Press "Enter" to skip to content

ROI #2 – Jendela Dunia

Saya, termasuk orang yang nggak percaya kalau lama-kelamaan buku bakal hilang dari muka bumi ini. Saya juga termasuk yang percaya, sekalipun era digital semakin ganas, sekalipun ada yang namanya e-books, buku fisik bakal tetap laku. Saya yakin, kalau toko buku nggak akan bernasib sama dengan beberapa toko kaset/CD yang terpaksa gulung tikar.

Terus kalau ada yang bilang budaya membaca buku sekarang menurun, buktinya Palasari masih rame, masih bikin jalanan macet. Buktinya, Gramedia nggak beralih fungsi jadi tempat penitipan barang di mall. Buktinya lagi, penulis buku masih banyak, usaha penerbitan masih bisa bertahan, plus tukang rak buku masih laku aja, tuh. Dan kalau Om Jibeh bilang “Buku itu sekarang kacau”, 100% dia sok tahu, hehehe..

Iya, sih, beli bukan berarti baca. Bisa jadi kita beli buku karena paksaan dari guru atau dosen. Bisa jadi, kita beli buku cuma pengen keliatan pinter sama orang lain. Tapi berbanggalah kamu yang beli buku karena nggak punya jendela di rumah. Kenapa? Karena buku itu jendela dunia. Hehehe, nyambung sekali~

Eh bener, pepatah kalau buku itu adalah jendela dunia masih berlaku, sekalipun sekarang internet “ngotot” pengen menggantikan peran itu. Kalau saya, sih, ngerasa pasti beda sensasinya antara baca buku dan baca tulisan di internet. Satu, kalau baca depan laptop, tablet atau handphone resiko “lieur”-nya lebih besar. Kedua,  kalau baca buku entah kenapa imajinasi saya bisa lebih liar ketimbang buka internet.

Alasan kedua itu yang menyebabkan buku adalah Jendela Dunia. Kalau saya baca buku sejarah Jerusalem misalnya, saya merasa berada tepat di depan dinding ratapan. Kalau saya baca buku otobiografi Gandhi dengan Swadeshinya, saya merasa jadi orang paling mandiri di dunia ini. Atau kalau saya baca komik Naruto, saya berasa jadi Hokage, gagah..

Iya, buku selalu punya kekuatan magisnya. Tanpa buku, kita hanyalah manusia kaku seperti kanebo kering. Dan saya setuju ketika Om Jibeh mengutip pepatah dari Cicero : “A room without books is like a body without a soul”. Buku adalah jiwa. Buku yang kamu baca, mencerminkan siapa dirimu.

Tujuh Belas Mei nanti Hari Buku Nasional, saya mau ngucapin sekarang aja, takut lupa. Selamat Hari Buku Nasional teman-teman!

 

Editor In Chief

Boniex Noer

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *