Press "Enter" to skip to content

Siapa Sih Harry Roesli? Seorang Guru, Ayah dan Sahabat

Minggu (7/12) kemarin, Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) bikin acara peringatan satu dekade kepergian sang pencetus budaya musik kontemporer, Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli yang sering dikenal dengan Harry Roesli.

Harry Roesli yang terkenal dengan ciri khas lirik lagu yang kuat akan kritik sosial dan cenderung satir ini sempat mengatakan semasa hidupnya bahwa jangan matikan lampu di meja kerja saya kepada salah satu anak kembarnya, Layala Roesli. Sampai saat ini kami masih menyalakan lampu dia, antara lain kami membina anak-anak jalanan dan peduli terhadap kesenian tradisi. Pada kegiatan hari Minggu nanti pergelaran akan lebih luas. Kami ingin mengembalikan Bandung sebagai kiblat musik,  kata Layala di RMHR pada saat jumpa pers, Rabu (3/12).

Acara “Siapa Sih Harry Roesli ?” ini diselenggarakan di rumah ibunda almarhum yang dikenal sebagai Rumah Musik Harry Roesli yang bertempat di Jalan WR Supratman no.57 Bandung. Jadi yang kemaren kena macet di sepanjang Supratman mah, hampura pisan! Soalnya acara mengenang kepergian almarhum Harry Roesli ini adalah sekaligusan reuni akbar dari murid, sahabat serta rekan-rekan dari almarhum. Acara dipenuhi oleh musisi muda sampai dengan musisi sezaman dengan Harry Roesli. Fix jadi pengen ajak calon mamah mertua deh ke acara ini mah!

Atribut kaos hitam dengan tulisan almarhum memenuhi pelataran Rumah Musik Harry Roesli sebagai salah satu tribute. Merinding~ Acara live music ini dilengkapi dengan mini pameran karya seni dan foto-foto semasa Harry Roesli berkiprah di dunia musik Indonesia, jadi kangen~

sosok seorang guru, ayah, dan sahabat
Sosok seorang guru, ayah, dan sahabat.

Acara dimulai dengan diskusi musik oleh pembicara Didi Petet, Dion Momongan, Erick Yusuf, Gustaf, dan Aat Soeratin. Kemudian menuju sorenya acara ini dimeriahkan oleh Tataloe, Bedug Jepang RMHR, Uwie Prabu Cs, Can I Rock, Anaking, Baron, Juicy Luicy, Munthe, Sarah n Soul, Teman Sebangku, dan ditutup dengan penampilan Banda Neira. Banyak pisan!

Makin malam makin seru apalagi penampilan dari anak jalanan yang punya skill musik luar biasa kesayangan sang guru Harry Roesli yaitu 57Kustik. Pembawaan lagu-lagu almarhum yang membuat penonton takjub sambil duduk lesehan tea, feels like home pisan! Enak~. Banyak kenangan, dan pelajaran yang 57kustik dapat dari sang guru besar, beliau memang berkontribusi banyak di dunia permusikan, jadi nggak salah kalau penikmat musik lagu Indonesia merasa kehilangan. Tapi jangan sedih. Tahun depan bakalan dirilis piringan hitam dari kumpulan lagu ciptaan Harry Roesli yang dibawakan kembali oleh musisi muda, beda, dan berbahaya. Beli ah!

Teman Sebangku dengan Malaria
Teman Sebangku dengan “Malaria”.

Penampilan dari Teman Sebangku yang bikin ashoy dengan pembawaan Thalita, sang vokalis, yang khas membawakan salah satu lagu berjudul Malaria bikin semua berdendang sambil nyanyi dikit. Sesudahnya ada Bedug Jepang RMHR, Can I Rock feat Iwang dan ditutup dengan Banda Neira. Asik, cantik da mbak Sekar teh!

Orang baik mah selalu dipanggil duluan sama Allah,ujar salah satu anak jalanan asuhan Harry Roesli. Semua memang merasa kehilangan. Semoga karyanya terus abadi. Rest in Peace, Kang Harry Roesli.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *