Press "Enter" to skip to content

#ProgramPartySeringai, Sebuah Pesta Para Serigala

Dari kecil saya sering dibiasakan buat nabung, entah itu nantinya bakal dipakai buat jajan ataupun uangnya dipakai buat beli mobil remote di Palaguna. Bersyukur banget si kebiasaan itu teh masih kebawa sampai sekarang, di mana hobi nabungnya bisa berguna buat ngumpulin dana segar biar bisa beli tiket konser musik. Karena sik… sik… sik… Aku suka musik. Semantap gitu atuh ceesku.

Ah, ngomongin konser, nih, hari Minggu (27/3) yang lalu kembali ada gelaran super menyenangkan dari Liga Musik Nasional atau Limunas. Betul sekali warga kreatif, gelaran Limunas yang ke-9 ini bertajuk #ProgramPartySeringai dan kembali dilaksanakan di Auditorium IFI Bandung. Kayaknya IFI Bandung emang venue paling representatif, sih, hehe.

Bisa langsung ketauan dari nama konsernya kalau yang bikin berisik IFI Bandung di malam itu adalah unit high octane rock dari Jakarta yang lain dan nggak bukan adalah Seringai! Iya atuh, da udah dijadiin nama hestek masa nggak ada Seringai-nya. Heu. Sewaktu lihat kabarnya di linimasa kalau mereka bakal main di gelaran Limunas yang ke-9, beuh saya senang bukan kepalang. Seperti ular naga, tapi pas ningali harga tiketna, lumayan gagaro oge, sih, namun itu kan bukan suatu masalah bagi si rajin menabung. Teu.

Sekitar jam 7 saya langsung nge-gas ke venue biar nggak telat masuk, eh taunya emang masih pada seliw alias ngaso-ngaso santai di cafetaria IFI dan menurut kabar, sih, acara bakal dimulai sekitar pukul 8 malam, boss. Ya… telat sedikit mah teu nanaon lah, biar saya bisa ngarenghap setelah perjalanan cukup jauh.Lebih jauh dari apa yang kamu bayangkan pokoknya mah.

Heu. Pas udah teng jam 8, para insan-insan musik yang terlihat garang tapi tertib itu, mulai pada masuk ke ruangan yang telah disediakan dan langsung diajak “pemanasan” oleh Poison Nova. Oh iya, Poison Nova didaulat sebagai band pembuka pada hajatan #ProgramPartySeringai. Saya, sih, baru pertama kali nonton mereka-mereka secara langsung. Jadi, pembendaharaan soal lagu-lagunya belum terlalu banyak, tapi yang terus keinget adalah nuansa blackened-nya yang kental dan permainan sedikit old-skool. Pokoknya penampilan unit black metal asal Cirebon yang sedang naik daun ini, cukup sukses sebagai band pembuka. Saking khusyuk nonton, sampai lupa motret atuh da. Sad.

Selepas Poison Nova kelar, si bapak hajat alias Seringai nggak langsung maen. Kata mba-mba voice over-nya, sih, penonton diberi jeda 15 menit dulu buat rehat. Agar 15 menit yang diberikan itu nggak sia-sia, akhirnya saya pake buat duduk-duduk biar nggak pegel. Pokoknya dimanfaatkan dengan melakukan hal-hal sederhana. Nggak penting, ya? Hehehe. Bae.

15 menit berlalu, penonton langsung masuk kembali ke Auditorium IFI Bandung. Semakin malam, kondisi semakin penuh. Ya, jelas lah, wong mereka mau nonton Seringai. Setelah ada introduction oleh mba voice over yang nggak saya kenal, satu per satu personel Seringai naik stage dengan iringan Canis Dirus plus disambut oleh tepuk tangan serta sorak-sorai. Rame!

Nggak pake basa-basi, Seringai langsung menghantam para Serigala Militia (sebutan fans Seringai, RED) dengan lagu-lagu di setlist yang mereka siapkan. Di tiga lagu awal, Edykhemod harus beberapa kali mengganti snare-drum, kalau kata Arian13, sih, hal itu bisa jadi karena dua hal, bisa jadi karena khemod main dengan brutal atau memang peralatan yang belum lunas. Heuheuheu. sa ae ah.

Moshing dan sing-a-long hampir terjadi di setiap lagu, penonton yang silih berganti meraih mic dari Arian13 pun nggak terhindarkan. Seru banget. Mana sempet bikin wall of death juga. Wah seru. Pada ngesang semua. Baraseuh.
Tapi, peristiwa mic direbut nggak terjadi pas Risa Saraswati naik ke panggung. Betul mentemen, si teteh yang suka cenayang ini ikut bernyanyi di lagu Marijuanaut. Di sepanjang pertunjukan ini cuma terjadi satu kali kolaborasi, kalau nggak salah. Eh, henteu ketang, Serigala Militia yang ikut nyanyi pake mic juga termasuk kolaborasi, kan? Berarti emang kolaborasi hampir terjadi di setiap lagu kalau gitu mah. Selain ngebawain lagu-lagu dari albumnya, Seringai juga nge-cover Ace Of Spades dari Motorhead di akhir-akhir pertunjukan untuk menghormati alm. Lemmy Kilmister.

Seperti acara pada umumnya, penonton ada yang mengumandangkan “curanmor… curanmor…” nggak tau apa lah niatnya teriak kayak gitu, soalnya da yang bener mah “wiwanmor… wiwanmor…”. Yha. Hehe. Alat yang udah diangkut balik lagi dipasang, karena Seringai ternyata berbaik hati ngasih Alkohol sebagai bonus encore. Selanjutnya, panggung pun penuh dengan umat, Seringai pun hilang dikerumuni Serigala Militia. Habis itu mah beneran habis, penonton pada bubar dengan gembira dan lelahnya.

Waaaaah, seneng pisan siah, aslina! Harga tiket yang sebegitu lumayannya memang sepadan, sih. Mantep! Habis nonton #ProgramPartySeringai dan melihat antusiasme penonton yang hadir, saya jadi inget kata Alm. Ayi Beutik, katanya “Jika menghitung untung-rugi, dukungan kita tak akan murni lagi”. Salut pisan buat semuanya! Ya, udah ah, sampai jumpa lagi di gelaran Liga Musik Nasional ke-10! Adios, bosque!

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *