Press "Enter" to skip to content

Siap Main di Pasar Malam Milik Memoria Phobia

Siapkan diri kamu dengan perbekalan yang cukup karena kita akan segera berteleportasi ke pasar malam buatan band asal Bandung, Memoria Phobia dengan mini album pertama mereka yang bertajuk Teleportasi yang udah dirilis pada Sabtu (26/9) kemarin. Dengan 4 lagu unggulan seperti Hujan Poyan, The Stone Water, Abstract Absurb, dan Antagonist Scenario dan ditambah satu bonus track, yakni New Pollution. Band yang terdiri dari Ruli Ramdani (gitar), Gilang Lukman G (gitar), Egi Anggriansyah (bass), Kusumah Ramadhan (piano/keyboard), & Irwan Nugraha (drum) akan membawa kita semua menuju dimensi lain dari musik.

Kehadiran pasar malam tentu nggak bakalan afdol kalo nggak naik wahananya. Kenapa pasar malam? Karena Memoria Phobia menggabungkan banyak genre seperti instrumental rock dipadukan dengan shoegaze & dream pop, post-rock dengan math-rock, pokoknya jadi rame we, lah, mini album iyeu kayak naek ombak banyu.

Untuk meredam adrenalin, Memoria Phobia yang telah meracik mini album selama 30 bulan ini menambahkan sentuhan musik elektronik yang dipadukan dengan lantunan musik Sunda sebagai Kuda Korsel-nya. Makanya, bukan tanpa alasan mereka berkolaborasi dengan Maya & Suntara untuk ikut menghidupkan pasar malam. Tak ikut ketinggalan Don Viko (Don Lego) ikut meramaikan mini album ini dengan lantunan suara saxophone yang membius kita untuk terus menikmati Teleportasi. Untuk mempercantik Teleportasi EP, Widhistira Suratman ikut “mendekorasi lapangan” dengan pensil, pena, dan kuasnya.

Teleportasi EP yang dirilis dalam format CD akan ikut bercerita tentang siapa sebenarnya Memoria Phobia dalam gambar yang tertera pada kemasannya. Supaya lebih afdol pasar malemnya mending diintip dulu.

                                                                                 

Twitter: @MemoriaPhobia

Soundcloud: soundcloud.com/memoriaphobia

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *