Press "Enter" to skip to content

“Samiya”, Ekpresi Kegelisahan Heruwa & Jerinx Tentang Kondisi Alam

Suka greget nggak, sih, kalau lihat orang yang nggak seimbang perilakunya? Misal, nerobos lampu merah, tapi pas ditegur, malah dia yang marah. Kan lieur nu kararitu teh. Tapi, kadang dari kegelisahan akan sesuatu yang tidak seimbang teh suka memunculkan ide kreatif. Semisal bikin movement atau pun hal kreatif lainnya yang sifatnya bisa mengedukasi atau pun sekedar ekspresi diri.

Begitu pun dengan Heruwa (Shaggydog) dan Jerinx (SID). Gelisah dengan kondisi alam di lingkungan sekitar, keduanya berkolaborasi merilis Samiya. Apa, sih, Samiya teh? Nih, ya, Samiya sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya keseimbangan. Kondisi alam di Indonesia saat ini sangatlah memprihatinkan, contohnya pengalihan lahan hijau untuk keperluan komersial yang dampaknya merugikan lingkungan. Nah, ini juga sekarang banyak banget. Di Bandung juga mulai hareudang.

Jadi, Samiya ini merupakan sebuah musik instrumental yang merupakan perpaduan antara musik modern yang diwakili oleh genre electronic serta musik tradisional yang diambil dari Gamelan. Perkawinan musik ini kemudian diikat dengan gebukan drum yang kuat ciri khas dari Jerinx. Kebayang teu? Sok, kira-kira aja lah ena’-nya kayak gimana.

Nggak afdol kalau nggak ada artwork. Kedua musisi ini mengajak Sono (Cap Bagong Tattoo) sebagai kolaborator untuk mengerjakan sebuah sisi visual dari Samiya dengan mengambil dua kebudayaan yang menjadi latar belakang kedua musisi, yaitu Jawa dan Bali, dan dalam karakternya juga terdapat 6 buah tangan yang memegang beberapa elemen modern dan alam. Hal-hal tersebut dianggap sanggup mencerminkan semua kegelisahan kedua musisi ini yang mereka rangkum dalam Samiya. Mantap!  Kebayang bikinnya kayak gimana, saya mah pasti lieur da nggak bisa gambar.

Samiya dari Heruwa & Jerinx ini akan resmi dirilis format digital melalui iTunes pada tanggal 10 Desember 2015. Selanjutnya DoggyHouse Records akan merilis Samiya dalam bentuk paket berupa kaset single dan CD beserta t-shirt dengan desain artwork cover-nya. Paket yang dirilis terbatas sebanyak 50 buah ini, semuanya dikemas ke dalam sebuah wadah kaleng dari bahan alumunium daur ulang yang dirancang khusus untuk single ini.

Memang sih, masalah lingkungan teh terkadang nggak seimbang. Seakan diabaikan tea geuningan. Nggak apa-apa lah, saya diabaikan mah, yang penting warga kreatif kudu tetap menjaga keseimbangan. Omat!

                                                                                              

Twitter : @DoggyhouseRecs

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *