Press "Enter" to skip to content

Sekte Gotong Royong: Kolektif Riang Gembira

“Dasar anak muda, nggak ada habisnya untuk bikin suatu pergerakan”. Itulah seutas kalimat yang bisa saya ucapkan kalau misalnya disuruh ngedeskripsiin anak muda. Salah satunya adalah barudak Bandung. Ya, seakan-akan Bandung itu diciptakan sebagai wadah untuk orang-orang yang punya sejuta ide di kepalanya. Baik itu bergerak di bidang seni, sosial, maupun budaya. Nggak buta gitu deh.

Kali ini, saya kedapatan untuk ngebahas salah satu komunitas yang bergerak di bidang seni, khususnya, sih, di musik. Sedap! Komunitas itu bernama Sekte Gotong Royong. Kabarnya, sih, mereka adalah sekumpulan anak-anak muda manis yang punya hobi untuk bikin acara musik. Ih, sedep, ya. Hobinya bikin acara musik. Aku mah cuma hobi makan. Hehe. Nah, kayaknya di antara temen-temen sekalian, pasti udah ada yang tau komunitas ini. Ya, mereka udah pernah bikin beberapa acara gitu di basement kampusnya. Band-band yang main pun bisa dibilang sangat ciamik. Sebut saja Barefood, SSSLOTHHH, Killeur Calculateur (Malaysia), Fukk Bar Culture, dan masih banyak lagi.

Firman merupakan salah satu pencetus dari komunitas ini. “Sekitar tahun 2012, saya bareng beberapa temen FH UNISBA ’10 mulai ngerasa bosen dengan aktivitas kami di kampus yang cuma dateng, kuliah, nongkrong, dan pulang. Dari sana kami punya ide tuh, untuk bikin kegiatan non-akademis, apa pun itu dan tentunya menyenangkan di kampus. Barulah medio 2013, Sekte Gotong Royong resmi nggak resmi mulai kebentuk,” sahut Firman, saat ditemui pada Sabtu (7/11).

Unik juga ya, namanya kayak nama organisasi kecamatan gitu hehe. “Kenapa pakai nama Sekte Gotong Royong, ya, iseng aja itu mah dulu pas lagi di jalan mau ke kampus keingetan kata ‘gotong royong’.  Terus pas mampir ke kosan si Keripick, kita kepiran tuh, buat kasih embel-embel ‘sekte’ biar agak serem, walaupun biasa-biasa aja, sih, nggak ada seremnya. Sepakat deh pakai nama itu,” lanjut Firman, yang juga merupakan drummer Wreck.

Tapi, jangan disangka kalau mereka cuma bergerak untuk bikin gigs musik doang, guys. Mereka juga suka ngelakuin hal-hal yang di luar kegiatan mengenai musik, lho. “Selama kurun waktu 2013-2015 belum banyak, sih, kegiatan yang kami kerjakan, cuma bikin pemutaran film, berkebun, sama bikin gigs. Kegiatan kami selain bikin gigs paling bikin pemutaran film sama berkebun. Tapi sayang, kebunnya pun udah punah. Huhu.

Menurut mereka, yang menyenangkan ketika bikin acara musik tuh tiap acara pasti ketemu dan kenal orang baru yang otomatis bikin jejaring semakin luas. Dan katanya sempet pas di salah satu acara mereka, ada beberapa temen yang sengaja dateng jauh-jauh dari Cipanas dan Depok naik motor. Turing boss.

Nah, kan kalau bikin gigs biasanya pasti butuh dana kan? Jadi, Sekte Gotong Royong ini punya modal sendiri yang merupakan hasil dari kolektif barudak-barudaknya. Sering patungan juga sama kolektif lain ataupun band kalau bikin gigs. Pokoknya kalau mau bikin kegiatan tinggal modal kemauan, bisa jalan deh. Mantap!

Oh iya, mengaitkan dengan tema ROI! bulan November ini, “Pariwara”, Sekte Gotong Royong ikut berkomentar, lho. “Iklan/promosi penting, karena salah satu keseruan dari berkegiatan dalam kolektif macam kami adalah memperluas  jejaring pertemanan, jadi informasi mengenai kegiatan yang kami lakukan memang perlu terpublikasikan secara luas. Tapi di luar iklan/promosi, tetep yang utama adalah semangat, konsistensi dan kontinuitas dari orang-orang di dalam kolektifnya,” tambah Firman.

Well, walaupun akhir-akhir ini Sekte Gotong Royong belum ada sinyal untuk ngasih kejutan lagi, tapi kabarnya, sih, mereka bakal bikin acara lagi sekitaran awal tahun 2016. Ah, semoga terlaksana! Sangat ditunggu sekali, ya!

________________________

Twitter : @SekteGR

Blog : sektegr.tumblr.com

Foto : dok. Sekte Gotong Royong