Press "Enter" to skip to content

“Romusha! Mini Showcase”, Bukti Senang-Senang Itu Nggak Mahal

Siapa bilang kalau mau seneng-seneng itu harus mahal ataupun mewah? Itu mah pemikiran buat orang yang kebanyakan uang aja. Kalau buat saya yang mahasiswa mah nongkrong di warung kopi, ngobrol bareng temen sejawat, apalagi kalau ada si do’i udah seneng banget. Dan kalau buat musisi, nggak perlu nunggu diundang sama pihak EO kalau mau main. Tinggal kumpulin kengkawan terdekat, dan bikin acara sendiri aja. Simple. Kayak yang saya datengin Minggu (29/11) kemaren, acara Romusha! Mini Showcase Muchos Libre. Sebuah penampilan hura-hura tapi penuh kesederhanaan dari unit surf-rock Bandung tersebut.

Bertempat di Kana Music Studio, acara berbentuk studio show ini direncanakan dimulai sekitar jam 3 sore. Tapi da namanya juga orang Indonesia, yaah, acara baru bener-bener dimulai sekitar jam setengah 5. Isunya, pertunjukan hari itu bakalan dibagi jadi dua sesi gitu, eh ternyata waduk. Boa edan.

Enjoy dulu masgan~
Enjoy dulu masgan~

Acara mini showcase ini dibuka oleh Buas, yang terdiri dari sepasang kekasih Ghandi Eka dan Fiekat. Duo yang menyebut genre mereka sebagai checksound-rock tersebut bermusik dengan lirik hasil prosa seniman kesukaan kita semua, Amenkcoy. Yaah, walaupun penampilannya bisa dibilang berantakan. Berantakan yang positif tentunya. Iya, berantakan, kedengerannya nggak puguh tapi tetep menghibur dengan gimmick dan lirik-lirik yang dibawain. Gelak tawa penonton yang hadir pun selalu terdengar dari awal-akhir penampilan Buas. Emang liar sekali penampilan Buas ini. Terbaaks bosQ.

Selepas Buas beres main, penonton langsung pada keluar studio. Wajar aja atuh da venue-nya juga cuma di studio berukuran kira-kira 4 x 5m. Ditambah AC yang ada cuma dijadiin properti di ruangan, macam OVJ. Curiganya, sih, dari stereofoam. Puguh weh ai jadi gampang keringetan mah. Gitu deh. Setelah cuap-cuap sepatah-dua patah kata soal tema acara yang ternyata merupakan bentuk respon dukungan terhadap dedek-dedek gemes di JKT48, duo Dilla-Dally langsung menggempur studio dengan lagu-lagu yang ada di EP mereka, Viva La Libre.

Lagu-lagu kayak A.M.B.E.I.E.N., Beast In Uniform, Romusha, sampai Viva La Libre semua dibawain dengan chaos dan penuh kesang. Muchos Libre juga sempet nge-cover Amarah, Senyum dan Air Mata-nya Alone At Last sama Hapus Aku-nya Nidji. Tapi nyaa kitu weh, jelas ih~

Jangan lupa jajanrock!
Jangan lupa jajanrock!

Selepas acaranya beres, penonton nggak dibiarin pulang gitu aja. Karena ada event handshake ditambah pembagian photopack dan nasi pang. Iya, photopack! Tapi bukan photopack JKT48 ini mah, photopack-nya Muchos Libre. Jadi, yaa, isinya foto pemuda tambun bertopeng gulat gitu. Sedih. Tapi lumayan, lah. Dan nasi pang itu adalah nasi bungkus + panduan makannya. Super sekali. Untungnya bukan panduan soal.

Oh iya, mau ngasih bocoran aja ini mah. Katanya di 2016 Muchos Libre punya rencana buat ngerilis sesuatu. Tapi masih belum pasti, sih. Semoga bukan wacana doang. Terima kasih buat Muchos Libre yang bikin gigs studio show pertama saya berkesan banget. Dan sukses membuktikan kalau mau seneng-seneng itu nggak mesti mahal. Viva La Libre!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *