Press "Enter" to skip to content

Sebuah Entitas Pendek Oleh Tigapagi Bertajuk “Sembojan”

Sejak kemunculan album Roekmana’s Repertoire yang begitu banyak menyita perhatian publik dan secara gamblang mendapatkan respon positif, hal itu bukan menjadi acuan Tigapagi untuk menuju kata puas. Seperti yang kita tau, mereka terus-menerus meracik materi dengan keseriusan dan kematangan yang patut diapresiasi. Beranjak dari sana, Akhirnya, Tigapagi ngasih invasi teranyar yang dikemas dalam sebuah mini album free download. Jadi, di hari Rabu (30/9) yang lalu, Tigapagi merilis EP yang bertajuk Sembojan sekaligus bertepatan dengan peringatan G-30SPKI. Enak!

EP Sembojan adalah sebuah entitas pendek dari Tigapagi. Secara garis besar, EP Sembojan membahas isu fundamental masyarakat, yakni kehidupan bersama. Intinya, sih, mereka punya perhatian lebih terhadap kaum proletariat. Anaknya teh sosial banget. Suka! Eh, tau nggak? Mini album ini juga nggak hanya diisi sama mereka. Beberapa musisi pun ikut terjun. Salah satunya adalah Tesla Manaf yang juga merangkap sebagai co-produser dalam pembuatan EP Sembojan. Saya, sih, udah kebayang edan-nya kayak gimana. Kamu juga, dong.

Sama seperti Roekmana’s Repertoire, Sembojan masih mengusung konsep ketersambungan lagu. Tujuannya masih tetap sama, agar kamu bisa merasakan seluruh vibes yang diberikan oleh Tigapagi. Jadi, nikmatin aja, ya! Mini album ini berdurasi 10 menit 1 detik yang berisi 3 fragmen. Di fragmen pertama, kamu bakal tenggelam oleh sayat-sayat strings section dari barudak Tigapagi. Udah tau, lah, gimana skill mereka. Lanjut ke fragmen kedua yang mencuri perhatian saya. Vokal Sigit yang agak berat dibalut dengan lirik cerdas ala sastra ’45, alhasil mereka sukses menghantarkan pesan dari EP Sembojan. Di fragmen ketiga, nuansa sukacita yang kelam semakin menjadi-jadi. Ya, fragmen ketiga juga berperan sebagai penutup cerita yang pas.

Well, ketika dengerin mini album ini, saya berasa ada di zaman hebeul sekaligus merinding. Khususnya zaman ketika banyak sekali teriakan dari kaum proletar yang menginginkan kesamaan derajat. Edan, teu? Oke, penasaran, kan? Langsung dengerin dan unduh di sini, ya.

                                                                                              

Twitter : @tigapagi

Website : tigapagi.com

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *