Press "Enter" to skip to content

ROI #5 – MERDEKA ITU..

Nggak kerasa udah pertengahan Agustus lagi. Banyak hal baru di ROI. Tapi yang paling signifikan, sih, bergabungnya beberapa kru baru. Nggak usah disebut namanya, entar terkenal malah heboh. Oh iya, sebentar lagi udah 17-an juga, nih. Identik dengan kemerdekaan. Eh, bukan identik, sih, da emang. Perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Banyak yang bisa diceritakan dari satu hari ini. Tapi saya pengen nulis tentang makna merdeka aja, deh.

Sudah 69 kali bumi berputar penuh sejak diproklamasikannya kemerdekaan sebuah etnitas politik bernama Indonesia. Tapi sepertinya, rakyatnya belum sampai pada sebuah titik dimana semua tersenyum, yah? Masih banyak yang berantem di tv, masih banyak yang susah cari makan, masih banyak juga yang belum tertib, ah masih banyak masalah, lah. Ada juga masalah identitas, masih banyak yang menganggap suku A lebih baik dari suku B, agama A lebih baik dari agama B, dan seterusnya. Terus kapan kita jadi Indonesia yang sebenarnya? Entahlah, mungkin nggak akan pernah. 69 tahun bukan waktu yang sebentar, tapi kita masih belum bisa mendefinisikan apa itu Indonesia.

Jadi sepertinya yah, kita memang belum merdeka, sih. Baru merdeka secara politik di sistem internasional aja. Belum merdeka dari ego kita sendiri. Walaupun mungkin, selamanya nggak akan pernah, sih. Tapi yah, setidaknya, setidaknya suatu saat, kita bisa mendefinisikan diri kita sebagai Indonesia. Tanpa memandang rendah sesama Indonesia. Utopis yah, tapi ya, optimis mah harus meur, mungkin dulu Bung Karno dan Bung Hatta juga gitu kali, yah.

Bung Karno: “Eh coy, ini gimana nih, langsung aja dimerdekain gitu ? Saya mah mending nunggu Jepang da, biar enak aja gituh”.

Bung Hatta: “eh atuh gimana yah Bung, ini pemuda-pemuda sudah tidak sabar, mereka udah maksa gitu… kalo kata saya sih mendingan turut…..” *diselak*

PEMUDA –Banyakan : KAMI OPTIMIS MERDEKA BUNG KARNO ! BUNG HATTA !!! OLE OLE OLE !!!

Dan akhirnya Indonesia pun merdeka. Sesuai dengan buku pelajaran sejarah, lah. Mungkin begitu, Indonesia merdeka juga diawali dengan optimisme para pemuda, kan ? Jadi yah, optimis itu harus. Setelah pendahulu kita memerdekakan Indonesia secara politik di sistem internasional, waktunya kita-kita nih yang sekarang memerdekakan diri sendiri, demi Indonesia, dari ego kita sendiri. Ego kesukuan, ego agama, ego kepentingan, dan ego-ego lainnya yang secara nggak sadar mengekang kita.

Terus, terakhir, kita juga harus merdeka dari pikiran. Gimana, yah ? Out of the box mungkin, lebih jelasnya. Mungkin dari kamu-kamu sekalian, pernah ada yang diejek sebagai seorang hipster ? Jangan khawatir-khawatir banget, kalau kamu diejek demikian, bisa aja berarti kamu yang bener. Kenapa? Karena kalau memang dunia udah bener, nggak mungkin lagi nggak ada yang nggak enak untuk dilihat. Mencoba beda bukan berarti salah, tapi ya mencari kebenaran yang lain, yang mungkin bisa membuat dunia lebih baik lagi. Karena kalau memang pada dasarnya apa-apa yang banyak orang lain lakukan sudah benar, ya mestinya dunia sudah bebas kritik, dong.

Pokoknya mah, ya, begitulah. Akhir kata: merdeka jangan cuma hanya di mulut saja, di hati, di pikiran, dan di perbuatan juga. Selamat ulang tahun ke-69 *ahihiiwww* Indonesia, jayalah selalu.

 

Salam hangat,

Bima Prawira Utama

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *