Press "Enter" to skip to content

Rurouni Kenshin Kyoto Inferno: Obat Rindu Masa Kecil

Mereka yang masa kecilnya ada di tahun 90-an tentunya akrab dengan cerita Rurouni Kenshin yang populer disebut dengan Samurai X. Film live action ini memang udah dinantikan oleh para fans semenjak tahun lalu. Kyoto Inferno menceritakan salah satu arc dari Samurai X yang paling terkenal yaitu pertarungan Kenshin Himura (Takeru Sato) melawan Shishio Makoto (Tatsuya Fujiwara). Background cerita ini adalah masa restorasi Meiji dimana pemerintahan dari Shogunate Tokugawa sudah tidak sesuai dengan kehendak rakyat Jepang yang ingin pemerintahan kembali dipegang sepenuhnya oleh seorang Kaisar (Kaisar Meiji pada saat itu). Kenshin yang sudah berhenti menjadi pengembara, menetap di perguruan Kamiya mendapat panggilan negara untuk menghentikan upaya Makoto Shishio yang ingin menggulingkan pemerintahan saat itu.

Shishio dulu adalah seorang samurai yang mendapat julukan yang sama dengan Kenshin yaitu Hitokiri (mass murderer). Berbeda dengan Kenshin yang akhirnya bersumpah nggak akan pernah membunuh lagi, Shishio yang haus akan darah dan kekuasaan mendirikan Juppongatana dalam upayanya menggulingkan pemerintahan yang ada. Selebihnya saya rasa semua fans sudah tahu bagaimana cerita ini berjalan.

Bagi saya yang juga besar ditahun 90-an, menonton film live action ini membuat saya larut dalam nostalgia. Dari mulai scene perpisahan Kenshin dan Kaoru, Misao dan Geng Oni (Oniwabanshu), sampai Sakabatou (pedang bermata terbalik) Kenshin yang patah dalam pertarungan pertama melawan Soujiro Seta, everything just in place ! Ditambah lagi koreografi pertarungan pedang yang memanjakan fans dan movie enthusiast. Bahkan selama film berlangsung, lagu Heart of Sword dan 4th Avenue Cafe seliweran dipikiran (Otaku will know ha!).

Arc cerita dari Kyoto Inferno ini dibuat menjadi 2 film yang masing-masing tayang berurutan, Kyoto Inferno di pada September dan The Legends End di bulan Oktober yang sekaligus akan menutup trilogi film live action ini. Tadinya, saya sempat cemas akan penayangan film ini karena biasanya film jepang atau live action khususnya kurang mendapatkan sambutan yang baik dari pihak distributor dan bioskop besar yang ada di Indonesia.

Beruntung salah satu bioskop yang biasa memutar film jepang, berani menayangkan film ini dan responnya? Luar biasa! Saya mendapat kesempatan untuk menonton film ini di hari pertama pemutarannya. Saya memang berpikir penonton yang datang akan banyak karena film ini memang sangat populer, benar saja, tidak ada kursi tersisa saat film dimulai. Tapi selain itu saya mendapat pemandangan yang luar biasa karena para die hard fans yang datang meramaikan, melakukan cosplay karakter dari film ini. Kapan lagi coba nonton film live action Samurai X dan duduk bersebelahan dengan Hitokiri Battousai dan Shishio? (Yes ! i’m a proud otaku LOL). Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno, successfully reminiscing my childhood and it’s worth 

 

Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno (2014)

Sutradara : Keishi Otomo

Penulis Naskah : Nobuhiro Watsuki

Durasi : 135 menit

Genre : Action

Pemeran : Takeru Sato. Takei Emi, Tatsuya Fujiwara

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *