Press "Enter" to skip to content

Saat “Heavy Metal” Menginvasi Dunia (Bagian 2)

Holaaa metalheads \m/, udah makan bubur? Di tulisan saya sebelumnya, udah dibahas sedikit tentang Heavy Metal. Udah baca? Kalau belum, ke sini dulu mampir. Tapi itu belum beres euy, kan bersambung ceritanya. Nah, sekarang bakal saya lanjut lagi. Oke bersiap semua.

Eh, kemaren teh sampai mana, sih? Oh iya, lupa, sampai….. siapa band Heavy Metal pertama, ya. Oke deh, sini ta’ kasih tau. Mari mulai.

Sebenarnya Led Zeppelin, Deep Purple, dan Blue Cheer pun bisa kita sebut sebagai band-band pencetus Heavy Metal. Tapi, era Black Sabbath yang kemudian paling berpengaruh bagi perkembangan musik ini. Yap, dengan musik yang lebih gelap, dan kadar sound yang terdengar begitu menyeramkan, Black Sabbath dianggap sebagai era awal terbentuknya aliran musik Heavy Metal. Mereka adalah band pertama yang mencipkan riff-riff metal, yang bisa membuat merinding siapa aja bila mendengar musik mereka, yang tersaji lewat not-not jahat. J-a-h-a-t.

rfe
Black Sabbath waktu ngora.

Dari Black Sabbath, sound berkarakter “jahat” benar-benar menjadi pembeda dalam elemen musik rock. Hal tersebut mereka tunjukkan di salah satu lagu mereka yang berjudul Black Sabbath. Di nomor tersebut, dengan sangat jenius, sang gitaris, Tony Iommi, membuat sebuah untaian nada yang terdengar begitu mengerikan, dengan menggunakan pola diminished fifth/tritone (jarak interval berjumlah 3 whole step/interval d5, RED). Not tersebut juga dikenal sebagai “not iblis”. Merujuk pada sejarahnya, pada abad pertengahan, tritone diidentifikasi sebagai musik iblis, yang biasa digunakan untuk memanggil makhluk-makhluk buas (Om Jibeh, RED).

Di era Black Sabbath, Led Zeppelin, Deep Purple, Blue Cheer, Cream, MC 5, The Stooges, Jimi Hendrix, dan Mountain yang kemudian diklasifikasikan sebagai band-band Heavy Metal awal, atau “early metal” (1966 – 1971). Musik yang mereka mainkan pun sangat kental dengan elemen musik blues. Sehingga memasuki akhir tahun 70-an, Judas Priest mencoba untuk mengembangkan jenis musik Heavy Metal, dengan menghilangkan unsur blues, dan lebih mengedepankan distorsi, beat yang lebih cepat, dan harmoni.

A
Aa-aa Led Zeppelin.

Pada era tersebut, kemudian Heavy Metal berkembang pesat, dan melahirkan band-band yang tergabung dalam aliran New Wave of British Heavy Metal (NWOBHM), yang dipelopori oleh beberapa nama, macam Motorhead, Iron Maiden, Diamond Head, dan Judas Priest tentunya. Di masa itu, istilah metalhead atau headbanger yang dialamatkan untuk para pecandu musik metal pun menjadi populer.

Setelah era tersebut, Heavy Metal mengalami perkembangan yang semakin pesat, hingga akhirnya banyak melahirkan beberapa sub genre, seperti power metal, glam metal, prog metal, stonner metal, hardcore, thrash metal, black metal, grindcore, death metal, swedish melodick death metal, metalcore, grunge, goth metal, industrial metal, NU metal, hingga new wave of American metal.

metalll
Diagram silsilah keluarga metal.

Nah, itulah cerita singkat tentang perjalanan Heavy Metal hingga bisa berkembang hingga hari ini. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu, untukku dan untuknya.

 

______________________________________________

Sumber : A Headbanger’s Journey (2005)

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *