Press "Enter" to skip to content

Sayang-sayangan di “SAYANG”, Pameran Tunggal Radhinal Indra

Setelah lama berkutat dengan kesibukan, akhirnya kusempatkan diri untuk mendatangi pameran. Kebetulan ada yang asik kemarenan tuh, judul pamerannya Sandang-Pangan-Papan, Sayang. Whoaa, ternyata kebutuhan kita sudah mulai bertambah, ya, tanpa kita sadari. Seseorang yang kepikiran untuk bikin pameran ini adalah Radhinal Indra. Pameran ini diadain di salah satu galeri baru yang ada di Bandung, yaitu Ruang Gerilya, Jalan Raden Patah No. 12, dan dikuratori oleh Dwihandono Ahmad.

Radhinal Indra merupakan lulusan Desain Grafis FSRD ITB tahun 2010, sebelumnya sempat bekerja di dua studio desain grafis yang ada di Ibukota. Seiring berjalannya waktu, sosoknya berubah nggak hanya seorang desainer, melainkan juga sebagai seorang seniman. Seniman yang tepat waktu, berintegritas, dan kooperatif, kalau kata Radhinal Indra, sih, gitu.

Yang daritadi disebut, Radhinal Indra
Yang daritadi disebut, Radhinal Indra

Apa aja isi pameran ini? Kalau kata aku, sih, pameran ini mengedukasi sekali. Ada enam karya seni yang dipajang di galeri tersebut, kesemuanya merupakan visualisasi dari cerita-cerita yang didengarkan oleh Radhinal Indra. Segala keluh kesah dan keraguan mengenai hubungan cinta, keuangan, politik kantor terekam dalam karya seni ini. Tapi, bukan cuma itu aja, ada juga mind map dari karya-karya tersebut, yang kalau dibaca dari arah yang berbeda tetap memberikan informasi yang jelas dan menghasilkan interpretasi sesuai dengan si pembaca. Penasaran nggak? Kalau iya, sini aku jelasin lewat personal chat Line~

Proses pembuatan karya, mulai dari idenya muncul hingga menjadi suatu karya berlangsung hampir 8 bulan. Bermula dari sebuah gosip yang beredar di lingkungan pertemanan, akhirnya memunculkan ide untuk membuat pameran ini. Setelah itu, banyak dari rekanannya yang akhirnya menceritakan kejadian nyata yang dialaminya. Walaupun ternyata ada beberapa rekanan yang mesti ditipu dulu untuk mengeluarkan cerita-cerita tersebut. Weleh, mas~

Suasana hangat, pas buat kita kenalan
Suasana hangat, pas buat kita kenalan

Pembukaan pamerannya sendiri dihadiri oleh banyak orang, bahkan melebihi ekspektasi dari Radhinal Indra. Untuk pertama kalinya Ruang Gerilya merasakan atmosfer seramai itu. Selain pembukaan, ada juga penampilan dari Mustache & Beard, Littlelute dan Rice Cereal & Almond Coco. Nggak lupa juga dengan makan eskrim gratis di booth-nya Masbash.

Buat kalian yang ingin membongkar bagaimana karya ini bisa lahir (karena pas opening banyak yang disensor), wajib banget untuk datang di Artist Talk-nya pada tanggal 10 September 2015 jam 4 sore. Dijamin, semua karya akan ditelanjangi, dan dipastikan pulang-pulang membawa banyak pesan untuk keberlangsungan kehidupan selanjutnya.

Foto: Aulia Akbar

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *