Press "Enter" to skip to content

ROI Music Awards 2015

Sepanjang tahun ini, berapa kali kamu dateng ke acara musik? Pasti kamu mikir dulu kan, soalnya nggak bisa diitung pakai jari miki mos yang cuma empat. Banyak pisan atuh buat kamu-kamu yang anaknya gigs banget mah. Tiap minggu pasti berangkat. Tim ROI Music Awards 2015 (elah tim apaan..) juga suka nge-gigs, dan berhasil menyeleksi beberapa kawan musisi yang pantas menyabet penghargaan bergengsi ini. Ya, walaupun kami tau kalau kami mah naon lah, beli CD band lokal aja patungan. Eh tapi yang penting beli CD original, nggak kayak kamu suka nyari link download. Ih malu.

Aduh banyak banget musisi/band dari total 15 kategori yang menurut kami pantas mendapatkan piala bergengsi berbentuk kepala Rizkyta Hadi. Buat musisi/band yang nggak masuk nominasi, maapin yah, manusia mah suka seenaknya. Entar lah kami masukin taun ajaran baru. Jangan lupa bayar uang pembangunan dan seragam.

Oke deh, selamat menyimak daftar penghargaan ROI Music Awards 2015 yang selama satu tahun ini kami amati dengan seksama! Tapi seenaknya.

1. Ter-dimana-mana

w_barasuara

Pemenangnya jatuh kepada Barasuara! Ya atuh masa nggak menang? Selama 3 bulan terakhir kita sering liat nama mereka di baliho-baliho di pinggir jalan Kota Bandung, ataupun di media sosial. Mungkin angin topannya belom berhenti berhembus.

Saingan: Danilla, The Fox and The Thieves.

2. Ter-dicari-stikernya

w_barasuara

Dari hasil pantauan, stiker dari Barasuara adalah stiker paling dicari. Indikatornya adalah kalau di parkiran kampus ada helm-helm yang nempel stiker Barasuara teh, suka muncul niat kriminal. Saking sulitnya dicari. Menurut pantauan, stiker ini baru aja restock di ig-store milik Barasuara. Nyari di lapakan stiker CFD Buah Batu juga nggak ada, makanya dicari pisan. Saran aja, sih, kalau nonton konser teh sambil teriak-teriak “A, stikernya atuh, A!”. Biar supply and demand seimbang.

Saingan: Rocket Rockers, Polka Wars.

3. Ter-medsos

w_polka wars

Setelah melihat lagi ke belakang dan berbagai pertimbangan, Polka Wars berhasil menyabet penghargaan band ter-medsos 2015 versi ROI. Bisa diliat dari feed Instagram dan Twitter-nya yang banyak dan selalu update, juga campaign Axis Mundi-nya pun sangat bergaung. Eh belum lagi mereka suka ngomen lagu orang di Soundcloud. Heran, pake kuota internet berapa giga ya mereka.

Saingan: Mocca, Saturday Night Karaoke.

4. Ter-buligir

w_muchos libre

Telanjang dada merupakan hal yang biasa dilakukan saat mandi atau berenang. Tapi kalau lagi manggung mah itu termasuk hal yang jarang dilakukan. Wah, kalau untuk Muchos Libre, telanjang adalah fardu a’in dilakukan. Biar gelora syahdu duo vokalis dengan singkayo permanen ini bisa tersalurkan secara langsung, meureun. Wallohu alam. Berhubung kemarin bikin showcase, jadi aja mereka menang. Hadiah lah.

Saingan: Zoo, Terapi Urine.

5. Ter-singkat

w_sungsang lebam telak

Sungsang Lebam Telak. Jazzy, rungsing, bergerilya, dan sebentar… Lumayan lah nambah koleksi gelar mereka setelah piala ICEMA dulu.

Saingan: The Kuda, Mesin Tempur.

6. Ter-capruk

w_heals

Kenapa ih yang menang si Heals? Teuing atuh yah, pokoknya kalau nonton Heals teh malah suka pengen teriak “naon lah“, soalnya tiap jeda lagu atau di pembukaan-penutupan gitu, celetukan-celetukan mz Aldead dkk. suka bikin kesel tapi bodor tea. Semacam pengen ketawa tapi pengen ngajak gelut juga. Band yang satu ini emang gitu, jenaka, kalau lagi manggung suka ngobrol-ngobrolin sesuatu yang penuh dengan urgensi dan faedah, tapi waduk.

Saingan: Muchos Libre, El-Karamoya.

7. Ter-gimmick-banget

w_sarasvati

Setelah rapat paripurna, Sarasvati menjadi pemenang. Kenapa, sih, musti mereka? Sebenarnya banyak banget band yang munculin gimmick dengan cara khasnya. Tapi seperti yang kita tau, band yang udah identik sama Peter dkk. ini seringkali bikin sesuatu yang takjub. Eh, kalem, bukan Pieter Rumaropen, ya. Misalnya kayak di 3 album dan 1 mini album Sarasvati dengan gimmick yang hampir semuanya nyeritain kisah mistis. Selain itu, dari pentas-pentas mereka yang selalu bikin bulu kuduk merinding bahwa sahabat ghaib Risa tuh pada dateng. Kan suka jadi penasaran. Ah, itu mah cuma sedikit dari beberapa hal “gila” yang mereka lakuin.

Saingan: Alone At Last, Aftercoma.

8. Ter-albumnya-kapan

w_hightime rebellion

Sedih da kami mah kalau ada band yang menang di kategori ini teh. Iya, Hightime Rebellion masih belum aja ngerilis albumnya yang bertajuk Neurobic. Pasalnya di medio 2014, mereka udah gencar-gencarin bakal ngerilis itu album di bawah naungan FFWD Records. Kalau kamu liat linimasa Twitter atau page Facebook-nya juga mereka udah meyakinkan jiwa sanubari para penikmatnya. Taunya diharkosin. Hehe. Sip lah, my lord. Sok atuh derkeun ih. Kita udah nggak sabar, gelisah, dan pengen dienakin sama album kalian.

Saingan: Rusamilitan, Trees & Wild.

9. Ter-harus-reunian

w_puppen

Puppen. Udah nggak usah diraguin lagi, yang satu ini udah pasti ditunggu buat reunian. Band legendaris ini merupakan salah satu band yang berpengaruh besar terhadap skena musik di Bandung. Buat kalian yang menikmati musik-musik cadas tentunya paling ingin band ini balik lagi dan menghentak skena musik cadas tanah air. Tapi mungkin nggak ya? Ya kali aja tiba-tiba reuni. Cakcak juga suka tiba-tiba nimpuk kepala.

Saingan: For Revenge, Goodboy Badminton.

10. Ter-vhana

w_orkes moral pmr

Orkes Moral Pengantar Minum Racun!!! Sebuah kelompok musik yang sempat hiatus dan akhirnya comeback di pertengahan tahun 2015. Alasan terpilihnya OM PMR sebagai band ter-vhana adalah karena mereka berhasil bikin para muda-mudi gaul nan kekinian nggak gengsi lagi denger musik orkes dan pastinya ikut goyang asoy. Maha segan. Belum lagi di EP terbaru mereka, Orkeslah Kalau Bergitar, OM PMR menggubah ulang beberapa lagu dari pentolan band indie kenamaan. Penggalan lirik dan musik dari Cinta Melulu-nya Efek Rumah Kaca, sampai Mengadili Persepsi punyanya Seringai digubah ulang jadi lebih bodor nan slengean. Joni Iskandar my lord. Nonton OM PMR secara live merupakan sebuah hal yang wajib dimasukin ke dalam bucket list kalian. Kenapa? Yaa biar hidup kalian nggak terasa vhana. Edan.

Saingan: Hanyaterra, Terapi Urine.

11. Ter-orkes

w_orkes bagong

Tahun 2015 sepertinya emang jadi tahunnya Bagus “Gogon” dan kawan-kawan. Yap! Orkes Bagong Februari (OBF) memang belum lama ini lincah perform di mana-mana. Dengan aksi panggung yang memikat serta suguhan lagu yang ajaib, membuat kami memilih Orkes Bagong Februari sebagai pemenang. Sukses terus.

Saingan: Symphoni Polyphonic, Orkes Minggu Sore.

12. Ter-pensi

w_whiteshoes

Di antara tiga nominator yang persaingannya cukup ketat di kancah perpensian dedek dedek sma emesh, akhirnya… Setelah bersemedi 7 hari di goa Jepang, White Shoes & The Couples Company-lah sang juaranya! Grup ber-genre pop funk jazz ini berhasil mengkudeta band lain yang ingin ikut ambil pasar di Bandung. Kadang sampai bingung sama dedek dedek, tiap liat poster adaaa aja WSATCC. Entah karena mereka punya kualitas yang emang digemari oleh target pasar atau dedek-dedek nggak tau band lain yang bisa diundang. Huft, baiklah kita lihat saja tahun 2016 mendatang apakah ada band yang bakalan ngalahin “menjamurnya” inang kelawasan ala WSATCC.

Saingan: Barasuara, Maliq & D’Essentials.

13. Anak Band Banget

w_geberg

Tiap orang punya kapasitas kreativitas yang beda-beda dalam bermusik. Ada yang seadanya aja, ada yang cukup, ada juga yang suka kelebihan ide. Nah, buat yang kelebihan ide, biasanya mereka punya lebih dari satu band, atau bahkan suka ikut jadi additional player di berbagai band.

Setelah menimbang, menerka dan memilih, predikat tersebut akhirnya jatuh kepada Gebeg (Homogenic (add), Taring, Power Punk, Trah Project, D’Ubz)! Keprok barudak. Alasannya adalah karena do’i udah aktif di dunia musik sejak 1997 sebagai crew dari beberapa band dan akhirnya menjadi additional player di beberapa band dengan genre yang berbeda. Mulai dari Homogenic yang membawakan musik elektronik sampai Burgerkill dengan metalcore-nya. Alasan lainnya adalah karena Gebeg masih aktif bermusik sampai saat ini bersama beberapa band, di antaranya Power Punk, Taring, Homogenic dan D’Ubz. Pokoknya mah sukses terus buat Mang Gebeg!

Saingan: Harry Koi (The Triangle, Ansaphone, Space and Missile, Troü, Dio Creatura), Sigit Pramudita (Tigapagi, Sore (add), Marsh Kids, Katjie & Piering (RIP)).

14. Bassist Wanita Pilihan

w_smita

Setelah lebih dari dua minggu saya bolak-balik mendengarkan materi dan memperhatikan penampilan live dari masing-masing nominator, akhirnya pilihan itu jatuh pada Smita (Bedchamber), dengan hanya ada dua alasan kenapa dia yang memenangi kategori ini. Pertama, permainan rapi Smita di dalam EP perdananya patut diberi kredit meski memang permainannya nggak terlalu menonjol. Tapi ibarat kata “cicingeun tetapi mematikan”. Alasan terakhir yang sangat simpel namun penting adalah Smita bersama Bedchamber telah mengeluarkan EP Perennial sebagai perkenalan yang cukup mendapat respon baik di telinga pendengar, sampai tulisan ini dibuat pun belum nemu review negatif untuk EP mereka. Selamat Smita!!!

Saingan: Diches (Sadford Lads Club), Via (Heals).

15. Band Pengiring Terbaik

w_simply fresh ceriwis

Band pengiring, atau biasa disebut homeband dari sebuah acara televisi, suka luput dari perhatian kita. Padahal mereka senantiasa membuat nyaman telinga kita pas presenter bawain berita dengan biasa aja plus visual yang nggak begitu enak. Sebuah penghargaan bagi band pengiring yang sukses menghangatkan acara, jatuh pada Simply Fresh Band sebagai homeband dari acara Ceriwis! Bagaimana duet Indy Barends dan Indra Bekti bisa kompak karena diiringi musik ceria yang segar dan simpel. Kumaha? Ya pokoknya ceriwis yo wiss!

Saingan: Dud N Dudes (The Comment), L2 Band (Indonesia Lawak Klub).

________________________________________________________

Tim ROI Music Awards 2015

Adebam, Akid, Alfi, Arin, Astrid, Ayila, Fadli, Ichsan, Iksal, Paang, Sendhi, Yakub.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *