip to content

Kisah Manusia, Alam dan Semesta Tuhan dalam Single Debut Rayhan The Daydreamers

Berkomunikasi lewat musik sesungguhnya tidak semudah membalikkan kue bolu. Walaupun begitu, musik tetap jadi media alternatif bagi komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan. Bahkan, sejak jaman dahulu, musik sudah digunakan untuk berkomunikasi dengan sesuatu yang bersifat astral. Pada masa prasejarah di Jawa Barat, alat musik dari bahan kayu atau bambu dimanfaatkan sebagai medai komunikasi dengan roh-roh nenek moyang. Banyak orang bilang, medium komunikasi musik ada pada liriknya, namun hal tersebut tak selamanya benar.

Rabu (29/4) lalu, grup musik asal Bandung, Rayhan The Daydreamers (RTD) resmi merilis single “Ranying Hatalla Langit”. Sebuah lagu instrumental berdurasi empat menit yang mengantar pesan tentang manusia, alam dan Tuhan.

“Ranying Hatalla Langit” atau Ranying Mahatalla Langit, berasal dari Bahasa Sangiang, yang merupakan panggilan kepada Sang Pencipta dalam agama Kaharingan. Konsep kepercayaan ini tercipta dan tumbuh di daerah Kalimantan Tengah, penganutnya merupakan warga suku Dayak Ngaju. Bagi Suku Dayak Ngaju, Ranying Hatalla Langit adalah alpha dan omega, Ia Sang Pencipta dan Ia juga Yang berhak mengakhiri.

Lagu ini dibuat setelah Rayhan Sudrajat (vokalis, sekaligus pendiri RTD) melakukan perjalanan ke daerah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tak ayal suara suling pada intro lagu ini orisinil dimainkan oleh musisi adat Suku Dayak, bernama Syaer Sua, di Desa Tumbang Manggu. Permainan suling tersebut direkam dengan teknik field recording ketika Rayhan berada di sana. Autentik.

“Lagu ini dibuat berdasarkan suara suling, bukan sebaliknya, seakan lagu ini memang minta diciptakan,” Ujar Rayhan saat diwawancarai ROI.

Selain musik tradisional, kondisi alam di Kalimantan juga menjadi inspirasi dibuatnya lagu ini. Walaupun tanpa penggalan lirik, RTD ingin menyampaikan pesan tentang bagaiman daya dan upaya manusia sangat terbatas dalam memperbaiki kerusakan alam. Jika ini yang disebut dengan musik rakyat (folk), di mana inspirasinya adalah kisah rakyat, maka RTD sudah berhasil mengejawantahkannya dalam single ini.

“Kami melihat, bahwa apa yang dilakukan manusia banyak berujung pada pengrusakan alam dan kami merasa pada akhirnya yang punya kuasa terhadap alam adalah Sang Maha Pencipta, atau Ranying Mahatalla Langit,” ungkap Khansa Anastya (vokal).

Baik Arbi (Drum), Khansa (Vokal), Reza (Gitar), dan Adhitya (Bass) juga mendapatkan pengalaman baru dalam bermusik melalui RTD. Aspek spiritual yang terkandung dalam lagu ini seakan mengajak pendegarnya untuk berkontemplasi tentang peran manusia di tengah semesta Tuhan. Jika kamu belum sampai tahap itu, bisa jadi kamu kurang khusyuk mendengarkannya.

RTD berharap single ini bisa menjadi sajian pembuka yang layak bagi calon pendengar. Karena, selanjutnya, RTD berencana meluncurkan single ke-dua dan video klip sebelum akhirnya merilis album penuh. Sambil menunggu karya selanjutnya dari RTD, sila mengunduh dan mendengarkan “Ranying Hatalla Langit” dalam nuansa intim antara kamu, pemutar musik, dan alat bantu dengarmu. Niscaya kamu akan mendapatkan esensi dari “Ranying Hatalla Langit”.

Rayhan The Daydreamers:

  • Rayhan Sudrajat (Vokal, Gitar)
  • Arbi Wardani (Drum
  • Khansa Anastya (vokal)
  • Reza Fauzi (Gitar)
  • Adhitya Isnandya (Bass)
Ki-Ka: Adhitya, Arbi, Rayhan, Khansa, Reza
Ki-Ka: Adhitya, Arbi, Rayhan, Khansa, Reza

Twitter: @RTDmusic_
Instagram: RTDmusic
Soundcloud: RTDmusics
Facebook: Rayhan The Daydreamers
Website: Rayhansudrajat.com/RTD

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/202189486″ params=”auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true” width=”100%” height=”450″ iframe=”true” /]

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *