Press "Enter" to skip to content

Radioaktif: Menebar Musik dan “Radiasi” Kebahagiaan

Kamis (4/12) sore, dengan terengah-engah saya jalan menuju sebuah kafe di bilangan Progo. Dengan rambut hurricane a.k.a badai, saya jalan buru-buru karena terlambat sejam untuk janjian dengan gerombolan mas-mas yang (saya takutkan) bakal bikin saya kena radiasi, terus saya keracunan. Kata Shakespeare juga “what’s in a name” tapi itu nggak cukup meredam ketakutanku atas nama Radioaktif.

Tapi kamu juga harus takut sama mereka, makanya masuk rubrik Waspada. Perkenalkan, yang kemarin saya temuin adalah Radioaktif yang baik. Kan ada lemak jenuh dan lemah tak jenuh. Yaudah kita comot aja, mungkin mereka adalah radioaktif tak jenuh. Soalnya, selain baik hati dan someah, mas-mas yang terdiri dari Tomy BudiS (vokal/gitar), Azhari Mukti (drum/perkusi), Reza Prihade (gitar), Ryan Arman (gitar) dan Andreas Susanto (bass) ini juga nggak pernah jenuh dalam bermusik.

Jadi Radioaktif yang ini adalah band bentukan awal 2014 dari Bandung yang akhir November kemarin kepilih jadi 4 besar di ajang talent development di Jakarta, yaitu Guinness Amplify Talent. Wuidihhhh macho pisan, belum setahun udah jadi jagoan. Bukan main. Nah, sehari sebelum hari jadian, eh, hari janjian kami itu, mereka masih di Jakarta dan H2C (harap-harap cemas, RED) menunggu pengumuman kepilih nggaknya mereka jadi juara di ajang tersebut. Meskipun pada akhirnya yang jadi juara bukan mereka, tapi mereka tetep juara di hatiku. Soalnya mereka mau nungguin gadis yang terlambat janjian ini, hehehe.

Di sore yang hujan kinyis-kinyis itu, ketakutan saya sirna setelah dibikin ketawa-ketawa sama mereka dan ngobrol singkat 40 menit tentang ajang yang baru aja mereka ikutin, bocoran EP mereka yang tertunda, “lagu kematian”, dan masih banyak lagi. Scroll aja plis, usaha dong kamu. Oya, kebetulan bassist mereka (Andre) nggak hadir karena sedang di Jakarta. Jadi untuk paham tulisan ini, untuk selanjutnya si aku sebagai interviewer akan menjadi cewek berinisial W, dan mas-mas Radioaktif akan disimbolkan menjadi MasTom, MasZhar, MasRyan, dan MasRez.

radioaktif
Ini muka mas-mas Radioaktif waktu saya datang terlambat

W: Jadi Radioaktif ini udah baik banget dong ya capek-capek baru balik dari Jakarta terus meluangkan waktunya buat saya satronin.

MasZhar: Iya lah buat ROI apa sih yang nggak.

W: Oke, jadi langsung aja ya ke pertanyaan pertama, tapi ini pertanyaannya semi jahat dan sakitnya tuh di sini gitulah, nggak apa-apa yah. Jadi gini, berhubung kalian baru pulang dari ikutan kompetisi Guinness Amplify Talent dan it turned out that pemenangnya bukan kalian, tanggapannya?

MasTom: Sebenernya,sih, buat kita musik,tuh, bukan kompetisi dan emang dari pihak juri udah bilang kalau semuanya tuh pemenang, ya klisenya, sih, gitu.

MasZhar: Cuma ya awalnya kita tertarik gara-gara bakal diproduserin Steve Lillywhite (produser albumnya U2, RED). Kita juga pengen nunjukin kalau misalkan kita tuh dari Bandung yang biasanya selalu ngebawa “Bandung Pride dengan musik keukeuh-nya, dengan scene-nya, jadi kita ya pede aja. Tujuannya emang mau nunjukin kalau kita,tuh, mampu bersaing sama band-band lain. Cuman ternyata, ya dasarnya industri ya. Sebenernya industri nggak salah ya, Tom.

MasTom: Yang jelas industri nggak pernah salah, karena dia tau selera masyarakatnya kayak apa. Karena mereka jualan. Tapi yang dijual industri beda sama kita.

W: Pasar lah ya.

MasZhar: Iya, pasar kan jualan. Kalau kita mah apa ya namanya, garage sale kali ya. Laku untung, nggak laku nggak apa-apa.

W: Jadi bekasan dong? *sambil manyun*

MasZhar: Ya emang bekasan, kita mah basian semua ini. Hahahaha. Balik ke topik awal, ya intinya sih kita menganggap kalau Go! Go! JiLL (band pemenang Guinness Amplify Talent, RED) itu lebih siap di industri karena ya mungkin mereka emang ekspektasinya besar banget gitu. Ya, they deserve it, lah. Intinya semua berkualitas, dan emang udah jalan mereka untuk menang. Kalau buat kita, sih, jalannya masih banyak ya.

W: Nah sekarang tentang band kalian sendiri, Radioaktif kan baru kebentuk awal tahun ini. Kok bisa langsung hits? Apa sih rahasianya? Denger-denger di kompetisi kemaren juga jadi band dengan jumlah voting terbesar.

MasTom: Nah, jadi waktu itu kan kita mikirnya ya yang based on vote itulah yang lanjut ke 4 besar. Ternyata ada yang mutlak keputusan juri. Jadi sebenernya itu ya cocok, klik, kita dapet highest vote dan juri juga pengen kita maju.Eh, iya, ini yang lain ada yang mau nambahin nggak, kenapa kita bisa langsung hits?

MasRyan: Kenapa langsung hits ya, ehm kenapa ya, karena emang udah jalannya. Istilahnya ya berjuang juga, anggaplah kayak… setelah dari dulu apa yang emang diinginin masing-masing personel akhirnya terwujud sekarang sama Radioaktif.

MasRez: Mungkin dari pendengar sendiri yang nganggep kalo musik Radioaktif tuh seger dan musik-musik yang ada sebelumnya tuh monoton. Dan munculnya Radioaktif memanaskan lagi gitu pasar per-band-band-an.

W: Nahh, anyway dari tadi nih ya, eh dari kemarin-kemarin deng, pasca dapet amanah buat interview kalian, saya tuh takut gitu mau wawancarain Radioaktif. Soalnya saya takut kena radiasi. Sebenernya siapa sih yang ngasih nama Radioaktif?

Maszhar: Jadi ya gitu, masing-masing personel ngasih usulan nama. Terus saya nyari-nyari, eh mimpi, terus dapet aja gitu “Radioaktif”.  Kalau kalian bisa ngambil sisi positifnya tuh, Radioaktif menggambarkan kalau musik kita tuh bagaikan radioaktif yang bisa masuk dan dapat nyebar langsung keseluruhan gitu.

W: Sejauh ini kalian ngerasa “klik” nggak sih ngeband bersama? Kan, kalian pada muka lama di kancah myuzik Bandung (ef wai ai, dulu MasTom dan MasZhar tergabung dalam Ramez, kalo MasRyan di Alleia, dan MasRez adalah mzmz gitaris Youtube idola).

MasZhar: Oya jelas udah klik. Kita punya chemistry yang lebih ya.

MasTom: Kalau buat saya sih, saya nggak pernah nemuin band yang seenak ini.  Mungkin karena kita lebih dewasa dan masing-masing tau dan udah pernah punya proyek masing-masing sebelumnya, jadi punya pengalaman yang beda-beda. Tapi pas jadi satu di Radioaktif itu, ya enak aja kerjanya. Jadi ya itu, pengaruh orang lama juga.

MasZhar: Sebelumnya kita udah temenan lama juga, jadi pas ada Radioaktif ya langsung klik aja gitu sama semuanya.

W: Nah karena kalian bisa dibilang udah lama berkecimpung di dunia myuzik Bandung, apa sih pendapat kalian tentang scene musik Bandung sekarang?

MasZhar: Kalau menurut kita,sih, bagus ya scene sekarang, nggak ada gontok-gontokan. Dan dengan beragamnya jenis musik, ya folk ada, stone ada, postrock ada, ya ngasih warna aja. Yang penting kan di karya tiap band Bandung yang ada, pasti punya tujuan. Yaitu, yang kayak saya bilang di awal tadi, “Bandung Pride”-nya itu.

MasRyan: Menurut kita ya nggak ada masalah sih dengan genre apapun, ya kita kan mencoba ngasih yang beda juga. Jadi nggak harus ngikutin seperti inilah atau itulah, kita berjalan dengan, yaa ini lah Radioaktif.

W: Ngomong-ngomong influence bermusik kalian siapa, sih?

MasRez: Lebih ke 30 Second to Mars, Foo Fighters, mmmh sama Kings of Leon, sih.

MasRyan: Musik era-era 90’s, blues juga, rock zaman dulu atau sekarang.

MasZhar: Saya,sih, suka juga musik lokal, apapun itu. Cuma saya tumbuh di scene melodic punk gitu, sih, dari kecil.

MasTom: Kalau buat referensi vokal, saya lebih dengerin ke grunge, musik 90’s, Chris Cornell, Foo Fighters. Terus The Beatles, pasti lah ya semua suka. Kalau lokal, Mbah Surip. Hehe ngaco.

W: Terus.. Apa kabar dengan EP kalian yang tertunda? Gimana perkembangannya sekarang?

MasTom: Jadi tadinya kita mau rilis EP deket-deket bulan September, cuma bassist kita cabut pas Juli. Terus kita harus jamming lagi, harus bikin chemistry lagi. Akhirnya kita mutusin buat cari bassist lagi waktu itu dan kita punya plan buat di Januari 2015 untuk EP yang isinya 5 atau 6 lagu. Tapi, setelah event Guinness kemarin kita mikir kayaknya kita bakal bikin full album. Jadi kita bakal balik masuk ke studio bulan ini buat jamming dan ngumpulin materi. Kayaknya bakal ada 10 sampai 11 lagu dan beberapa lagunya bakal kita rekam live.

W: Wah menarik,nih, tiba-tiba jadi berubah haluan jadi memutuskan buat bikin full album gini. Coba bisa kasih bocoran dikit nggak, gimana plan mendatangnya?

MasTom: Basicly EP yang sekarang udah jadi master itu ada 5 lagu. Itu hampir semua saya yang buat dan ada 1 lagu yang dibuat bareng-bareng. Semuanya nyeritain tentang pengalaman pribadi saya.  Sisa materinya kita bakal jamming lagi, jadi semua lagunya bakal dikerjain bareng-bareng. Jadi, pasti nanti musiknya bakal beda banget sama pattern dan 5 lagu yang udah ada. Dan mungkin kita bakal ada satu kejutan. Entah itu kita menghadirkan sosok “siapa” di album kita itu.

Yang lain: Masih digodok ya.

MasTom: Yang jelas bakal ada cewek seksi kakinya panjang.

MasZhar: Ya bisa jadi ada yang punggungnya bolong kan.

W: Wehehe hmh.. Aduh basi banget deh ini saya tadinya mau nanya harapan, tapi basi banget kan yah. Saya mau bikin ending tapi nggak pengen ini berakhir.

MasTom: Eh iya, gini nih jadi kan personel Radioaktif nih rata-rata pengusaha yah.

MasZhar: Pedagang kali hahahaha.

MasTom: Ya pengusaha, usaha apa aja yang bisa diusahain. Jadi Radioaktif tuh bakal lebih banyak bergerak di charity sebenernya. Kalau saya, lagi mengusungkan pendidikan Bahasa Inggris gratis sampai fasih. Ini free dan especially buat orang-orang yang kurang mampu. Nantinya buat temen-temen sohib setia ROI boleh kok sebenernya kalau mau join. Silakan datang ke Dreadock Studio setiap hari Sabtu. Yang ngajar langsung sama native, kadang juga ama saya. Oya tahun depan juga Radioaktif bakal ngerilis web.

Maszhar: Banyak rencana di tahun depan, dibarengin sama rilisnya album kita. Kalau ini perusahaan, kita tuh ada CSR-nya gitu (Corporate Social Responsibility red.). Haha. Menurut kita ya musik tuh buat berbagi. Pokoknya bakalan banyak campaign-campaign yang dibarengin dengan keluarnya album kita. Cuma, kita belum bisa ngasih tahu sekarang karena masih digodok. Yah pokoknya ini udah 60% lah yang lagi dikonsep supaya nanti lancar. Ya intinya itu sih ya rejekiku, rejekimu lah ya. Karena pada dasarnya banyak teman banyak rejeki. Aduh,kok, jadi nggak nyambung yah ini.

W: Eh tapi saya jadi kebayang gitu, yang kalian sebutin tadi jadinya yah nyambung sama filosofi nama Radioaktif sendiri. Jadi kalian itu ya nggak cuman nyebarin musik, tapi juga menebar kebahagiaan gitu buat orang-orang, nebar rejeki. Hehe.

MasZhar: Widih, kok pinter sihhh.

W: Aminn! Nah, pertanyaan terakhir saya mah random aja, kalau kalian mati keracunan kena radiasi radioaktif, misalnya besok nih ya, apa lagu terakhir yang pengen kalian denger? Last song gitu..

MasZhar: Saya pengen mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an sih lebih tepatnya, hahaha.

MasRez: Apa ya, lagu aja udah. *berpikir keras* Mmm, Kenny. G mungkin.

MasZhar: Lagi di bandara gitu sakaratul mautnya.

MasRyan: Kalo saya apa yah, Sakitnya Tuh di Sini.

MasZhar: Kan menggambarkan gitu kan kayak penderitaan gitu,lah. Hehe nggak juga sih.

MasTom: Saya, I Don’t Wanna Miss A Thing.

MasZhar: Weits drama, biar drama banget gitu ya. Biar nanti kayak ada yang sedih. Padahal mah kasian gitu, lebok. Oya kalau nggak, ini aja nih, Dream Theatre yang Spirit Carries On tea, biar cocok.

 

______________________________

Twitter : @_radioaktif

Soundcloud : soundcloud.com/radioaktif

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *