Press "Enter" to skip to content

Romantisme Sahabat Pena bersama “Card To Post”

Jaman sekarang, lebih sering liat notif FB, update Path, mention Twitter, tag Instagram. Pernah ngerasain nggak dapet notif dari Pak Pos? Pernah merasakan kegembiraan menunggu kabar dari sahabat pena yang nun jauh di Ujungberung kemudian jingkrak-jingkrak setelah melihat Pak Pos akhirnya datang membawakan surat? Atau mungkin untaian kata nan indah semerbak wangi sepanjang masa plus gambar-gambar menarik yang tersampaikan dengan sempurna melalui kartu pos? Ahay, pasti udah nggak pernah, yah.

Tapi nggak dengan komunitas ini. Mereka bisa berkreasi, berbagi, tapi menggunakan salah satu jasa yang dibilang sama anak muda jaman sekarang mah ketinggalan jaman, yaitu pos. Yupss! Komunitas ini adalah Komunitas Card To Post.

Card To Post ini adalah sebuah gerakan online yang mengajak anak-anak muda yang kreatif untuk menghidupkan kembali budaya berkirim kartu pos. Dengan gerakan ini, kita dapat mengenang kembali romantisme masa lampau cara bertukar pesan dan terjebak nostalgia, eh salah, terjebak dengan asiknya bertukar pesan melalui media kartu pos.

Card To Post sendiri diinisiasi oleh tiga sosok manusia yang super kece nan kreatif, yaitu Putri Fitria, Rizki Ramadan dan Sundea. Proyek ini dirilis pertama kali pada 17 Nopember 2011, dan hingga kini diurus juga oleh Fanni Yudharisman, Hiralalitya, Yhusanti, Juno (IT Programmer), dan Hafiz Badrie (yang bikin web). Nggak lupa juga, nih, saat pembuatan websitenya dibantu oleh Made Dwi Wiryawan sebagai ilustrator dan Rayi Wicaksono yang programmer juga.

“Budaya bertukar dan saling menghadiahi karya kreativitas itu menarik dan perlu dilakukan, sayang, kan kalau kreativitas cuma dinikmati sendiri. Terus saya juga ingin meremajakan kembali kegiatan berkirim kartu pos, karena saya sendiri pun sebelumnya belum pernah berkirim,” kata Mas Rizki menjelaskan kenapa komunitas ini ada. Dan ternyata, nggak cuma Mas Rizki yang punya pikiran kayak gitu. Buktinya, hingga tahun ini telah terkumpul anggota sebanyak 2600 orang!

Nggak heran, sih. Komunitasnya emang unik. Kartu pos yang mereka pakai bukan kartu pos yang dijual di pasaran alias mainstream. Biasanya, kan, kartu pos cuma gambar sawah, gunung ada dua, terus matahari, terus ada jalan bercabangnya (lah gambaran SD itu mah), ini mah bedaa! Jelas beda banget lah, soalnya kartupos yang dipakai itu adalah aseli buatan sendiri!

Kalian anak muda Bandung mah aku tau banget, lah, kalau nggak bisa diem tangannya teh, nih kayak tangan aku yang lagi ngetik ini. Untuk menyalurkan ketidakdiamanmu, maka coba lah liat sekitarmu, apakah ada barang atau kertas-kertas yang nggak terpakai? Coba olah barang-barang tersebut dengan tingkat ke-crafty-an mu tersebut sehingga menjadi sebuah kartu pos. Atau mungkin matamu jelalatan ke mana-mana? Udah mending ambil kameramu, jeprat jepret, terus print deh hasil fotonya lalu jadikanlah ia kartupos, kan enak tuh bisa pamer foto ke orang lain tapi dikirim lewat Pos, lebih berasa lah. Jadi intinya, ya, kamu bisa bikin kartuposnya dari bahan seadanya, foto, maupun corat coret yang artsy banget.

Mungkin banyak yang nggak paham, kenapa, sih, ada orang yang bikin komunitas kayak gini. Halo, udah ada yang instan, sist! Hmmm, kamu harus merasakan keseruan yang terjadi pada proses berkirim kartu pos. Rentang waktu yang lama dalam pengiriman kartu pos membuat si penerima kartu pos merasa deg-degan apakah kartu pos dari pengirim bakal sampai apa nggak.

Kemudian, karena kartu pos ini adalah bikinan kamu sendiri, maka kamu bakal bikin semuanya dengan sepenuh hati agar si penerima merasa bahagia. Dan terakhir yang bikin berbeda dengan medsos-medsosmu itu, kartu pos itu nyata dan dapat dijadikan kenang-kenangan atau pajangan, jadi lebih berkesan lah, siapa tau kamu dapet kartu pos dari seseorang yang kamu damba, maka kamu bisa memajangnya, bukan screenshot doang ehe~

Sudah mulai berminat belum? Kalau mau ikutan komunitas ini kamu bisa langsung cek websitenya aja. Daftar dulu jadi membernya ya, setelah itu bikin profile kamu semenarik mungkin. Kartu posnya udah ada kan? Mau ngirim kan? Kamu bisa liat pilih tuh siapa yang bakal kamu kirimin, setelah cocok minta alamatnya deh. Udah gitu tulis isi pesannya, bawa ke kantor pos, isi perangko terus kasih ke mbak-mbak di kantor pos buat dikirim, bukan buat dikiloin.

Nah, kalau kartu pos kamu udah nyampe di si penerima, kartupos kamu bakal di foto terus dipamerkan deh di website tersebut. Ih asik kan, kartu pos buatan sendiri bisa dinikmati banyak orang, ah semakin berkesan saja hidup teehhh! Kreatifitas yang dinikmati banyak orang. Eh iya, setiap kartu pos yang kamu kirim pasti dibales, kok, begitu pun sebaliknya.

Selain berkirim kartu pos, komunitas ini juga memiliki kegiatan kumpul bareng dalam rangka ngobrol-ngrobrol tentang kartupos yang diterima dan bikin kartupos bareng. Selain itu Card To Post juga udah beberapa kali bikin booth di acara-acara besar, salah satunya Pasar Seni ITB 2014. Card To Post juga suka diajak kerjasama oleh organisasi lainnya, contohnya adalah lomba membuat kartupos dengan tema pemberantasan korupsi yang bekerja sama dengan Indonesia Corruption Watch! Azheg banget dah, emezing emerging ruar biasa!

Bersama Card To Post, kamu bisa berbagi banyak hal, mulai dari kreativitas, rasa, dan kata yang saling berkolaborasi menjadi satu kesatuan yaitu kartu pos. Yuk, kembali mengenang masa kecil dan bersurat-suratan dengan sahabat pena bersama Card To Post!

 

_______________________________________

Card To Post

Web : cardtopost.com

Facebook : facebook.com/cardtopostindonesia

Twitter : @cardtopost

Email : info@cardtopost.com

 

Foto: dok. Card To Post

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *