Press "Enter" to skip to content

Rocket Rockers Tergila, Alone At Last Menggila di “Rock Heart Tour 2014”

“Sekalipun kalian pulang malam ini, kita bakal tetap tampil all out!” seru Yas menyapa penonton malam itu. Yas nggak bercanda, malam itu Alone At Last dan Rocket Rockers beneran menggila! Aksi dua band dari generasi sama, genre berbeda itu memang seperti tanpa beban, layaknya band yang udah punya jam terbang belasan tahun. Terba’aks!

Ya, malam itu (27/12), di Rock Heart Tour 2014, Lapangan Disjas Cimahi, keduanya menyuguhkan selebrasi yang menyenangkan. Tampil bergantian, keduanya seperti bersaing menunjukkan penampilan paling optimal demi memanjakan mata dan telinga Stand Alone Crew serta Rocket Rock Friends yang menunggu sejak siang.

"Acungkan pakyu, barudak!"
“Acungkan pakyu, barudak!”

Alone At Last dapat giliran pertama untuk membuka panggung. Nomor lawas Kisah Jejak Terhina disusul soundtrack SAC, Let’s Shout It Out seperti menyalakan kompor pelan-pelan. Anget, tapi belum panas. Tapi udah cukup membuktikan, kalau secara visual, Alone At Last patut diacungi jempol. Tanpa banyak berkata-kata pun, Yas sukses membuat penonton di bagian depan kerasukan hantu emo. Hehe.

Yas cs. turun dari panggung, gantian Rocket Rockers yang memperbesar api di kompor. Klassix, jadi songlist pertama. Entah kenapa berasa kurang nendang. Mungkin karena saya kangen Ucay yang nyanyi lagu itu. Nggak apa-apa, toh lagu selanjutnya, Reuni dan Hitam Putih Dunia dibawakan dengan sound yang sangat apik, berasa denger mp3.

RR pakai baju ibu-ibu, gareulis~
RR pakai baju ibu-ibu, gareulis~

Belum sempat menghela napas, AAL naik lagi. Kali ini jauh lebih gahar karena bawain Sekali untuk Bernyawa! Penonton diajak moshing lagi, padahal baru aja sing a long woles lagunya RR. Ah ya, di bagian awal, emang nggak ada jeda. Seperti maraton. Eh, lari estafet, deng. RR dan AAL bergantian memainkan emosi dengan lagu anyar Bersama Taklukkan Dunia dari RR, ditutup dengan Jiwa yang di-medley Helena (My Chemical Romance) dari AAL.

Brass Monkey & Al-Yas-Budaya

Setelah istirahat cukup lama demi menyambut Adzan Isya, sesi penuh kejutan dimulai! Kompor akhirnya benar-benar panas! Dimulai dengan Aska yang menyanyikan Distant Romance bareng AAL, disusul aksi khas Yas berbaur dengan penonton di Rise For Freedom. Udah? Belum!

RR dan AAL lagi-lagi bergantian membawakan lagu-lagu yang melejitkan nama mereka. “Untuk orang-orang tua yang tau Alone At Last dari 2004!” kata Yas. Bener! Amarah Senyum dan Airmata, menghadirkan memori-memori para orang tua (saya nggak termasuk) akan kejayaan emo Bandung, deuh. RR juga nggak mau kalah emo, dong! Ada Ingin Hilang Ingatan, yang bikin penonton sebelah saya cirambay, watir. 

Itu kelinci atau siluman bajing?
Itu kelinci atau siluman bajing?

Puncaknya, Brass Monkey dari Beastie Boys mengiringi si “lucky bastard” Jibeh dengan kostum khas kelincinya. Lumayan bikin ketawa, sampai AAL muncul dengan Takkan Terhenti Disini, “kelinci-kelinci” lain muncul berbaur dengan penonton. Anjir pecah! Buat saya, sih, jadi suguhan visual terbaik dari AAL.

Bukan Rocket Rockers namanya, kalau nggak ngasih suguhan visual terbaik juga. Kalau AAL bawa kelinci, RR bawa mantan vokalisnya, Ucay! Cie reuni.. Eh kalem, ternyata bukan Ucay beneran. Itu Yas Budaya yang berdandan mirip pisan sama Ucay bawain lagu Tergila. Bisaan, euy..

Al-Yas-Budaya.
Al-Yas-Budaya.

Kolaborasi dua band ini nggak cukup sampai di situ. Di akhir konser, Awal dari Cerita bikin panggung jadi rusuh. Sembari membawakan nomor itu, Ubey dan Lowp sibuk selfie, sementara Yas, tiba-tiba udah ada di tengah moshpit, malah Ozom yang gantian scream, chaos! Seneng liatnya, band senior, bisa akur walaupun beda genre. “Apa pun genre-nya, kita bareng-bareng bangun scene musik Bandung jadi besar!” kalau kata Aska. Setuju, kak!

Saya pulang dengan bibir tersenyum. Ya, berbahagialah kalian yang datang malam itu ke Cimahi. Tiket semahal apa pun harusnya nggak jadi masalah kalau suguhannya kayak kemarin. Suguhan yang sangat emosional dan menginspirasi! Good job, kakak-kakak!

SEGAN.
SEGAN.

 

Foto: Ade Bambang Kurnia

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *