Press "Enter" to skip to content

Serunya Kora-Kora Kepala Maung di “PMKT XVIII: Castaway”

Kalau begini aku pun jadi sibuk..”. Potongan lirik theme song kartun Crayon Sinchan versi Indonesia ini menjadi tagline penduduk kampus Universitas Katolik Parahyangan serta muda-mudi Kota Bandung. Gimana nggak, Rabu (30/4) lalu, mereka-mereka, aku kamu juga, sih, disibukkan oleh banyaknya kegembiraan yang tersedia di CASTAWAY, gelaran ke-18 dari Pasar Malam Kampus Tiga UNPAR! Singkat aja ya jadi PMKT XVIII: CASTAWAY. Capek, sih, untungnya aku pemain futsal.

Dibalut konsep pasar malam, CASTAWAY penuh sesak sejak dibuka pukul enam sore. Selain karena acaranya gratizzz, siapa juga yang mau melewatkan wahana Kora-kora berkepala Maung Bandung, Turbulance Simulator yang agak mirip mesin cuci laundry, dan wahana Rumah Hantu yang tiket masuknya sudah sold out dalam waktu dua jam! Gila, aku nggak kebagian tiketnya. Alhamdulillah.

wahana
Kedemenan.

Begitu memasuki area pusat, pandangan mata dipenuhi orang-orang yang keketawaan. Banyak sekali acara reuni dadakan yang menjadikan sesi ngobrol sambil berdiri begitu hits kala itu. Beruntung malam itu nggak turun hujan. Stand makanan juga beruntung, jadi banyak yang beli.

Capek bersenang-senang bersama wahana gila, pengunjung masih dicekoki dengan penampilan band-band asyik di area indoor. Setelah band kampus dan band audisi selesai tampil, pengunjung yang berkeringat langsung bergegas menuju ke dalam GSG. Ternyata Mustache and Beard sedang tampil, syahdu sekali, apalagi kalau nonton bareng pacar. Pegangan tangan. Getek. Mereka juga membawakan single baru berjudul Morning Life, silakan segera unduh.

Bukan hanya band saja yang tampil, CASTAWAY juga menampilkan Kabaret yang menjadi pengisi acara rutin dari tahun ke tahun. Pertunjukan kabaret mahasiswa UNPAR ini cukup menarik perhatian. Setelahnya, Titik Awal dengan musik pop groove-nya memecah ke-jaim-an pengunjung untuk menari kecil ala Brandon “Indonesia Mencari Bakat”. Ruang GSG yang sudah penuh makin disesaki pengunjung yang ingin melihat Ajie Gergaji bernyanyi. Ya, Themilo menjadi penampil selanjutnya, berhasil membuat melamun lewat lagu-lagu macam Don’t Worry For Being Alone dan Langit Seharusnya Biru.

ssoree
Sore main malem banget.

Namun lamunan itu seketika berubah menjadi teriakan histeris, menyambut penampilan band penutup, SORE! Tampil dengan sang bassist, Awan Garnida, yang harus menggunakan kursi roda, SORE mulai menyapa lewat lagu No Fruits For Today. Sepertinya yang nonton pada ngapalin lirik dulu, soalnya pada hapal dan nyanyi bareng. Senangnya kompak gini, kayak Pramuka. Penampilan mereka diakhiri oleh lagu Sssst… yang disambung dengan Funk The Hole. Betapa bahagianya kamu nonton mereka gratis. Sana bilang makasih sama @PMKTXVIII.

Begitulah keceriaan dan keringat yang lahir dari gelaran CASTAWAY. Sebuah bonus menyenangkan bagi kita di kala libur Hari Buruh menjelang. Hikmah yang bisa kita ambil adalah sesungguhnya wahana Dunia Fantasi tanpa tayangan Dahsyat nggak berarti apa-apa, begitu pun sebaliknya. Maka, CASTAWAY ini sudah menjadi acara yang sangat lengkap, dan patut ditunggu gelaran PMKT tahun depan. Muah.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *