Press "Enter" to skip to content

“Puisinya Tuh Di Sini” di Dalam Hatiku

Derita jomblo di malam minggu yang hujan itu selalu sama, pengen curhat tapi gengsi. Nah, karena fenomena itulah, saya jadi pengen dateng ke KopiKamu. Pengen membaur sama orang-orang jomblo. Disana ada acara yang dibikin oleh anak-anak Malam Puisi Bandung dengan tema #kembali. Pemilihan temanya sendiri memang sebagai pintu kembalinya komunitas ini ke khalayak ramai, pada Sabtu (15/11).

Dimulai sekitar jam 8 malam, pembaca puisi pertama dilakukan oleh mas Faisal Syahreza yang memang sudah malang melintang di salah satu bidang sastra ini. Membacakan Kembali dari Partitur Hujan miliknya, berhasil mengundang antusias pengunjung yang datang untuk membaca puisi di tempat. Dilanjutkan oleh mbak Dyanti yang membacakan karyanya yang berjudul Bantal, unik yah. Imut.

Pembacaan "Nailaka" yang menyenangkan
Pembacaan “Nailaka” yang menyenangkan.

Pembaca selanjutnya adalah mbak Theoresia Rumthe atau biasa dikenal di media sosial dengan nama Perempuan Sore, membacakan karyanya yang bercerita tentang pulau Nailaka yang direbutin sama bule-bule. Saya juga mau direbutin gitu, da aku mah apa atuh. Karya yang dibacakan sangatlah indah apalagi dengan gayanya yang seperti orang sedang bernyanyi. Suaranya sangatlah merdu, kalau nggak inget pacar pasti saya sudah jatuh hati.

Selain pembacaan puisi, ada juga musikalisasi puisi dan ada juga penampilan ukulele dari Splenderwijs, yang katanya nama itu diambil dari bahasa Belanda dengan artian bermain. Lucu juga ya. Gimana nggak lucu, mereka cover lagu Tik, tik, tik, Bunyi Hujan dengan aransemen yang manis dan mengajak untuk main hujan. Main yuk sama Aa, heu. Nah, di tengah-tengah acara ada kejutan, nih, tiba-tiba ada mas Adimas Imannuel yang sedang mampir, langsung aja para panitia memintanya untuk membacakan karya-karya puisinya. Keren banget!

Adimas Imannuel, cool!
Adimas Imannuel, cool!

Walaupun, sempet bete gara-gara jalanan deket situ macet parah dan saya sempet kejebak di dalamnya, tapi semua pengorbanannya terbayarkan kok. Perasaan langsung jadi tenang. Langsung inget kamu yang berada nun jauh di sana, mungkin lagi ngupil. Semoga Malam Puisi Bandung bisa terus mensponsori orang-orang yang ingin menjadi penyair, sehingga orang-orang jadi tambah peka terhadap apa yang mereka lihat. Sukses selalu, peace!

 

Foto: Prastya Pandu

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *