Press "Enter" to skip to content

“Semesta Manusia”, Akhir dari Orasi Budaya Pasar Seni 2014

“Membumbung jauh di atas, membenam jauh ke bawah dan terbentang ke segala penjuru. Semesta membungkus semua Aku dan semua Kita”. Kutipan dari zine Semesta Manusia pada Orasi Budaya 3 Pasar Seni 2014, Jum’at (7/11) kemarin. Orasi Budaya terakhir menuju Pasar Seni 2014 bertajuk Semesta Manusia ini diisi oleh Aliansyah Chaniago, Wawan Setiawan Husein, dan Ibnu Pratomo. Acara yang dilaksanakan di Taman Miring FSRD ITB dan depan Galeri Soemardja ini cukup singkat dan menakjubkan.

Sebelum acara dimulai, aku ambil zine yang ciamik, isinya nyeleneh lah. Awalnya, sih, emang serius banget ngebahas Orasi Budaya 3 yang bertemakan Semesta Manusia. Eh ternyata isinya ramalan zodiak, teka-teki silang, dan kuis yang berkaitan dengan semesta, terus kuisnya berhadiah jutaan rupiah yang disponsori oleh luwak white coffee kopi nikmat nggak bikin kembung. Tapi bohong. Zine yang absurd tapi asik. Sambil nunggu acaranya aku makan sesajen kue basah yang disediakan panitia. Ih baik banget, sayangnya batagor kuah nggak ada. Huuu.

Acara yang dimulai jam 5 sore ini dibuka dengan performance Aliansyah Chaniago yang nyeni banget. Eh bentar, ada yang unik, dari venue dipasang semacam aroma therapy gitu biar kita ngerasa rileks, enjoy, dan santay kayak di pantay~ Kreatip lah fix. Balik lagi ke mz Aliasnyah, beliau menopang pohon yang lumayan besar di bahunya sembari melukis di semacam spanduk putih yang dipantulkan video tapping pembuatan gorong-gorong saluran air di sekitaran Jalan Siliwangi.

Template Lagdgdndscape 552 x 368 copy
Aliansyah Chaniago dengan sebrotan video tapping.

Media melukis dengan dahan pohon yang berlumuran tanah yang basah dan cat berwarna merah muda. Setelah itu Aliansyah meminta audience untuk membantu menggali tanah dan menanam pohon itu kembali, dengan ujung pohon digantung bingkai yang besar. Pada akhir performance, Aliansyah menorehkan kata-kata di dahan pohon yang bertuliskan “dindingnya di ruang masyarakat”, menggunakan cat putih.

Habis itu, seketika hujan mulai turun dan venue mendadak pindah ke depan Galeri Soemardja. Penampil selanjutnya adalah Wawan Hussein feat. Jeprut dan orasi dari Ibnu Pratomo tentang semesta. Penampilan Wawan Hussein yang cukup emosional pada saat hujan turun memaksa kami untuk lebih menikmati salah satu karyanya tentang perjalanan kehidupan manusia di dunia, dengan media kanvas, batu, api, plat besi, dan sapu lidi.

Setelah bercerita dengan media tersebut, dilanjut dengan orasi tentang semesta oleh Ibnu Pratomo. “Usaha apa yang bisa kita lakukan untuk meyakinkan manusia bahwa kita duduk setara dengan jagat raya,” salah satu orasi Ibnu sambil duduk dengan santun. Setelah itu, Wawan pun menumpahkan air pada kanvas yang tandanya acara Orasi Budaya 3 telah selesai.

Template Landscnffffape 552 x 368 copy
Wawan Husein lagi main api.

Fix Orasi Budaya 3 keren, bikin aku bingung dan takjub. Jadi nggak sabar deh tanggal 23 november nanti buat gelaran Pasar Seni 2014. Bukan, bukan mau cari pasangan hidup, tapi nunggu aksi-aksi keren dan pameran ciamik dari kakak-kakak FSRD ITB. Huh. See you. Jangan lupa, coba tandain dulu kalendernya, pasang alarm tanggal 23 untuk melipir ke Jalan Ganesha, tapi bukan untuk nyewa kuda, lho.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *