Press "Enter" to skip to content

ROI #3 – MENANG!!!

Suatu hari suasana kantor ROI benar-benar nggak kondusif! Nggak ada, tuh, yang namanya kantor produktif. Seharian penuh, sama sekali nggak ada tulisan yang masuk ke www.roi-radio.com. Njir, sedih.

Sebut saja namanya Kendru, salah satu kawan kami yang niat nyewa Playstation (PS) 3 ke Mas Doni (orang Kopo yang nyediain jasa delivery PS). Dengan mengeluarkan kocek Rp.65ribu + ongkirnya goceng, Mas Doni dengan motor Honda Beat-nya hadir dengan “racun” bernama Playstation. Alhasil, seharian itu anak-anak ROI jadi keranjingan maen PS. Kerjaan? Engke deui!

Ya, apalagi kalau bukan main FIFA 2014. Game yang bikin kami ketagihan sampai lupa kerjaan. Apa, sih kepuasan yang dicari? Nih, saya kasih tau. Sensasi waktu saya mengalahkan Si Kendru yang rusuh dan bermulut besar itu, luar biasa nikmat! Walaupun sering kalah, keinginin untuk menaklukkan Si Kendru bikin saya keukeuh untuk main terus sampe menang –dan lupa kerjaan-

Setuju nggak, sih? yang namanya “menang” itu emang bikin bahagia maksimal. Mengalahkan “musuh” yang rusuh jadi kebanggaan yang nggak ternilai harganya, asyiap! Yang paling enjoy, sih, kalau jadi pemenang, kita bisa ngekeak yang kalah, hahahaha.. Nggak apa-apa nggak dapet hadiah juga, yang penting menang, bos!

Nah, kalau menang maen PS aja bikin bahagia, apalagi kalau menang Pilpres terus jadi presiden ya? Beuh! Makanya nggak heran kalau Jokowi dan Probowo gontok-gontok-an nggak jelas, da mereka teh pengen menang atuh! Atau gimana ya rasanya menang Piala Dunia, ngangkat piala di depan jutaan pasang mata? Aku, sih, nangis bahagia kayaknya..

Artinya gini.. Setiap orang pasti dilahirkan dengan naluri untuk menang alias mengejar “kebahagiaan” itu tadi. Masalahnya yang sering lupa, kita pengen menang, kalau lagi ikutan kompetisi aja. Padahal kalau diresapi, hidup itu juga kompetisi. Seenggaknya, kompetisi untuk mengalahkan diri sendiri.  Kompetisi yang mengajarkan kita untuk pantang menyerah, optimistis, dan bermental baja dalam menjalani kehidupan.. enyak!

Bayangin, sok! Dari hal kecil aja. Anggaplah misalnya kamu bogoh ke si Yuyun (nama samaran), cewek paling cantik se-Bandung. Banyak yang bogoh sama dia, ada Si Yanto yang pake mobil gaul, ada Si Yunus yang kasep, ada juga Si Kendru yang rusuh. Nah, anggaplah “mengejar Yuyun” sebagai kompetisi dengan Yanto, Yunus dan Kendru. Anggaplah itu kompetisi untuk dapet piala bernama Yuyun. Wah, pasti kamu bakal mati-mati-an usaha biar menang, tuh!

Gitu, lah, singkatnya..

Sekarang mah ambil aja hikmah dari kisah PS 3, Pilpres, Piala Dunia, atau Si Yuyun. Kalau aja hari itu saya nggak lupa kalau kerjaan ROI adalah kompetisi untuk mengalahkan media-media lain, pastinya hari itu jadi hari paling produktif sedunia. Kalau saja saya anggap Yuyun itu piala, saya pasti udah jadian sama dia. Yaudahlah..

Semua akan MENANG pada waktunya..

 

Editor In Chief

Boniex Noer

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *